JawaPos.com - Harga 3.153 produk makanan dan minuman di Jepang akan naik pada Oktober. Kenaikan dipicu melonjaknya biaya kemasan akibat konflik di Timur Tengah serta pelemahan yen yang membuat harga barang impor semakin mahal.
Dilansir dari Kyodo, Rabu (30/9), survei Teikoku Databank Ltd. menunjukkan kenaikan harga pada Oktober akan melanjutkan gelombang kenaikan harga yang juga terjadi pada September, ketika 4.965 produk mengalami kenaikan.
Kenaikan harga Oktober tidak hanya terjadi pada makanan dan minuman. Harga di restoran, sektor rekreasi, hingga tagihan utilitas juga diperkirakan meningkat setelah berakhirnya sejumlah subsidi pemerintah.
Memburuknya situasi di Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak mentah dan nafta. Kondisi tersebut meningkatkan biaya bahan kemasan yang kemudian dibebankan perusahaan kepada konsumen.
Di saat yang sama, pelemahan yen membuat harga impor meningkat sehingga semakin mendorong perusahaan menaikkan harga jual.
Teikoku Databank mencatat jumlah produk makanan dan minuman yang telah atau dijadwalkan mengalami kenaikan harga sepanjang 2026 mencapai 20.187 item. Angka itu kembali menembus 20.000 untuk tahun kedua berturut-turut.
Berdasarkan kategori, minuman beralkohol dan minuman lainnya mencatat kenaikan harga terbanyak pada Oktober dengan 1.399 produk. Berikutnya adalah bumbu dan penyedap sebanyak 820 produk serta makanan olahan sebanyak 668 produk.
Sejumlah produsen bir besar juga menaikkan harga minuman berbasis bir, termasuk happoshu atau bir rendah malt serta minuman sejenis bir kategori ketiga yang lebih murah. Kenaikan tersebut berkaitan dengan kenaikan tarif pajak minuman beralkohol untuk kategori tersebut.
Kenaikan harga juga menyasar sektor restoran. Jaringan restoran yakitori Torikizoku akan menaikkan harga seragam menunya dari JPY 390 menjadi JPY 410, atau dari sekitar Rp43.680 menjadi Rp45.920 dengan kurs 1 JPY = Rp112.
Sementara itu, Oriental Land Co., operator Tokyo Disney Resort, akan menaikkan harga tiket masuk maksimum mulai Oktober.
Tekanan biaya juga akan terasa pada rumah tangga melalui tagihan listrik. Sepuluh perusahaan listrik besar di Jepang akan menaikkan tarif listrik rumah tangga untuk pemakaian Oktober yang ditagihkan pada bulan berikutnya.
Tarif tersebut akan mencapai rekor tertinggi, dengan kenaikan hingga JPY 1.578 atau sekitar Rp176.736 untuk rumah tangga tipikal.
Perusahaan pemasok gas kota besar di Jepang juga akan menaikkan tarif mereka mulai periode yang sama.