← Beranda

Dicopot dari Wakil Ketua PWNU Jatim, Cucu Pendiri NU Anggap sebagai Nasihat dan Wasiat

Umar WirahadiKamis, 17 Agustus 2023 | 05.58 WIB
Ketua Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Bisa Nahdlatul Ulama (MLB NU) Abdussalam Shohib. (Ismtimewa)

JawaPos.com- KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Denanyar, Jombang, legawa diberhentikan sebagai wakil ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. Rabu (16/8), cucu pendiri NU itu telah membuat surat pernyataan sikap.

“Saya menerima dengan lapang dada terhadap apapun keputusan PWNU Jawa Timur dan PBNU sebagai konsekuensi dari tindakan saya dan apa yang saya lakukan,” tulisnya dalam poin pertama surat pernyataan yang diterima Jawa Pos.

Kedua, menurut Gus Salam, berkhidmat di NU adalah manifestasi dari kebanggaan, kecintaan, dan kewajiban sebagai santri. Dia tetap berharap semoga tetap diakui sebagai santri oleh para pendiri NU. Ketiga, dia berterima kasih dan bersyukur.

''Terhadap keputusan pemberhentian itu, sesuai surat PBNU, saya menganggap sebagai nasihat dan wasiat bi at-taqwa,'' ujar Gus Salam. Keempat, Gus Salam hanya bisa mengajak kepada semuanya agar terus menjaga kerukunan, kekompakan, dan keikhlasan dalam berkhidmat di Jamiyyah NU.

’’Kelima, Insya Allah (semoga Allah SWT meridhai), saya akan tetap berkhidmat di Jamiyyah NU, meski tidak lagi di dalam struktur kepengurusan, melalui jalur kultural. Tidak lain, ingin mengambil hikmah dari Quran Surat Yusuf, Ayat 53,’’ lanjutnya.

Keenam, Gus Salam memohon maaf kepada segenap warga Nahdliyin, khususnya para masyayikh-habaib jamiyyah NU karena telah membuat kegaduhan dan keresahan. “Terakhir, saya terus berdoa, semoga jamiyyah NU mulai dari PBNU hingga ranting dan anak ranting semakin baik dan berjaya dalam berkhidmat kepada umat dan masyarakat,” tutupnya.

Sebelumnya, melalui surat Nomor: 831/PB.03/A.I.03.44/99/08/23, tertanggal 8 Agustus 2023, PBNU memberitahukan kepada PWNU dan PCNU Jombang bahwa Gus Salam telah diberhentikan sebagai pengurus. Dalam surat itu disebutkan alasan pemberhentian terkait dengan gugatan ke PBNU yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Jombang.

Dalam gugatan tersebut, legal standing Gus Salam sebagai mustasyar PCNU Jombang masa khidmat 2017-2022 dan sekaligus mustasyar dalam susunan kepengurusan PCNU Jombang masa khidmat 2022-2027. Dalam permohonan itu, Gus Salam dkk menggugat PBNU dengan kerugian material sebesar Rp 1.540.001.926.

Selain PBNU, yang menjadi tergugat adalah kepengurusan PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024. Dalam gugatannya juga meminta agar PBNU mencabut SK kepengurusan definitif PCNU Jombang masa khidmat 2023-2024 hasil penunjukan PBNU, serta mengesahkan dan melantik hasil Konfercab NU Jombang pada 5 Juni 2022. PCNU Jombang 2023-2024.

Ketua PBNU Fahrur Rozi mengatakan, keputusan pemberhentian itu diambil dalam rapat harian pada 1 Agustus 2023. Rapat itu gabungan antara pengurus syuriyah dan tanfidziyah yang dipimpin Rais Aam KH Miftachul Ahyar. Hadir juga Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf serta Sekjen Saifullah Yusuf. "Saya ikut rapatnya saat itu," kata Fahrur, Selasa (15/8).

 

EDITOR: M Sholahuddin