JawaPos.com - Aliran air dari Danau Singkarak menuju Sungai Ombilin viral di media sosial karena tampil jernih dan berwarna biru kehijauan.
Kondisi itu memunculkan banyak spekulasi, mulai dari tuduhan video rekayasa hingga dugaan anomali akibat bencana. Namun, penjelasan warga dan pemerintah nagari menunjukkan bahwa fenomena tersebut memiliki penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah sorotan publik karena banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera, warganet sempat mempertanyakan bagaimana aliran air bisa begitu bening. Padahal, beberapa titik di sekitar danau justru dipenuhi tumpukan kayu gelondongan akibat bencana.
Berikut rangkaian fakta yang berhasil dihimpun terkait kejernihan aliran Danau Singkarak dan dampaknya bagi masyarakat sekitar Sungai Ombilin.
1. Video Viral Tampilkan Air Jernih Kehijauan, Disebut Mirip Sungai Aare
Cuplikan video memperlihatkan aliran air dari Danau Singkarak tampak biru dan sangat jernih, sehingga sempat dibandingkan dengan Sungai Aare di Swiss. Sebagian warganet awalnya menuduh video tersebut hasil rekayasa AI karena kondisi banjir di Sumatera biasanya membuat air keruh.
Namun unggahan dari warga lokal memastikan bahwa kejernihan tersebut merupakan kondisi nyata, diperkuat oleh berbagai video dari sudut pengambilan yang berbeda.
2. Lokasi Viral Berada di Sungai Ombilin, Titik yang Menahan dan Melepas Air Danau
Fenomena air jernih itu bukan terjadi di titik Danau Singkarak yang penuh kayu gelondongan. Rekaman dibuat di Sungai Ombilin, aliran keluar Danau Singkarak yang memang menahan debit air.
Ketika pintu air dibuka untuk mengurangi ketinggian danau, alirannya tampak deras sehingga memunculkan pantulan warna biru yang terekam dalam video.
“Karena Danau Singkarak melebihi debit, maka terjadilah pelepasan air di Ombilin,” kata akun TikTok @nelda825.
3. Kades: Air Memang Selalu Jernih, Terutama Saat Angin Kencang
Wali Nagari Antar Waktu Batu Taba, Destriyanto, mengatakan bahwa aliran dari Danau Singkarak ke Sungai Ombilin sudah lazim berwarna jernih.
Menurutnya, angin kencang bisa membuat ombak di permukaan danau mengangkat sedimen dari dasar, sehingga air justru terlihat semakin bening.
4. Diduga Ada Efek Belerang dari Erupsi Gunung Marapi
Destriyanto juga membenarkan dugaan warga bahwa erupsi Gunung Marapi beberapa waktu lalu bisa memberi efek pada kualitas air Danau Singkarak.
Menurut cerita turun-temurun, sebagian material erupsi dapat mengalir ke danau, membuat air tampak lebih jernih setelah kejadian gunung meletus.
5. Ikan Bilih Keluar ke Pinggir Sungai, Warga Panen Mendadak
Debit air yang besar di Sungai Ombilin membuat ikan Bilih—spesies endemik Danau Singkarak—muncul ke permukaan.
Menurut Destriyanto, ikan menjadi “pusing” dan terdorong ke tepi sehingga warga mudah menangkapnya. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat sebagai momentum panen ikan secara spontan.
6. Banjir di Batu Taba Disebabkan Luapan Danau, Bukan Diguyur Hujan
Banjir yang merendam permukiman di Batu Taba hingga setinggi leher orang dewasa bukan berasal dari curah hujan.
Desa itu terdampak luapan Danau Singkarak yang menahan air terlalu tinggi.
Saat debit tak tertahan, pintu air dibuka untuk menghindari kerusakan yang lebih luas. Sebanyak 123 KK terdampak banjir akibat kondisi tersebut.