JawaPos.com - Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi letusan yang sempat menyentuh 700 meter pada Jumat (26/9) pagi.
Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu dilaporkan mengalami tiga kali erupsi di atas puncak (Mahameru).
Dikutip dari situs MAGMA Indonesia, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto memberikan laporan tertulis terkait erupsi yang diterima di Lumajang.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 26 September 2025, pukul 09.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak," kata Liswanto.
Liswanto mengatakan bahwa erupsi menyemburkan abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Ia kemudian menambahkan bahwa saat laporan dibuat, erupsi Gunung Semeru masih berlangsung.
Gunung Semeru mengalami erupsi pertama pada pukul 06.33 WIB dengan visual tinggi kolom letusan tidak teramati.
Liswanto yang saat itu bertugas berkata bahwa saat laporan dibuat, erupsi pertama Gunung Semeru masih berlangsung.
Erupsi kedua Gunung Semeru terjadi pada pukul 06.41 WIB dengan visual tinggi kolom letusan tidak teramati.
Berdasarkan keterangan dari aplikasi MAGMA Indonesia pada Jumat (26/9), erupsi Semeru saat ini masih dalam status Waspada atau level II.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak.
Masyarakat dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.
"Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," ujar Liswanto.
PVMBG juga meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Selain itu, masyarakat juga perlu waspada terhadap potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.