← Beranda
Cerita Didatangi Penyidik KPK Soal Korupsi Kuota Haji, Pengasuh Pesantren Ngalah Pasuruan: Salah Alamat!
Sabik Aji TaufanRabu, 1 Oktober 2025 | 01.09 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung, Purwoasri, Pasuruan Jawa Timur, Sholeh Bahruddin. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung, Purwoasri, Pasuruan Jawa Timur, Sholeh Bahruddin dibuat kesal karena sempat dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang korupsi kuota haji 2024. Kekesalan muncul karena dirinya tidak merasa terlibat dalam perkara itu.

Dalam ceramahnya di hadapan Nahdliyyin Pasuruan, Sholeh menceritakan seorang penyidik KPK datang bertamu ke rumahnya. Orang itu tengah bertugas menelusuri aliran dana korupsi kuota haji 2024.

“Saya tidak menyebut namanya (penyidik KPK). Penyidik bertanya tentang dirinya bapak bernama Sholeh? Saya katakan, nama Sholeh banyak pak, tapi kalau Sholeh Bahruddin, ya saya di Purwoasri,” kata Kiai Sholeh.

“Mau tanya kiai, menelusuri dana aliran haji," lanjutnya menirukan perkataan penyidik KPK.

Sholeh dengan tegas menjawa kepada penyidik bahwa tidak terlibat dalam perkara ini. Terlebih, dirinya tidak memiliki peran dalam memberangkatkan jemaah haji.

“Maaf pak, saya bukan pengurus haji, dan saya bukan pengurus NU, (anda) keliru alamat. Malinge ndik lor, kok goleki kidul (pencurinya berada di utara, mencarinya di selatan),” jelasnya.

Meski begitu, Sholeh menghargai kerja KPK. Dia menilai komisi antirasuah memiliki keseriusan dalam mengusut tuntas kasus ini.

Atas dasar itu, Sholeh mendukung KPK mengusut pihak-pihak yang terlibat. Baginya, semua pihak yang terlibat harus mendapat hukuman yang sesuai.

“Kalau mau mencari (aliran dana dugaan korupsi), mulai PBNU sampai cabang itu, periksa semua. Pasti ketemu, nanti ketemu," pungkas Sholeh.

 

EDITOR: Sabik Aji Taufan