JawaPos.com – Induk perusahaan pembuat aplikasi video pendek ternama TikTok yakni ByteDance umumkan berita kurang menyenangkan.
Perusahaan yang mengembangkan TikTok dan Douyin tersebut umumkan akan melakukan pemangkasan pegawai pada salah satu perusahaan pembuat game mereka yakni Nuverse.
Induk Perusahaan dari TikTok tersebut menyampaikan kabar tersebut pada para karyawan Nuverse pada Senin (27/11).
Ingin Mundur dari Industri Video Game
Baca Juga: Daftar Perangkat Samsung yang Sudah Kebagian One UI 6 Berbasis Android 14, Cek di Sini
Mengutip Reuters, ByteDance melakukan hal tersebut karena ingin mundur dari industri video game sepenuhnya.
“setelah lakukan beberapa kali evaluasi, dengan berat hati kami memutuskan untuk melakukan restrukturisasi pada lini industri video game kami,” ujar salah satu juru bicara ByteDance pada Reuters.
Para karyawan dari Nuverse telah diberitahu oleh ByteDance pada Senin untuk menghentikan pembuatan game-game yang belum dirilis di bulan Desember mendatang.
Hingga tulisan ini dibuat belum ada kabar pasti mengenai jumlah karyawan yang akan terdampak terkait keputusan ini.
Dilansir dari TechCrunch, pada akhir tahun 2021 jumlah karyawan yang dipekerjakan di lini produk game tersebut mencapai lebih dari 3000 orang.
Nuverse yang didirikan pada 2019 sebagai perusahaan yang berfokus pada pembuatan dan publikasi video game berbasis mobile nyatanya gagal bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain di Tiongkok.
Tencent, NetEase dan salah satu rising star saat ini Hoyoverse yang dulu dikenal sebagai MiHoYo merupakan beberapa pengembang game asal Tiongkok yang memiliki beberapa video game populer di pasar global.
Salah satu game mobile populer yang dipublikasikan oleh Nuverse adalah game yang berjenis collectible card yakni Marvel Snap.
Pernyataan Developer Marvel Snap
Pengumuman yang dibuat oleh ByteDance membuat pemain game Marvel Snap sedikit cemas, bahkan mempertanyakan soal operasional game yang memiliki Intellectual Property dari Marvel tersebut.
Namun, pengembang game yang sudah diunduh lebih dari 10 Juta kali di Play Store tersebut umumkan mereka akan tetap beroperasi secara normal melalui postingan di akun X mereka (@MARVELSNAP)
“Kami mendengar kegelisahan kalian terhadap game kami pasca keputusan restrukturisasi di Nuverse, namun kami tetap beroperasi seperti biasa” tulis mereka dalam post tersebut.
Moonton dan Pico Sudah Menjadi Korban ByteDance lebih dulu
Dikutip dari TechCrunch, seminggu sebelumnya induk perusahaan TikTok dan Douyin tersebut telah umumkan adanya PHK yang dilakukan pada perusahaan pembuat perangkat Virtual Reality mereka yakni Pico.
Perusahaan yang dibeli ByteDance pada 2021 tersebut dikabarkan melakukan perampingan karyawan demi berfokus pada pengembangan hardware dan teknologi inti.
Selain itu, pada tengah bulan November ini mereka mulai menawarkan salah satu perusahaan game mereka yang lain yakni Moonton untuk dijual pada investor.
Dilansir dari Reuters, perusahaan yang membuat game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) Mobile Legends : Bang Bang itu kabarnya mengalami penurunan penghasilan sehingga dijual oleh ByteDance.
Perusahaan yang dibeli oleh ByteDance pada 2021 tersebut kabarnya telah ditawarkan pada perusahaan yang berasal dari Arab Saudi.