← Beranda

Lagi, Satgas Pangan Temukan Boraks di Pasar Tradisional

Budi WarsitoJumat, 21 Desember 2018 | 00.50 WIB
Satgas Pangan yang terdiri dari unsur kepolisian, Dinkes dan Disperindag melakukan sidak di Pasar Turen.

JawaPos.com - Satgas Pangan Kabupaten Malang kembali menemukan penjualan bleng alias kethek atau boraks dijual bebas di pasar tradisional. Setelah sebelumnya ditemukan di Pasar Lawang, kali ini ditemukan di Pasar Turen.


Boraks itu ditemukan saat Tim Satgas Pangan melakukan sidak di pasar tersebut. Memasuki pasar, rombongan tim yang berjumlah 10 orang, terdiri dari perwakilan Polres Malang, Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan tersebut menuju salah satu toko milik SA.


Setelah dicerca berbagai pertanyaan. Solichah menunjukkan 10 bungkus boraks. Biasanya, dia jual kepada pedagang bakso dan kerupuk. Tak jauh dari toko SA, petugas juga menemukan boraks di toko milik SR dan MI.


Masing-masing berjumlah 21 bungkus dan 30 bungkus boraks. Sama seperti di Pasar Lawang, boraks di Pasar Turen dikemas dengan berat sekitar 35-50 gram.


"Lakunya ya enggak laris banget. Sehari cuma laku satu hingga dua bungkus. Kadang seminggu pernah laku cuma dua bungkus. Pembeli orang jual bakso sama krupuk. Sebutannya kadang bleng, kadang juga obat krupuk," papar MI yang mengaku sudah berjualan boraks sejak 10 tahun itu.


Petugas kemudian menyita boraks yang ditemukan. Berdasarkan penuturan MI dan pedagang lain, mereka mendapat boraks dari seorang sales yang datang ke tokonya. Boraks dijual dengan sangat murah, hanya Rp 500 hingga Rp 1.000 per bungkusnya


Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang, Hasan Tuasikal menjelaskan, bukan hanya penyitaan boraks yang menjadi fokus dalam operasi pasar. Namun juga pemantauan harga-harga bahan pokok menjelang natal dan tahun baru.


"Boraks ini kami sita. Kemudian telusuri siapa yang distribusikan. Kayaknya dirahasiakan gitu pedagang jarang yang ngaku," paparnya Hasan.


Sementara, menanggapi keterangan para pedagang yang mengaku, menjual boraks kepada pedagang bakso dan kerupuk, Staf Seksi Kefarmasian Dinkes Randi Kurniawan, menjelaskan, pihaknya sudah melakukan banyak edukasi kepada pedagang bakso dan kerupuk mengenai bahaya boraks.


Namun menurutnya, untuk melakukan penelusuran, mereka terhalang keterbatasan jumlah petugas. "Pelacakannya ini kan juga sulit ditelusuri. Sudah itu kami imbau, hanya sebatas sosialisasi dan pendidikan saja," papar Randi usai operasi pasar.


Saat sidak tadi, juga tampak beberapa anggota polisi. Misalnya saja Ipda Darta dari Satreskrim Polres Malang, Kapolsek Turen Kompol Adi dan Kanitreskrim Polsek Turen Iptu Hari Eko Utomo.


Hari menjelaskan, selain menyita bleng, pihaknya juga mengamankan beberapa bungkus mi instan. Mi itu diamankan karena sudah kadaluwarsa.


"Kami juga menemukan adanya toko yang menjual obat biru (obat dengan logo lingkaran biru) secara bebas. Obat ini memang bebas, tapi dijual terbatas. Hanya di apotek saja. Tadi tidak kami lakukan penyitaan untuk produk farmasi. Hanya kami beri peringatan," tegas Eko.

EDITOR: Budi Warsito