JawaPos.com - Hotel Tateyama, penginapan ikonik di kawasan Pegunungan Alpen Utara Jepang, resmi tutup setelah beroperasi selama 54 tahun. Hotel yang menjadi salah satu penanda bagi wisatawan di jalur pegunungan terkenal Jepang itu telah melayani hampir 1,7 juta tamu sejak dibuka pada 1972.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (22/9), Hotel Tateyama berada di Murodo, titik tertinggi Jalur Alpen Tateyama Kurobe, pada ketinggian 2.450 meter di atas permukaan laut. Hotel tersebut mengakhiri operasionalnya pada akhir Agustus 2026.
Murodo juga dikenal sebagai lokasi salah satu atraksi utama jalur tersebut, yaitu koridor salju "Yuki no Otani". Setiap musim semi, proses pembersihan jalan dari timbunan salju tebal menghasilkan dinding salju yang dapat mencapai hampir 20 meter. Pengunjung bisa berjalan melewati jalur sepanjang sekitar 500 meter hingga awal musim panas.
Hotel Tateyama dibuka pada 1972, setahun setelah Jalur Alpen Tateyama Kurobe beroperasi secara penuh. Bangunan tersebut dikenal dengan atap berwarna merah yang menjadi penanda bagi pengunjung ketika menjelajahi kawasan pegunungan.
Hotel berlantai enam itu terintegrasi dengan Terminal Murodo, pusat transportasi yang melayani bus pegunungan dan berbagai layanan lainnya. Hotel tersebut memiliki 81 kamar dengan kapasitas hingga 260 tamu.
Bangunannya dirancang oleh mendiang arsitek Masachika Murata, yang juga merancang sejumlah karya lain, termasuk Stadion Taman Olimpiade Komazawa di Tokyo.
Dirancang Menghadapi Cuaca Ekstrem
Hotel Tateyama dibangun untuk menghadapi kondisi cuaca berat di wilayah dataran tinggi. Atap bangunan dirancang dengan sudut dan dimensi tertentu untuk memaksimalkan pemanfaatan sinar matahari yang tersedia.
Struktur beton juga dipasang di sekitar jendela untuk melindungi bangunan dari angin kencang dan timbunan salju tebal.
Di bagian interior, hotel masih mempertahankan banyak suasana dari era ketika pertama kali dibuka. Sofa yang ditempatkan di ruang tunggu tamu sejak pembukaan hotel tetap digunakan hingga hari terakhir operasional.
Lampu gantung di dalam hotel juga menampilkan motif serow Jepang, sejenis kambing hutan yang sesuai dengan suasana kawasan pegunungan.
Murodo biasanya dipadati wisatawan dan pendaki pada siang hari. Namun, setelah bus terakhir meninggalkan kawasan tersebut, suasana berubah menjadi jauh lebih tenang. Para tamu hotel dapat menikmati pemandangan langit malam yang jauh dari keramaian pada siang hari.
Dijual kepada Hoshino Resorts
Sebelumnya, Hotel Tateyama dimiliki oleh Tateyama Kurobe Kanko Group, perusahaan yang mengoperasikan kereta kabel, kereta gantung, dan transportasi lainnya di Jalur Alpen Tateyama Kurobe.
Di tengah kekhawatiran mengenai kondisi fasilitas yang semakin menua, hotel tersebut dijual pada Maret 2024 kepada Hoshino Resorts, perusahaan yang berkantor pusat di Karuizawa, Prefektur Nagano.
Keputusan untuk mengakhiri operasional hotel diumumkan pada akhir Juli 2025. Ketika pemesanan kamar dibuka pada Desember untuk periode menginap mulai April 2026, kamar hotel segera dipesan oleh pelanggan lama yang ingin melakukan kunjungan terakhir.
Salah satu tamu yang menginap pada 30 Agustus, malam terakhir hotel menerima tamu untuk bermalam, adalah Kiyoe Ushiba, ibu rumah tangga berusia 53 tahun dari Osaka. Ia datang bersama suaminya.
"Saya benar-benar sedih melihat hotel ini tutup," kata Ushiba. "Ini adalah tempat saya bisa benar-benar beristirahat. Saya berharap mereka dapat melestarikan hal-hal yang membuat tempat ini begitu istimewa."
Manajer akomodasi hotel, Yoshiyasu Mitani, 51, menyampaikan apresiasi kepada generasi pengunjung yang telah menginap di Hotel Tateyama.
"Kami semua sangat berterima kasih kepada setiap orang yang telah mendukung hotel ini selama bertahun-tahun," ujarnya.
Hoshino Resorts hingga kini belum memutuskan bagaimana bagian bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai hotel akan dimanfaatkan.