← Beranda

Rahasia 5 Pasaran Jawa yang Diprediksi Panen Rezeki Menurut Primbon: Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon

Niko SulpriyonoSabtu, 12 Juli 2025 | 20.28 WIB
Ilustrasi panen rezeki (freepik)

JawaPos.com - Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, hari pasaran bukan sekadar sistem penanggalan, melainkan juga pintu untuk memahami karakter, potensi, dan rezeki seseorang.

Lima pasaran utama yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon memiliki makna spiritual yang mendalam dan kerap dijadikan panduan dalam membaca peruntungan hidup menurut primbon Jawa.

Artikel ini akan mengulas rahasia keistimewaan masing-masing pasaran, mulai dari elemen alam, arah kekuatan, hingga cakra spiritual yang memengaruhinya.

Menurut primbon, kelima pasaran ini berpeluang besar untuk mengalami limpahan rezeki bila dijalani dengan kesadaran spiritual dan usaha yang sungguh-sungguh.

Simak ulasan lengkapnya berikut ini yang dihimpun dari kanal YouTube Primbon Cirebon pada Sabtu (12/07).

1. Pasaran Legi: Optimisme dan Kekuatan Kemauan yang Menjadi Sumber Rezeki
Dalam primbon Jawa, pasaran Legi memiliki nilai neptu 5 dan diasosiasikan dengan elemen kayu atau udara.

Legi dipercaya sebagai pemegang segel langit dan dipengaruhi cakra seks langit, yang membuat seseorang yang lahir pada hari Legi cenderung optimis, penuh ide, dan memiliki hasrat besar untuk berkembang.

Aura putih yang melingkupi Legi melambangkan ketelitian dan kekuatan intuisi.

Namun kekuatan ini adalah pisau bermata dua. Bila tidak dikendalikan dengan fokus dan kedisiplinan, hasrat yang besar justru dapat berubah menjadi penghambat kemajuan.

Legi membutuhkan tantangan untuk berkembang dan akan lebih berhasil bila memiliki pemimpin atau rekan yang bisa menjadi penyeimbang.

Oleh karena itu, kemitraan spiritual Legi biasanya cocok dengan pasaran Pon.

Kekuatan utama pasaran Legi terletak pada kemampuannya membuka jalan bagi orang lain dan memberikan petunjuk hidup.

Mereka yang lahir pada hari ini diyakini memiliki potensi besar untuk sukses, asalkan mampu mengarahkan kekuatan spiritual dan intelektualnya pada tujuan yang mulia.

2. Pasaran Pahing: Cinta, Kedermawanan, dan Energi Api yang Menarik Kekayaan
Pasaran Pahing memiliki nilai neptu tinggi dan merupakan pemegang segel cakra jantung langit dengan elemen api.

Karakter orang Pahing cenderung hangat, bersemangat, dan memiliki rasa cinta yang besar terhadap keindahan dan sesama.

Mereka disimbolkan sebagai sosok seniman yang tulus dan mudah menyentuh hati orang lain.

Dalam aspek spiritual, pasaran Pahing dilindungi oleh malaikat Mikail yang membawa kemakmuran.

Sifat suka memberi dan tidak pelit menjadikan Pahing sebagai magnet rezeki yang kuat.

Namun, karena sifat apinya, orang Pahing juga bisa menjadi emosional dan mudah terbakar ego jika tidak dibarengi pengendalian diri dan ilmu yang mumpuni.

Pasaran Pahing memiliki hubungan erat dengan pasaran Wage sebagai partner penciptaan cinta dan ilmu.

Dengan mengandalkan kebijaksanaan dan ketulusan hati, orang Pahing memiliki peluang besar untuk meraih keberuntungan hidup yang seimbang antara materi dan spiritual.

3. Pasaran Pon: Ketegasan dan Fokus yang Menjadi Jalan Menuju Kesuksesan
Pasaran Pon bernaung di bawah elemen logam dan memegang segel cakra dasar langit.

Orang yang lahir pada pasaran ini umumnya tegas, berpendirian kuat, dan disiplin dalam menjalani hidup.

Aura spiritual Pon dipengaruhi oleh Kamajaya, lambang dari daya tarik dan kekuatan personal yang kuat.

Dalam struktur energi semesta, Pon duduk di arah barat dan mampu mengendalikan pasaran Legi.

Namun, Pon juga harus belajar banyak dari Kliwon sebagai guru spiritual, agar kekuatan logamnya tidak menjadi keras kepala atau dominan secara negatif.

Pengendalian diri dan keterbukaan terhadap ilmu adalah kunci kesuksesan Pon.

Rezeki bagi pasaran Pon seringkali datang dari ketekunan dan kemampuannya untuk fokus dalam menyelesaikan tugas.

Ketika mampu mengolah kekuatan diri secara seimbang, Pon bisa menjadi pemimpin yang sangat dihormati dan sumber kesejahteraan bagi lingkungan sekitarnya.

4. Pasaran Wage: Wadah Ilmu dan Strategi untuk Menarik Keberuntungan
Pasaran Wage memiliki nilai neptu 4 dan dilambangkan sebagai pemegang segel ajal langit dengan elemen air.

Karakter utamanya adalah kecerdasan, kemampuan berpikir strategis, dan analisis tajam terhadap setiap situasi.

Aura spiritual Wage dipengaruhi oleh malaikat Jibril, penyampai wahyu dan petunjuk kehidupan.

Karena pengaruh air, orang Wage cenderung adaptif dan memiliki wawasan luas.

Mereka lebih suka mengandalkan logika daripada perasaan, dan karena itu sering menjadi pengendali dalam banyak aspek kehidupan.

Namun, kekuatan intelektual ini bisa menjadi bumerang bila tidak diarahkan dengan kekuatan spiritual.

Dalam sistem spiritual Jawa, Wage sangat cocok dengan Kliwon, karena keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas akan menciptakan kematangan yang utuh.

Bila dimaksimalkan, Wage dapat menjadi magnet rezeki melalui kecerdasan, kreativitas, dan kemampuannya membuat strategi kehidupan yang tepat.

5. Pasaran Kliwon: Spiritual Tertinggi yang Menyerap Keistimewaan Semua Pasaran
Pasaran Kliwon memiliki neptu tertinggi dan memegang segel cakra mahkota langit.

Dengan elemen tanah, Kliwon memiliki watak kokoh, berwibawa, dan spiritual.

Mereka adalah pusat dari seluruh siklus energi pasaran, dan duduk di arah tengah sebagai simbol keseimbangan dan pusat wahyu.

Keistimewaan Kliwon adalah kemampuannya menyerap potensi dari empat pasaran lain: keberanian dari Pon, cinta dari Pahing, kecerdasan dari Wage, dan optimisme dari Legi.

Namun, bila tidak diimbangi dengan cinta kasih dan kerendahan hati, potensi negatif seperti keras kepala dan ego bisa muncul.

Orang Kliwon sangat cocok menjalani laku spiritual. Ketika potensi cinta dan spiritualitasnya dimaksimalkan, mereka dapat menjadi perantara turunnya inspirasi atau wahyu kehidupan.

Rezeki akan mengalir deras kepada mereka yang mampu memadukan kekuatan jiwa dan kepasrahan terhadap kehendak Ilahi.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho