← Beranda

'Terpeleset' di Debat Publik, Syamsul Mengaku Hanya Gimmick

Fersita Felicia FacetteMinggu, 8 April 2018 | 11.03 WIB
LEGA: Syamsul Mahmud saat berada di tengah pendukungnya.

JawaPos.com - Syamsul Machmud, calon wakil Wali Kota Malang yang berpasangan dengan Moch Anton, tampil seorang diri dalam Debat Publik Pilwali 2018, Sabtu (7/4).


Syamsul yang serupa single fighter itu beberapa kali terbata saat menjawab pertanyaan dari pasangan calon lainnya.


Bahkan, jawabannya juga dianggap kurang pas. Setiap kali menjawab, disusul dengan tawa dari audience. Tidak sedikit penonton debat yang memenuhi hall ruangan salah satu hotel di Kota Malang itu menyayangkan jawaban Syamsul. "Waduh, digado itu Syamsul sama dua calon lainnya," celetuk seorang penonton debat.


Termasuk ketika menjawab pertanyaan soal kesenjangan pendidikan antara sekolah swasta dan negeri. Pertanyaan ini dilontarkan oleh pasangan nomor urut 3, yakni Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko.


Syamsul menjawab, pendidikan di sekolah swasta mengalami kemunduran karena siswa banyak berkurang. Solusinya, pemerintah memberikan bantuan sarana dan prasarana, regulasi, dan anggaran pendidikan yang mengakomodasi semua pihak seperti beasiswa.


Namun, jawaban ini diperdalam oleh Sutiaji. Menurut wakil wali kota non aktif Kota Malang itu, saat otonomi daerah, sumbangan bagi swasta tidak luas seperti negeri. Karena ada ketentuan dasar yang mengikat. Jika pasangan Anton dan Syamsul menjabat, Sutiaji menanyakan cara agar tidak ada dikotomi ini sehingga hasil pembagian bantuan untuk negeri dan swasta bisa seimbang.


"Regulasi tidak serta merta berikan ke swasta. Bantuan sarana dan prasarana bisa membantu. Mengacu pada aturan sesuai dengan dinas apa itu? Dinas pendidikan ya?" katanya tidak lancar, yang disambut dengan ger-geran audiens karena menganggap Syamsul tidak hafal tugas dinas.


Namun meski sempat beberapa kali 'terpeleset', Syamsul bisa menjalani debat tersebut dengan baik meskipun tanpa didampingi Anton, yang tengah ditahan KPK atas kasus dugaan suap APBD Perubahan tahun anggaran 2015.


Ditemui usai debat, dia mengaku lega karena bisa menjalankan dengan baik. Walaupun diakuinya, merasa sempat grogi, namun dia senang bisa melakukan secara maksimal.


Disinggung mengenai ketidaktahuannya soal Dinas Pendidikan, Syamsul mengaku hal itu hanya gimmick saja. "Ya, ice breaker saja. Saya agak grogi, jadi mengajak guyon sedikit agar tidak begitu kaku," tegasnya.

EDITOR: Fersita Felicia Facette