← Beranda

Mengenal Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, Pengarang Kitab Maulid Simthudduror

Dayinta Kadya PalupiMinggu, 5 November 2023 | 17.09 WIB
Kitab Simthudduror karya Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi. (NU online)

JawaPos.com – Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi yang biasa dikenal sebagai Habib Ali merupakan seorang ulama besar asal Hadhramaut, Tarim, Yaman.

Habib Ali dikenal sebagai mualif atau pengarang dari kitab Maulid Simthudduror yang lantunan maulidnya biasa dilantunkan oleh masjid-masjid di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Selain maulid Dhiba atau kitab Al-Barjanzi, jika ada di daerah Pekalongan dan sekitarnya, kitab maulid Simthudduror merupakan kitab yang tidak asing di kalangan umat Islam.

Habib yang merupakan keturunan asli nabi Muhammad ini lahir di desa Qosam, Hadhramaut, Yaman pada 1839.

Kemudian ulama besar ini meninggal dunia di Kota Seiwun, Hadhramaut pada 1913 M di usia beliau ke-74.

Habib Ali dikenal dengan sosok yang sangat cerdas, bahkan ketika masih muda, sang Habib telah mampu mempelajari sekaligus menghafal Al-Qur’an dengan baik.

Selain itu, mualif Kitab Simthudduror ini juga sangat mahir dalam berbagai ilmu pengetahuan sebelum di usia seseorang yang biasa memahami ilmu pengetahuan tersebut.

Sehingga, di usia Habib yang masih sangat muda, para guru dan pendidiknya mempersilahkannya untuk memberikan ceramah-ceramah pada masyarakat umum.

Hal ini membuatnya menjadi sosok yang sangat disegani dan memiliki tempat khusus di mata masyarakat karena kebaikan, dan kecerdasannya.

Tidak hanya itu, Habib Ali ini juga mendapatkan kepercayaan untuk memimpin majlis ilmu, pendidikan, dan pertemuan-pertemuan besar pada masa itu.

Inilah yang menjadikan Habib yang lahir di desa Qosam ini banyak dikenal masyarakat, baik di kalangan muda maupun tua dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, Habib Ali juga membangun Masjid Riyadh, pondok-pondok dan juga asrama yang dilengkapi berbagai macam fasilitas di kota Seiwun (Hadhramaut).

Tujuannya adalah untuk menampung para pencari ilmu pengetahuan agama yang sering dilupakan bagi sebagian orang.

Habib Ali mengumpulkan, mengarahkan, dan mendidik siswa-siswanya agar mereka bersemangat dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia.

Alhasil, alumni siswa-siswa asuhan Habib tersebut mendapatkan ilmu dan keberhasilan di masa depannya, tidak hanya di Hadhramaut, tapi juga tersebar di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Di tempat-tempat para siswa asuhan sang Habib tersebut, mereka juga mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama mereka sendiri.

Tempat-tempat keagamaan yang didirikan oleh para asuhan Habib Ali seperti lembaga-lembaga Pendidikan dan berbagai majelis ilmu.

Dan, berkat asuhan dan bimbingan sang Habib, siswa-siswa alumni juga dapat menyalurkan ilmunya dan mendapatkan tempat terhormat di kalangan warga sekitar.

Di Indonesia, terdapat Masjid Riyad seperti nama masjid yang didirikan Habib Ali, tepatnya di daerah Solo yang ternyata didirikan oleh putra bungsu dari Habib Ali yaitu Habib Alwi.

Dan, untuk mengenang jasa, kebaikan dan ilmu yang telah dicurahkan oleh Habib Ali, pada setiap tahun di Kota Solo diadakan Haul Habib Ali yang dihadiri oleh ribuan umat muslim dari berbagai daerah.

EDITOR: Edi Yulianto