JawaPos.com - Perbaikan ruas jalan yang rusak di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang akan segera ditangani oleh pemerintah setempat.
Kepala Dinas PUPR Jombang, Bayu Pancoroadi mengatakan bahwa ruas jalan Jatibanjar-Jatigedong sepanjang tiga kilometer tersebut akan diperbaiki dari semula aspal menjadi di cor.
Di mana ruas tersebut memiliki ruang milik jalan (rumija) yang masih lebar hingga sepuluh meter, sehingga menurutnya masih bisa dilebarkan minimal tujuh meter.
"Selain dicor juga ada pelebaran tujuh meter, dari kondisi sekarang lebarnya enam meter," kata Bayu seperti dikutip dari Jombang Banget (Jawa Pos Group) pada Senin (29/4).
Perbaikan salah satu ruas jalan kabupaten tersebut tahun ini kembali didanai oleh pemerintah pusat dengan nominal Rp 45,1 miliar yang bersumber dari APBN 2024 dan saat ini masih menunggu pemenang lelang.
"Ruas Jatigedong-Jatibanjar sudah oke, sekarang sudah proses tender di Kementerian PUPR," katanya.
Ruas jalan tersebut juga menjadi salah satu ruas jalan yang diusulkan oleh pemkab ke pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).
"Sama dengan ruas Kabuh-Tapen dan Ploso-Sumbergondang, tahun lalu sudah dikerjakan teman-teman pusat," kata dia.
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, nama kegiatan tersebut adalah preservasi jalan Jatigedong-Jatibanjar, Pacet-Trawas dan Pacing-Pacet.
Dengan lokasi pekerjaan berapa di Jombang dan Kabupaten Mojokerto, serta pagu anggaran bersumber dari APBN 2024 senilai Rp 45,1.
Satuan kerja dari Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur. Kemudian dalam kolom tahapan tertulis evaluasi admin, kualifikasi, teknis dan harga.
Bahkan sebelumnya jalan alternatif penghubung yang berada di Kecamatan Kabuh dan Ploso kondisinya juga cukup memprihatinkan.
Jalan kabupaten di daerah tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah selama bertahun-tahun. Lokasi kerusakannya berada di Dusun Lengkong, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Jombang.
Jalan aspal yang berada di utara jembatan yang melintas di atas sungai Marmoyo rusak berat. Tidak hanya berlubang, kondisi permukaan jalan juga amburadul.
"Ini sudah lama sekali, sudah bertahun-tahun rusak dan belum diperbaiki," kata Abdul Ghofur, salah satu warga yang berada di lokasi.
Kerusakan jalan yang cukup lama dan tak kunjung diperbaiki di jalur tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dusun Lengkong, Ahmad Karioto.
"Statusnya jalan kabupaten, penghubung Jatigedong ke Jatibanjar," ujarnya.
Jalur tersebut juga merupakan jalur alternatif menuju Kabuh, yakni salah satu akses vital bagi para petani di kawasan tersebut.
"Petani lewat situ paling dekat," katanya.
Bahkan pada tahun sebelumnya perbaikan jalan telah dilakukan oleh para petani sendiri. Di mana mereka melakukan patungan untuk mendapatkan tanah dan menguruk lubang yang cukup dalam di utara jembatan.