← Beranda

Harga Sembako di Palembang Melambung, Dipicu Kurangnya Pasokan

Yusuf AsyariSenin, 16 Juli 2018 | 22.31 WIB
Ilustrasi

JawaPos.com - Harga kebutuhanbahan pokok terus melambung. Di beberapa pasar tradisional di Palembang terpantau ada kenaikan harga sembako. Seperti di Pasar Macan Lindungan dan Pasar 26 Ilir Palembang.


Yani, 42, salah satu pedagang mengakui memang bahan pokok terus melambung seperti telur, ayam, sayur-sayuran. Bahkan, petai dan juga jengkol.


Untuk telur mencapai Rp 27 ribu per kilogram yg semula hanya sekitar Rp 20 ribu. Kemudian ayam potong mencapai Rp 40 ribu per kilogram yang semula hanya Rp 28 ribu-Rp 30 ribu.


Kemudian, untuk sayur-sayuran seperti kangkung mencapai Rp 10 ribu per ikat sayur, dimana sebelumnya hanya Rp 3 ribu.


Sedangkan petai mencapai Rp 3 ribu per buah yang sebelumnya hanya Rp 1 ribu per buah. Begitu juga jengkol yang saat ini mencapai Rp 30 ribu per kilogram dari semula hanya Rp 10 ribu.


"Jadi hampir menyeluruh bahan pokok mengalami kenaikan terutama sejak beberapa waktu terakhir," katanya saat ditemui di Macan Lindungan, Senin (16/7).


Ia mengaku berdasarkan informasi naiknya harga ini lantaran kondisi musim panas sehingga beberapa daerah mengalami kekeringan dan gagal panen.


Hal ini menyebabkan stok pun terbatas. Meskipun begitu, untuk saat ini ia mengaku tidak begitu kesulitan untuk mendapatkannya.


"Menurut saya untuk saat ini masih tergolong mudah untuk mendapatkannya tapi memang tidak terlalu banyak," singkatnya.


Sementara itu, Ipunk, 29, salah satu pedagang di Pasar 26 Ilir Palembang mengatakan hal senada.


Menurutnya, saat ini harga bahan pokok terus melambung, baik telur, ayam, sayur-sayuran dan lain sebagainya. Bahkan, stok pun juga mengalami penurunan. Sehingga, harga mengalami kenaikan.


"Akibatnya saya pun harus mengurangi pembelian karena takut nanti justru rugi," katanya.


Ia berharap pemerintah melakukan langkah yang cepat agar ini tidak terlalu melonjak tinggi. "Kalau ini didiamkan justru akan lebih parah lagi nanti," tutupnya.


Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sumsel, Yustianus mengakui memang beberapa bahan pokok mengalami peningkatan terutama telur dan ayam. Hal ini dikarenakan faktor cuaca yang terlalu panas membuah produksi peternak pun berkurang.


"Kondisi ini terjadi di semua daerah bukan hanya di Sumsel saja," katanya.


Karena itu, pihaknya sudah meminta solusi kepada pemerintah pusat untuk menangani persoalan ini. Menurutnya, jika ini tidak segera diatasi tentunya harga akan semakin melonjak.


Sedangkan, untuk sayur-sayuran ia mengaku tidak seluruhnya mengalami peningkatan. Seperti cabe kriting itu mengalami penurunan saat ini. Untuk petai dan jengkol sendiri itu bukan merupakan makanan pokok melainkan bahan pelengkap saja sehingga tidak terlalu difokuskan.


"Jika pun meningkat masyarakat tetap dapat beralih ke makanan lain. Namun, jika yang meningkat bahan pokok seperti beras, dan lainnya maka kami akan lakukan operasi pasar," tutupnya.

EDITOR: Yusuf Asyari