← Beranda
7 Spot Foto Bangunan Art Deco Belanda di Jalan Braga Bandung yang Jarang Diabadikan, Estetik dan Penuh Nuansa Eropa
Rian AlfiantoSabtu, 16 Mei 2026 | 22.40 WIB
Ilustrasi kawasan jalan Braga dari balik lensa kamera. (RianAlfianto/JawaPos.com).

 

JawaPos.com - Jalan Braga di Bandung selama ini identik dengan suasana kolonial, deretan kafe klasik, hingga spot wisata populer yang ramai wisatawan. Namun di balik keramaian tersebut, masih ada banyak sudut tersembunyi yang justru menyimpan detail arsitektur Art Deco Belanda paling menarik untuk diabadikan.

Bagi pecinta fotografi, sejarah, maupun pemburu konten estetik, kawasan Braga menawarkan lebih dari sekadar jalan ikonik. Beberapa bangunan lawas di area ini memiliki detail geometris, balkon klasik, jendela lengkung, hingga tekstur batu khas era kolonial yang sering terlewat dari perhatian pengunjung.

Menariknya, spot-spot ini juga cocok untuk foto bergaya vintage, street photography, hingga konten media sosial bernuansa Eropa klasik tanpa harus keluar negeri.

Berikut tujuh spot foto bangunan Art Deco Belanda di kawasan Jalan Braga Bandung yang jarang diabadikan, tetapi punya visual sangat menarik.

1. Fasad Toko Sumber Hidangan, Ikon Retro yang Masih Autentik

Bangunan Toko Sumber Hidangan yang dahulu dikenal sebagai Het Snoephuis menjadi salah satu peninggalan kolonial paling ikonik di Braga. Berdiri sejak 1929, bangunan ini masih mempertahankan nuansa asli dengan detail geometris khas Art Deco dan plang nama bergaya retro.

Daya tarik utamanya justru berada pada tampilan fasad yang tampak sederhana namun sangat fotogenik. Warna bangunan yang cenderung lembut berpadu dengan nuansa jadul membuat hasil foto terlihat klasik dan autentik.

Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk mengambil gambar karena cahaya matahari jatuh tepat di bagian depan bangunan tanpa terlalu banyak gangguan kendaraan maupun pejalan kaki.

2. Detail Balkon Gedung Majestic yang Sering Terlewat

Gedung Majestic dikenal sebagai salah satu bioskop tua legendaris di Bandung. Namun kebanyakan orang hanya mengambil foto dari bagian depan bangunan secara keseluruhan.

Padahal, detail balkon dan ornamen lantai atas gedung ini menyimpan karakter Art Deco yang sangat kuat. Dari sudut seberang jalan, pengunjung bisa menangkap pola garis tegas, lekukan geometris, dan permainan bayangan yang membuat foto terlihat dramatis.

Spot ini cocok untuk fotografi arsitektur maupun portrait dengan latar bangunan kolonial klasik.

3. Lorong Pintu Masuk Landmark Braga yang Punya Simetri Dramatis

Landmark Braga memang cukup populer, tetapi bagian lorong pintu masuknya justru jarang dijadikan spot utama untuk berfoto.
Padahal, area ini memiliki lengkungan arch khas kolonial dengan pilar-pilar besar yang menciptakan efek simetri menarik.

Saat cahaya pagi masuk dari sisi lorong, suasana klasik Eropa langsung terasa kuat.
Sudut ini juga cocok untuk foto bergaya cinematic karena memberikan kedalaman visual yang unik.

4. Jendela Lengkung Ex-Bank DENIS yang Megah dan Elegan

Salah satu karya arsitektur paling menonjol di Braga adalah bangunan eks Bank DENIS yang berada di sudut persimpangan jalan.
Bangunan rancangan arsitek terkenal Albert Aalbers ini memiliki ciri khas berupa deretan jendela lengkung dengan garis tegas dan desain modern khas Art Deco era kolonial Belanda.

Dari sisi fotografi, area ini sangat menarik karena memadukan elemen simetris, garis vertikal kuat, serta nuansa megah khas bangunan perbankan lama. Banyak fotografer justru memilih mengambil gambar dari sudut trotoar untuk mendapatkan perspektif bangunan yang lebih dramatis.

5. Dinding Samping Gedung Merdeka yang Bernuansa Eropa Sepi

Sebagian besar wisatawan biasanya hanya berfoto di bagian depan Gedung Merdeka. Padahal sisi samping bangunan ini menyimpan detail yang tidak kalah menarik.
Perpaduan tekstur batu, pilar besar, dan warna bangunan klasik menciptakan nuansa seperti jalanan tua di Eropa.

Karena lokasinya relatif lebih sepi, area ini cocok untuk pengunjung yang ingin mendapatkan hasil foto tanpa terlalu banyak orang berlalu-lalang. Sudut ini juga sering dimanfaatkan untuk foto editorial dan fashion bernuansa vintage.

6. Area Pertokoan Tua Dekat Braga Permai yang Sarat Detail Klasik

Kawasan sekitar Braga Permai menyimpan deretan bangunan tua yang masih mempertahankan detail arsitektur kolonial asli.

Jika diperhatikan lebih dekat, terdapat ukiran kayu, kaca patri, hingga pintu-pintu tua dengan desain klasik yang sangat menarik untuk dijadikan objek fotografi. Banyak wisatawan melewati area ini tanpa menyadari detail kecil yang justru menjadi daya tarik utama.

Menggunakan teknik close-up atau framing detail bangunan bisa menghasilkan foto estetik dengan nuansa heritage yang kuat.

7. Jalan Braga Pendek Sisi Utara yang Lebih Lengang

Bagi yang ingin suasana lebih tenang, Jalan Braga Pendek sisi utara bisa menjadi pilihan menarik. Area ini memiliki deretan bangunan dengan bentuk atap dan cerobong ventilasi khas Eropa utara yang jarang dieksplorasi wisatawan.

Karena tidak terlalu ramai, pengunjung lebih leluasa mengambil angle foto tanpa terganggu kerumunan. Karakter jalan yang sempit dengan bangunan rapat di kanan-kiri juga menciptakan komposisi visual yang unik untuk street photography.

Sebagai catatan juga, untuk mendapatkan hasil foto terbaik, waktu ideal berburu spot foto di Jalan Braga adalah pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.

Baca Juga: Tempat Wisata Religi di Malang Paling Jadi Andalan, Bikin Hati Adem dan Pikiran Tentrem

Pada jam tersebut, pencahayaan alami masih lembut sehingga detail bangunan terlihat lebih jelas. Selain itu, kondisi jalan juga belum terlalu ramai sehingga lebih nyaman untuk mengeksplorasi berbagai sudut tersembunyi kawasan Braga.

Bagi penggemar fotografi arsitektur, datang saat pagi juga membantu mendapatkan bayangan bangunan yang lebih dramatis tanpa pencahayaan berlebihan.

 

EDITOR: Kuswandi