← Beranda

Prabowo Hadiri Haul Guru Sekumpul, tapi Jokowi Tidak, Ini Alasannya

Estu SuryowatiSabtu, 9 Maret 2019 | 12.05 WIB
BAKAL HADIR: Capres Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam Peringatan Haul ke-14 Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan.

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan tak menghadiri Haul Akbar Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel). Pada 10 Maret nanti, calon presiden petahana itu diagendakan mengunjungi Jawa Barat.


"Sudah pasti enggak datang. Karena pada tanggal 9 Maret itu Pak Jokowi berada di Palembang. Besoknya ada acara lagi di Bandung," tegas Ketua Tim Kampanye Pasangan Jokowi-Ma'ruf untuk Kalsel, Ghimoyo dikutip dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), Sabtu kemarin (9/3).


Padahal, jauh-jauh hari, rumor kehadiran capres nomor urut 01 itu sudah santer terdengar. Ditanya apakah masih ada kemungkinan perubahan mendadak pada detik-detik terakhir, Ghimoyo tampak pesimistis.


"Kalsel tidak ada dalam agenda Pak Jokowi untuk beberapa hari ke depan. Tapi, kalau agenda KH Ma'ruf Amin saya kurang tahu," imbuhnya.


Sementara itu, rivalnya capres nomor urut 02, Prabowo Subianto telah memastikan kehadiran dirinya sebagai jamaah haul.


Tidakkah ini bakal merugikan kubu 01? Ghimoyo malah bersyukur. "Justru sebaliknya. Kami malah senang setelah mengetahui Pak Jokowi tak jadi menghadiri haul. Dalam pandangan kami, memang lebih baik seperti itu," ujarnya.


Menurutnya, haul ke-14 ulama kharismatik Kalsel itu sangat sakral. Dan kehadiran Jokowi, sekalipun dalam kapasitas sebagai presiden, tetap akan dipandang sebagai kontestan pemilu.


Mudah ditebak, kehadiran Jokowi dalam haul akan dicibir sebagai pencitraan diri. Demi mendulang suara dari umat Islam.


"Bagi masyarakat Kalsel, haul kan sangat sakral. Kami menghendaki haul ini tetap khusyuk. Jauh dari keributan politik. Dalam kondisi sekarang, kami menginginkan yang sejuk-sejuk saja," jelasnya.


Diingatkannya, hari pencoblosan tinggal 41 hari lagi. Jika Jokowi datang sekarang, rawan mengundang kegaduhan, terutama dari jagat maya, dan sebagian komentar pasti bernada miring.


"Nanti malah dipelintir-pelintir lagi. Kami capek juga menghadapinya," ujarnya.


Ghimoyo lantas memberikan contoh. Diceritakannya, sepekan sebelum haul, pihaknya memesan pin untuk bahan kampanye.


"Oleh seorang caleg yang bermulut kasar, kami difitnah akan membagi-bagikan bahan kampanye kepada jamaah. Katanya hati-hati karena kami berencana menyusupi haul. Astaga, jangan segitunya juga kali ya," pungkas Ghimoyo.


Sementara itu, Prabowo Subianto telah memastikan kehadirannya pada Haul Akbar Guru Sekumpul, Minggu (10/3) lusa. Namun, belum diketahui kapan Prabowo tiba, di mana dia menginap, dan apa saja kegiatannya selama di Kalsel.


Timses calon presiden nomor urut 02 pun buru-buru mengklaim, bahwa kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra itu murni untuk kegiatan keagamaan. Tanpa disertai embel-embel politik.


"Jadi, ceritanya begini, Prabowo memang sudah sejak lama berniat menghadiri haul di Kalsel. Makanya kemarin beliau sempat bertanya-tanya. Kapan persisnya haul digelar," kata Wakil Sekretaris Sekber Badan Pemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga untuk Kalsel, Ilham Noor kepada Radar Banjarmasin, Kamis (7/3).


Dia menekankan, Prabowo akan hadir sebagai jamaah biasa. Membaur bersama masyarakat. Tanpa menuntut fasilitas istimewa dari panitia haul.


"Hadir sebagai jamaah biasa. Kunjungan ini murni untuk kegiatan keagamaan. Tanpa ada agenda politik," tegas Ilham.


Karena itulah, sambung Ilham, Prabowo rela meninggalkan apel besar-besaran relawan di Banten. Lantaran jadwalnya bertabrakan dengan pelaksanaan haul.


"Makanya acara penting di Banten sampai ditinggalkan," tukasnya.


Ditanya apa saja kegiatan Prabowo selama berada di Martapura, baik sebelum maupun sesudah haul, Ilham mengaku belum mengetahuinya secara rinci.


"Bahkan siapa saja yang datang menemani beliau, kami belum diberi tahu. Kami hanya diminta menjemput di bandara. Tugas penjemputan biasa," jelasnya.


Dari sejumlah berita di media online, seusai haul, Prabowo disebut-sebut akan bertolak ke Palangkaraya. Guna menghadiri agenda politik di Kalteng. Lagi-lagi Ilham enggan mengkonfirmasinya.


"Wah, sampai sekarang tim pusat belum ngasih rundown-nya," tukasnya.


Persoalannya, politisi berusia 67 tahun itu berstatus sebagai peserta Pilpres. Fasilitas pengawalan dari negara otomatis melekat pada dirinya.


Banyak yang khawatir jika prosedur pengamanan itu bakal merepotkan jemaah dan panitia haul. Ilham merasa kekhawatiran itu terdengar agak berlebihan.


"Tim pusat pasti sudah memahami dengan baik situasinya. Lagipula, ini bukanlah haul akbar pertama yang Prabowo hadiri. Sebelumnya beliau juga menghadiri acara keagamaan serupa di Madura," pungkasnya.


Puncak haul ke-14 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani jatuh pada akhir pekan nanti. Ratusan ribu peziarah akan memadati Kelurahan Sekumpul, Kabupaten Banjar. Jamaah tak hanya berdatangan dari seantero Kalimantan, tapi juga dari luar pulau seperti Jawa dan Sumatera

EDITOR: Estu Suryowati