← Beranda

Usai Puncak 1 Abad NU di Sidoarjo, Para Kiai Langit Bertemu di Jombang

M SholahuddinKamis, 16 Februari 2023 | 21.28 WIB
Photo
JawaPos.com- Pasca resepsi puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Sidoarjo, sejumlah ’’Kiai Langit’’ atau sebutan kiai sepuh bakal bertemu di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Kamis (16/2). Salah satu agenda pertemuan itu adalah tasyakuran NU menuju abad kedua.

Informasi yang dihimpun JawaPos.com, beberapa ’’Kiai Langit’’ yang direncanakan hadir antara lain KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Nurul Huda Djazuli, KH Husein Ilyas, Habib Zein bin Hasan Baharun, KH Anwar Iskandar, KH Miftachul Achyar, KH. Anwar Manshur, KH Syukron Makmun, KH Mudatsir Badrudin,

Selain itu, KH Afifuddin Muhajir, KH Masduqi Abdurrohman Alhafiz, KH Masduki Abdurrohman Al Hafiz, KH Muhammad Idris Hamid, dan beberapa lainnya. Mereka rata-rata adalah pengasuh Ponpes besar. Selain para ’’Kiai Langit’’ tersebut, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf beserta pengurus lain juga hadir.

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdussalam Shohib ketika dikonfirmasi membenarkan kegiatan di Ponpes Tebuireng, Jombang, tersebut. Agendanya, tasyakuran Satu Abad NU. Dia mengatakan, hari ini PWNU Jatim juga melaksanakan ziarah muassis (para pendidi) NU sebagai pijakan utama meneruskan perjuangan para masyayikh (kiai).

Rencananya, PWNU akan menziarahi makam Hadratussyeikh KH M Hasyim Asyari di Tebuireng, KH Abdul Wahab Hasbullah di Tambakberas, dan KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang. Kegiatan ziarah muassis NU akan berakhir di Ponpes Tebuireng. Nah, di Tebuireng itu, malam hari dilaksanakan tasyakuran Satu Abad.

“Ziarah ke muassis sebagaimana rutinitas kita pada saat Harlah NU. Apalagi ini bertepatan dengan satu abad,’’ kata Gus Salam, panggilan akrab KH Abdussalam Shohib.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ma’arif itu menambahkan, ziarah muassis adalah momen untuk kembali mengingat tujuan utama pendirian NU. Selanjutnya, menjadi pijakan generasi penerus di era ini dalam berkhidmah.

“NU ini isinya para ulama bahkan auliya. Tentu sambil ziarah kita mengingat kembali motivasi apa yang membuat beliau mendirikan NU. Kemudian kita renungkan bersama sebagai pijakan utama dalam meneruskan perjuangan para muassis,” ujarnya.

Gus Salam pun berharap, dari agenda ini para pengurus NU bisa menjaga khidmah dengan keilmuan sekaligus sebagai wadah untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan antarulama maupun dengan umat.

“Ini juga sebagai pengingat kita bahwa khidmah di NU harus dilakukan dengan ikhlas, dengan komitmen dan tujuan utama, yaitu melayani umat di semua aspek kehidupan untuk mendapatkan ridha Allah. Tidak ada tujuan lain yang sifatnya pribadi, apalagi sampai mengorbankan amanah yang diemban,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam acara tasyakuran dan istighotsah di Ponpes Tebuireng tersebut, juga menghadirkan Azzam Nur Mukjizat, Majda, Yasmin Najma Falihah, dan Sayed Hasan Syauqi Alaydrus. Keempat anak ini tidak lain yang melantunkan salawat Asyghil di resepsi puncak Satu Abad NU di Stadion Gelora Delta dengan iringan musik orkestra yang diaransemen Addie MS.

Lantunan suara mereka pun menggetarkan jutaan umat. Satu kata komentar dari warganet. Merinding!
EDITOR: M Sholahuddin