JawaPos.com - Kebakaran di Rumah Sakit (RS) Gatoel Mojokerto pada Kamis (21/3) dini hari membuat pelayanan terhadap pasien terganggu.
Saat ini, pihak manajemen terpaksa menutup sementara pelayanan terhadap pasien, imbas dari insiden kebakaran tersebut yang salah satunya mengakibatkan aliran listrik padam.
"Beberapa area dilakukan penutupan. IGD, poli rawat jalan, radiologi, lab, semua kita tutup," ujar Humas RS Gatoel Aryo Eko Prakoso seperti dikutip dari Radar Mojokerto.
Aryo menambahkan, mulai pagi ini empat area tersebut tidak melayani kunjungan pasien. Ia juga belum bisa memastikan kapan pelayanan akan dibuka kembali.
Ia menyatakan, untuk saat ini pihak manajemen tengah melakukan mitigasi dan pengecekan terhadap dampak yang diakibatkan oleh kebakaran di lantai dua RS tersebut.
"Kita usahakan untuk dilakukan pengecekan. Jadi, secepat mungkin bisa kembali (normal)," sebutnya.
Meskipun demikian, Aryo menjamin pelayanan rawat inap di RS Gatoel masih tetap buka, karena kebakaran tersebut tidak berdampak pada area rawat inap.
"Yang terbakar kan bukan area layanan rawat inap ya. Jadi itu area kantor, sehingga tidak terganggu," pungkasnya.
Selain kerusakan pada bangunan dan terganggunya pelayanan, kebakaran ini juga mengakibatkan lima petugas harus menjalani perawatan medis. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut.
Para petugas tersebut mengalami sesak nafas akibat banyak menghirup asap pekat, hingga satu petugas pemadam kebakaran terluka karena tertusuk paku saat proses pemadaman api. Namun seluruhnya sudah bisa beraktivitas kembali.
”Ada empat teman kami dari petugas internal rumah sakit yang sesak napas diakibatkan asap. Dan juga satu petugas damkar yang tertusuk paku, tapi sudah dilakukan pengobatan,'' ungkap Pj Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro, juga dikutip dari Radar Mojokerto, saat berkunjung ke lokasi kebakaran.
***