JawaPos.com - Penyelamatan buaya berkalung ban di Sungai Palu yang dilakukan Panji Petualang dan tim Jawa Pos Group nyaris berhasil Minggu sore (21/1). Panji sebenarnya berhasil mendekat ke 'rumah' buaya malang itu. Namun, buaya itu terganggu dengan kerumunan warga dan lari ke muara.
Buaya muara itu memang selama ini kerap ditemukan di sekitar reruntuhan jembatan yang tak jauh dari Jembatan Dua Sungai Palu. Panji dan tim Jawa Pos Group dengan dibantu personel Ditpolair Polda Sulawesi Tengah sebenarnya berhasil 'menyergap' rumah itu. Buaya itu sempat terlihat. Panji lalu memberi umpan ayam hidup.
Cukup lama untuk memancing buaya itu mau melahap ayam yang telah disiapkan. Buaya malang itu sempat nongol ke permukaan. Namun, teriakan warga rupanya mengganggunya. Buaya tersebut kemudian masuk lagi ke dalam sungai.
Panji tak menyerah. Dia tetap menunggu di atas perahu. Sesekali turun ke reruntuhan jembatan. Hampir 2 jam, pria asal Purwakarta itu menunggu buaya nongol ke permukaan air. Sampai akhirnya kemudian Panji nekat masuk ke sungai untuk memastikan ada tidaknya keberadaan buaya di sekitar reruntuhan jembatan. “Ternyata sudah tidak ada,” kata Panji.
Sekitar pukul 15.00 WITA, tim penyelamatan mendapat informasi dari warga bahwa buaya tersebut melintas di atas Jembatan Satu, atau biasa dikenal dengan nama Jembatan Gajah Mada. Panji menduga buaya itu akan mengarah ke muara untuk mencari tempat yang tenang.
Mengetahui buruannya lepas, Panji dan tim mengarah ke Jembatan Satu. Lalu dilanjutkan ke Jembatan Dua dan terakhir ke Jembatan Empat dekat muara. Hasilnya ternyata nihil dan operasi penyelamatan pun diakhiri. “Kita akan cek lagi malam hari apakah dia kembali ke rumahnya lagi atau tidak,” pungkas Panji.