← Beranda

Gunung Api Ruang Meletus Bikin Langit Berwarna Merah Disertai Petir, Jaringan Listrik di Pulau Tagulandang Dimatikan

Tazkia Royyan HikmatiarSelasa, 30 April 2024 | 20.52 WIB
Status Gunung Ruang Di Sulawesi Utara Mengalami Penurunan ./ Esdm.go.id

JawaPos.com - Kondisi Pulau Tagulandang, Sulawesi Utara, cukup menegangkan ketika Gunung Api Ruang kembali meletus pada Selasa (30/4) dini hari tadi. Suara gemuruh terdengar kecang hingga pulau saat Gunungapi Ruang kembali erupsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, secara visual tampak adanya lontaran lava pijar membumbung ke angkasa disertai material vulkanik saat Gunung Api Ruang meletus.
 
"Membuat langit berwarna merah menyala disertai petir yang menyambar-nyambar dan merupakan bagian dari gejala vulkanologi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/4].
 
Sementara itu, hujan batu dan kerikil juga kembali terjadi termasuk gempa yang dirasakan saat erupsi berlangsung. "Hujan batu dan kerikil ini dilaporkan memiliki cakupan yang lebih luas jika dibanding dengan erupsi yang terjadi pada 17 April 2024 lalu," ungkap Muhari.
 
Posko Tanggap Darurat yang didirikan di Desa Apengsala dengan radius 7 kilometer di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) pun, katanya, terdampak oleh hujan batu dan kerikil ini. "Kondisi mereda pada pukul 07.55 WITA dan kaji cepat masih dilakukan hingga siaran pers ini diturunkan," tuturnya. 
 
Di sisi lain, Muhari juga menyebut bahwa saat ini, jaringan listrik di Pulau Tagulandang telah dimatikan sebagai antisipasi keamanan dan keselamatan penduduk. "Sinyal telekomunikasi lemah sehingga hal itu sedikit menjadi kendala koordinasi di lapangan," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Gunung Api Ruang, Sulawesi Utara kembali meletus pada Selasa (30/4) dini hari. Atas kejadian itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menaikkan status Gunung Api Ruang menjadi level IV atau 'Awas' per hari ini, Selasa (30/4) pukul 01.30 WITA. 
 
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, peningkatan status tersebut dilakukan setelah gunungapi berjenis stratovolcano itu kembali meletus dan mengeluarkan kolom erupsi mencapai 2.000 meter dari atas puncak.
 
"Disertai suara gemuruh dan gempa yang dirasakan secara terus menerus," ujarnya kepada wartawan, Senin (30/4).
EDITOR: Estu Suryowati