← Beranda
6 Kuliner Khas Majalengka yang Wajib Dicoba, dari Pencok Katel hingga Jalakotek
Rian AlfiantoRabu, 26 Agustus 2026 | 06.50 WIB
lustrasi Jalakotek, kuliner khas Majalengka. (Instagram @pawonbugge2019)

JawaPos.com - Majalengka memiliki ragam kuliner khas yang layak masuk daftar buruan saat traveling.

Mulai dari Pencok Katel yang unik, Jalakotek yang gurih, hingga Nasi Lengko yang mengenyangkan, kuliner khas Majalengka punya daya tarik tersendiri.

Maka, berwisata ke Majalengka bukan hanya menarik karena Terasering Panyaweuyan, Telaga Nila, atau udara sejuk khas kawasan pegunungan. 

Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke kabupaten di Jawa Barat yang dikenal sebagai Kota Angin ini, mencicipi makanan lokal bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal karakter Majalengka lebih dekat.

Baca Juga: Tiyasan Berpotensi Jadi Mesin Ekonomi Baru di Sleman, Tak Sekadar Kawasan Kuliner

Apalagi, sejumlah kulinernya menggunakan bahan dan racikan yang lekat dengan keseharian masyarakat setempat.

Majalengka dikenal sebagai daerah yang relatif santai dengan suasana yang tidak terlalu padat seperti kota-kota besar.

Lanskap pegunungan, perkebunan, dan udara yang sejuk membuat perjalanan ke daerah ini tidak hanya cocok untuk berburu pemandangan, tetapi juga wisata kuliner.

Berikut deretan kuliner khas Majalengka yang wajib dicoba.

1. Pencok Katel, Kuliner Unik yang Layak Dicoba

Jika harus memilih salah satu kuliner khas Majalengka untuk dicicipi lebih dulu, Pencok Katel layak berada di urutan teratas.

Baca Juga: Habiskan Weekend di Kediri? Cek 7 Rekomendasi Wisata dan Kuliner yang Layak Dicoba

Hidangan ini terbilang unik karena menggunakan daun katel muda yang diolah bersama bumbu sambal khas.

Daun tersebut memberikan sensasi segar, sementara racikan bumbunya menghadirkan rasa pedas dan gurih.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan tradisional yang tidak banyak ditemukan di daerah lain, Pencok Katel bisa menjadi pilihan menarik.

Sajian sederhana ini sekaligus memperlihatkan bagaimana bahan-bahan lokal dapat diolah menjadi makanan yang punya karakter kuat.

2. Jalakotek, Jajanan Gurih dengan Isian Pedas

Kuliner berikutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah Jalakotek. Bentuknya sekilas mengingatkan pada pastel, tetapi jajanan khas Majalengka ini memiliki karakter tersendiri.

Baca Juga: Nikmati Kuliner, UMKM, dan Seni untuk Opsi Wisata Akhir Pekan di Sleman

Jalakotek umumnya berbentuk lonjong dengan bagian luar yang renyah. Di dalamnya terdapat adonan berbahan tahu dan aci atau tepung kanji yang diberi bumbu pedas.

Perpaduan tekstur renyah di luar dan gurih di bagian dalam membuat Jalakotek cocok dijadikan camilan selama perjalanan. Jajanan ini juga praktis dibawa sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

3. Ampas Kecap, Sederhana tetapi Kaya Rasa

Nama Ampas Kecap mungkin terdengar tidak biasa bagi wisatawan dari luar Majalengka.

Namun, makanan ini justru menjadi salah satu contoh kuliner tradisional yang memanfaatkan bahan secara sederhana.

Ampas kedelai hitam yang tersisa dari proses pembuatan kecap diolah kembali dengan cara ditumis bersama cabai dan berbagai bumbu.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Jogja yang Ramah di Kantong, Harga Mulai Rp 9.000

Hasilnya adalah hidangan bercita rasa gurih yang sekilas dapat mengingatkan pada tempe.

Kuliner ini menarik dicoba bagi wisatawan yang ingin menjelajahi makanan rumahan khas Majalengka, bukan sekadar mencari makanan yang populer di media sosial.

4. Sangu Akel atau Nasi Akel

Majalengka juga memiliki Sangu Akel atau Nasi Akel, nasi tradisional yang dimasak dengan cara klasik dan biasa dinikmati bersama berbagai lauk pauk khas Sunda.

Sajian ini menawarkan pengalaman kuliner yang lebih sederhana dan dekat dengan tradisi makan masyarakat setempat.

Karena itu, Nasi Akel bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan khas daerah dalam suasana yang lebih autentik.

Baca Juga: 3 Kuliner Street Food di Kawasan Deltasari, Ada Batagor Jumbo yang Mengenyangkan!

5. Nasi Lengko Hajakanti

Pilihan lainnya adalah Nasi Lengko Hajakanti. Sajian ini terdiri atas nasi, tahu, tempe, mentimun, dan tauge yang kemudian dipadukan dengan bumbu kacang gurih serta siraman kuah hangat.

Kombinasi bahan tersebut membuat Nasi Lengko cocok disantap sebagai menu utama setelah wisatawan berkeliling Majalengka.

Rasanya familiar bagi penikmat kuliner Sunda, tetapi tetap memberikan pengalaman tersendiri ketika dicicipi langsung di daerah asalnya.

6. Mangga Gedong Gincu

Selain makanan siap santap, Majalengka juga dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah mangga. Salah satu yang paling terkenal adalah mangga gedong gincu.

Mangga ini dikenal karena cita rasanya yang manis dan aromanya yang khas. Saat musim panen, buah tersebut bisa menjadi pilihan oleh-oleh yang menarik untuk dibawa pulang.

Baca Juga: 3 Street Food Legendaris Surabaya, Kulineran di Riverside dengan Suasana yang Unik!

Bagi wisatawan, berburu produk olahan maupun buah segar lokal juga dapat menjadi pelengkap perjalanan kuliner di Majalengka.

Kuliner dan Wisata Alam Bisa Jadi Satu Perjalanan

Daya tarik Majalengka tidak berhenti di meja makan. Kabupaten ini memiliki sejumlah destinasi alam yang dapat dipadukan dengan perjalanan berburu kuliner khas.

Salah satunya adalah Terasering Panyaweuyan, kawasan perkebunan bawang merah yang membentuk lanskap berundak di lereng bukit.

Hamparan hijau dan kontur lahannya membuat tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit untuk menikmati panorama sekaligus mengabadikan perjalanan.

Ada pula Telaga Nila, destinasi yang dikenal dengan airnya yang jernih dan warna biru toska.

Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-81, BRI Tebar Promo untuk Kuliner, Travel hingga Hiburan

Suasananya cocok bagi wisatawan yang mencari tempat healing dengan nuansa lebih tenang.

Sementara itu, wisatawan yang menyukai aktivitas menantang dapat mempertimbangkan Bukit Paralayang.

Dari kawasan ini, pengunjung dapat menikmati panorama luas dari ketinggian sekaligus melihat aktivitas olahraga paralayang.

Majalengka mungkin belum sepopuler sejumlah destinasi wisata lain di provinsi Jawa Barat.

Namun, justru hal tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan suasana lebih santai.

Baca Juga: Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

Perpaduan lanskap pegunungan, perkebunan, destinasi alam, dan kuliner tradisional membuat Majalengka memiliki banyak pilihan untuk dijelajahi.

Wisatawan bisa memulai hari dengan menikmati panorama Terasering Panyaweuyan, kemudian melanjutkan perjalanan ke destinasi alam.

Lalu mengakhiri perjalanan dengan mencicipi kuliner lokal seperti Pencok Katel, Jalakotek, Ampas Kecap, atau Nasi Lengko.

Dengan begitu, perjalanan ke Majalengka tidak hanya soal mencari tempat yang indah untuk difoto.

Ada pula cerita tentang makanan, bahan lokal, dan kebiasaan masyarakat yang membuat pengalaman traveling terasa lebih lengkap.

Baca Juga: Dari Bakso Kikil hingga Bakso Gulung, Ini 10 Kuliner Bakso Favorit di Bogor

Bagi wisatawan yang sedang mencari destinasi Jawa Barat dengan suasana lebih tenang sekaligus memiliki kekayaan kuliner lokal, Majalengka layak masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.

 

EDITOR: Bayu Putra