← Beranda
Kunjungan Wisman ke Indonesia Naik 5,71 Persen di Semester I 2026
Djati Waluyo• Minggu, 9 Agustus 2026 | 05.15 WIB
Ilustrasi wisatawan asing di Indonesia. (Istimewa)

JawaPos.com - Kinerja sektor pariwisata di indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang naik 5,71 persen di Semester I 2026.

Ketidakpastian global akibat konflik geopolitik di Timur Tengah tak mempengaruhi kinerja sektor pariwisata di indonesia, setidalknya pada semester I 2026 yang masih mencatatkan kinerja positif.  

Staf Khusus Kementerian Pariwisata Apni Jaya Putra mengatakan, capaian sektor pariwisata sepanjang enam bulan pertama 2026 menjadi modal penting untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

"Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh solid di tengah berbagai tantangan global," kata Apni dalam keterangan tertulis yang diterima,  Sabtu (8/8).

Baca Juga: Kemenhut Perkuat Pemadaman Kebakaran di TNBTS, Akses Wisata Ditutup Sementara

menurut dia, hal ini menjadi bukti bahwa pariwisata mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.  

Sebagaimana diketahui, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada semester I 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan, atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  

Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan.

Tak hanya jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara juga meningkat menjadi USD 1.313 per kunjungan atau naik 6,36 persen dibandingkan Semester I 2025.

Apni mengatakan, peningkatan jumlah kunjungan dan belanja wisatawan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

Baca Juga: Agen Wisata Traventour Tegaskan Operasional Tetap Berjalan, Bantah Tuduhan Penipuan

"Semakin besar pengeluaran wisatawan, semakin besar pula multiplier effect yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan industri pariwisata di daerah," ujarnya.

Tren positif tersebut juga tercermin dari meningkatnya tingkat hunian kamar hotel, terutama di kawasan-kawasan wisata.

Pada Semester I 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 48,2 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 45,72 persen.

"Peningkatan okupansi hotel menunjukkan aktivitas pariwisata terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat untuk melakukan perjalanan semakin membaik," Ucapnya.  

Ia menilai, sektor pariwisata turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang pada semester I 2026 tercatat sebesar 5,29 persen. 

Baca Juga: Karhutla Bromo Bikin Jip Wisata Malang Harus Memutar Lewat Pasuruan

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang ditopang sektor pariwisata bahkan mencapai 6,1 persen. 

"Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya menjadi sektor pendukung, tetapi telah menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun," imbuhnya.

 

EDITOR: Bayu Putra