← Beranda
Hidup Makin Berkah Setelah Bebas Utang, 5 Weton Ini Diprediksi Kebanjiran Rezeki
Irfan FerdiansyahRabu, 9 September 2026 | 23.43 WIB
seseorang yang terbebas dari hutang piutang

JawaPos.com – Dalam tradisi Jawa, weton tidak hanya berkaitan dengan hari kelahiran seseorang. Weton juga kerap dikaitkan dengan karakter, perjalanan hidup, jodoh, hingga keberuntungan seseorang berdasarkan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah kaitan weton dengan kondisi finansial. Dalam sejumlah kepercayaan primbon Jawa, ada weton yang disebut akan mengalami perubahan kehidupan setelah berhasil melewati persoalan utang-piutang.

Pelunasan kewajiban tersebut dianggap sebagai salah satu bentuk ujian sebelum seseorang memasuki fase kehidupan yang lebih baik. Setelah terbebas dari beban utang, pemilik weton tertentu dipercaya memiliki peluang memperoleh rezeki yang lebih luas.

Dilansir dari kanal YouTube Ngaos Jawa, terdapat lima weton yang dipercaya akan mendapatkan kelimpahan rezeki setelah mampu menyelesaikan kewajibannya.

Baca Juga: Tak Suka Pamer, 7 Weton Ini Disebut Punya Kekayaan yang Terus Bertambah

1. Rabu Pon

Rabu Pon digambarkan sebagai pribadi yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi. Dalam perjalanan hidupnya, mereka dipercaya dapat menghadapi sejumlah tantangan finansial, termasuk persoalan utang.

Namun, ketika seluruh kewajiban berhasil diselesaikan, kondisi tersebut diyakini menjadi titik awal perubahan. Jalan rezeki disebut semakin terbuka dan peluang baru mulai berdatangan.

Dalam kepercayaan primbon, pemilik Rabu Pon dapat memperoleh kesempatan melalui pekerjaan, perkembangan usaha, maupun bantuan dari pihak yang sebelumnya tidak diduga.

2. Jumat Wage

Pemilik weton Jumat Wage dikenal memiliki daya tarik serta kecerdasan dalam mengatur berbagai urusan. Meski demikian, mereka disebut perlu berhati-hati dalam mengelola pengeluaran agar tidak terjebak dalam masalah keuangan.

Setelah berhasil melunasi seluruh utang, Jumat Wage dipercaya memasuki fase yang lebih stabil. Kesempatan finansial dapat hadir melalui tawaran usaha, kenaikan jabatan, ataupun peningkatan penghasilan.

Pengalaman menghadapi masalah keuangan juga diyakini membuat mereka menjadi lebih bijak dalam menentukan prioritas.

3. Selasa Kliwon

Selasa Kliwon kerap dikaitkan dengan kemudahan dan keberuntungan setelah melewati berbagai ujian. Perjalanan hidupnya mungkin tidak selalu berjalan mulus, tetapi mereka dipercaya memiliki kesempatan untuk bangkit setelah menghadapi kesulitan.

Bebas dari utang disebut menjadi salah satu momentum penting bagi weton ini. Setelah kewajiban terselesaikan, peluang baru dipercaya lebih mudah ditemukan.

Rezeki tersebut bisa hadir melalui kerja sama, perkembangan usaha, bertambahnya pelanggan, atau kesempatan lain yang sebelumnya tidak terpikirkan.

4. Minggu Pahing

Orang yang lahir pada Minggu Pahing dikenal memiliki semangat kuat dan keyakinan tinggi. Dalam pandangan primbon, persoalan utang tidak dianggap sebagai akhir perjalanan, melainkan tantangan yang dapat mengajarkan seseorang mengenai tanggung jawab dan pengelolaan keuangan.

Ketika seluruh kewajiban berhasil dibayar, Minggu Pahing dipercaya akan merasakan perubahan positif dalam kehidupannya.

Keberuntungan yang datang bukan hanya dikaitkan dengan materi. Kehidupan keluarga yang lebih tenang dan kondisi batin yang lebih nyaman juga dianggap sebagai bagian dari rezeki yang diterima.

5. Kamis Legi

Kamis Legi menjadi weton terakhir yang disebut dalam ramalan ini. Pemilik weton tersebut dipercaya memiliki potensi finansial yang kuat, meskipun perjalanan menuju kestabilan ekonomi dapat diwarnai berbagai tantangan.

Setelah berhasil menyelesaikan seluruh utang, Kamis Legi dipercaya dapat mengalami perkembangan kehidupan yang cukup pesat. Peluang tersebut dapat berupa proyek bernilai besar, perkembangan bisnis, maupun sumber penghasilan baru.

Menurut kepercayaan tersebut, kelimpahan yang diperoleh tidak hanya dinikmati untuk kepentingan pribadi. Rezeki yang datang juga dapat digunakan untuk membantu keluarga dan berbagi kepada orang lain.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho