JawaPos.com— Lagi-lagi minuman keras (Miras) meminta tumbal manusia. Peristiwa ini dialami Mefri Tompumalu (23), warga Kelurahan Bumi Nyiur, Lingkungan III, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulut.
Tempat kejadian tak jauh dari rumah korban, di Kelurahan Bumi Nyiur, pada Sabtu, (17/10) tengah malam.
Bapak satu anak ini, tumbang akibat kena tikaman beberapa kali di bagian pinggang, dada serta lengan kanan. Tersangkanya teman akrab korban RA alias El (23). Luka di tubuh korban cukup parah. Nyawanya nyaris melayang, beruntung keluarga cepat membawa ke rumah sakit.
Seperti dikutip Posko Manado (Jawa Pos Group), seorang saksi yang juga teman korban mengatakan, peristiwa berawal dari pesta miras bersama teman-teman korban dan tersangka. Di antara keduanya tak ada masalah atau dendam.
Awalnya, suasana berlangsung aman. Namun setelah dipengaruhi alkohol, suasana mendadak ricuh. Korban dan tersangka yang awalnya berteman, karena sudah mabuk perang mulut.
Entah siapa memulai, El yang tak terima omongan korban, langsung mencabut pisau yang diselipkan di balik bajunya lalu menikam. Korban terlambat menghindar sehingga tusukan tersangka mendarat di pinggang kanan serta dada dan lengan tangan kanan.
Seketika itu, korban terkapar bersimbah darah, El bergegas kabur dari lokasi kejadian. Keluarga korban tidak menerima, mendatangi El dan menganiaya hingga mengalami luka di bagian kepala.
Warga setempat melihat tersangka dianiaya keluarga korban, langsung menghubungi pihak kepolisian. Anggota Polsek Wanea dipimpin KASPKT Aiptu Aprison Undap mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan tersangka.
Kapolsek Wanea Kompol H Gultom melalui Kanit Reskrim Ipda Kamdani mengakui ada peristiwa penikaman. Tersangka sudah ditahan berserta barang bukti. “Tersangka sudah diamankan untuk proses penyidikan lanjut,” tegas Gultom.(ham/JPG)