← Beranda
Wisata Bromo Dibuka Lagi Usai Kebakaran, Pengunjung Dilarang Buang Puntung Rokok
Novia HerawatiJumat, 21 Agustus 2026 | 00.05 WIB
Wisatawan menikmati keindahan sunrise Gunung Bromo. Balai Besar TNBTS sempat menutup kawasan Gunung Bromo selama kebakaran sabana. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar gembira bagi para wisatawan. Setelah nyaris dua pekan ditutup karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wisata Gunung Bromo kembali dibuka mulai hari ini, Kamis (20/8).

Keputusan itu disampaikan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) melalui pengumuman nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026, yang salinannya disebarluaskan di berbagai platform.

Dalam salinan pengumuman tersebut, kawasan wisata Bromo dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan mulai Kamis (20/8) pukul 00.01 WIB.

Lima akses masuk menuju kawasan wisata Bromo yang sebelumnya ditutup kini dibuka lagi.

Baca Juga: Posko Karhutla Gunung Bromo Resmi Ditutup, 1.121 Hektare Lahan Hangus Terbakar

"Kawasan wisata Bromo kembali dibuka mulai 20 Agustus 2026 setelah proses pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan kawasan dilakukan," tutur Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Kamis (20/8).

Ia menjelaskan,proses penanganan karhutla dilakukan melalui operasi terpadu yang melibatkan berbagai unsur.

Meliputi Kemenhut, BBTNBTS, Manggala Agni, BNPB, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar kawasan.

“Seluruh titik api dinyatakan padam. Petugas telah melaksanakan pendinginan, penyisiran, dan pemantauan di lokasi terdampak untuk memastikan tidak ada lagi titik api, bara, yang berpotensi memicu kebakaran,” imbuhnya.

Rudijanta juga menyebut keputusan membuka kembali kawasan wisata Bromo dilakukan setelah mempertimbangkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi kawasan.

Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Padam, Petugas Fokus Pembasahan 8 Titik Panas

Khususnya dari aspek keselamatan pengunjung atau wisatawan dan petugas di area wisata.

Seiring dibukanya lagi wisata Gunung Bromo, semua pihak, mulai dari masyarakat setempat, wisatawan, hingga pelaku jasa wisata, diimbau untuk mematuhi ketentuan dan arahan petugas di lapangan.

Pengunjung diimbau menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di area Bromo.

Seperti membuat api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau meninggalkan benda yang dapat menjadi sumber api.

“Semuanya wajib menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran," tutur Rudijanta.

Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Berhasil Dipadamkan Setelah 12 Hari, Lahan 1.120 Hektar Terbakar

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kawasan Gunung Bromo agar kebakaran hutan dan lahan yang menghanguskan 1.121,66 hektare lahan itu tidak terulang kembali.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini. Mari kembali menikmati Bromo dengan tetap menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan,” pungkas Rudijanta. 

EDITOR: Bayu Putra