JawaPos.com–BPBD Jawa Timur pastikan tidak ada gempa susulan di Malang hingga sore ini (17/1). Pada 11.36 (17/1), BMKG mencatat di selatan Jawa Timur diguncang gempa tektonik.
Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,8. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,14° LS; 112,48° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 111 kilometer arah barat daya Kabupaten Malang Jawa Timur di kedalaman 65 km.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Subroto mengatakan, secara histori, tidak ada gempa susulan kembali hingga sore ini (17/1), di Kabupaten Malang sekitarnya. Selain itu, kerusakan akibat gempa juga belum ada laporan yang masuk ke BPBD Jawa Timur.
Kendati demikian, Gatot memastikan, pihaknya tetap menyiagakan petugas. Baik itu di posko dan pusdalops. ”Di provinsi ada, di kota/kabupaten posko dan pusdalops ada. Di provinsi, posko disiagakan sekitar 5 orang dan di pusdalops ada 8 orang,” jelas Gatot Subroto.
Tidak hanya nihil kerusakan bangunan, baik itu rumah atau bangunan publik, Gatot memastikan, tidak ada korban jiwa atau luka. Dia mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap siaga.
Sebelumnya, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi intraslab kedalaman menengah. Hal itu karena deformasi batuan dalam Lempeng Samudera Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Daryono meminta kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Salah satunya informasi adanya tsunami.
”Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah,” papar Daryono.