JawaPos.com - Jepang mulai menerima pemesanan perjalanan dan hotel dengan harga diskon di Prefektur Kumamoto dan Nagasaki pada Selasa (15/9), sebagai bagian dari kampanye pemulihan pariwisata Kyushu setelah gempa besar melanda wilayah tersebut pada Juli. Diskon yang ditawarkan mencapai 60 persen di sejumlah prefektur yang mengalami banyak pembatalan hotel.
Dilansir dari Kyodo, Selasa (15/9), program tersebut bertujuan mendukung industri pariwisata di Kyushu, pulau utama Jepang bagian barat daya. Lima prefektur lain di Kyushu juga akan mulai menerima pemesanan dalam waktu dekat dengan skema diskon yang berbeda.
Diskon perjalanan mencapai 60 persen di Kumamoto dan Kagoshima. Kedua wilayah tersebut mengalami banyak pembatalan pemesanan hotel setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 melanda pada Juli. Sementara itu, diskon sebesar 50 persen diberikan di wilayah Kyushu lainnya.
Besaran subsidi maksimal yang dapat diterima setiap orang untuk satu perjalanan mencapai 20.000 yen atau sekitar Rp2,28 juta untuk perjalanan dengan menginap satu malam. Untuk perjalanan selama dua malam atau lebih, batas diskonnya mencapai 30.000 yen atau sekitar Rp3,42 juta.
Sementara itu, wisatawan yang melakukan perjalanan dengan menginap di sedikitnya dua prefektur dapat memperoleh diskon maksimal 35.000 yen atau sekitar Rp3,99 juta per orang.
Prefektur Saga, Nagasaki, Kumamoto, dan Oita telah mengumumkan bahwa program diskon berlaku untuk perjalanan pada 1 Oktober hingga 25 Desember. Saga dijadwalkan mulai menerima pemesanan pada 24 September, sedangkan Oita dan Miyazaki akan memulainya pada akhir September.
Fukuoka menargetkan peluncuran program serupa pada Oktober. Sementara itu, Kagoshima sedang mempertimbangkan untuk memulainya pada pertengahan Oktober, setelah program diskon pariwisata yang saat ini berjalan berakhir pada 13 Oktober.
Pembatalan Hotel Capai Miliaran Yen
Dampak gempa 28 Juli terhadap sektor pariwisata cukup besar. Di Prefektur Kumamoto, nilai pemesanan hotel yang dibatalkan mencapai sekitar 2,7 miliar yen atau Rp307,8 miliar hingga 21 Agustus.
Di Prefektur Kagoshima, pembatalan pemesanan hotel mencapai sekitar 2,3 miliar yen atau Rp262,2 miliar hingga akhir Agustus.
Jika digabungkan, nilai pembatalan pemesanan hotel di kedua prefektur tersebut mencapai sekitar 5 miliar yen atau Rp570 miliar.
Dalam konferensi pers pagi hari, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan pemerintah berharap program tersebut dapat membantu mengatasi kerugian akibat persepsi negatif terhadap kawasan yang terdampak gempa.
"Kami berharap dapat mengatasi kerusakan reputasi kawasan dan terus mendorong pemulihan pariwisata" di seluruh Kyushu, kata Kihara.
Jepang sebelumnya pernah menerapkan program diskon perjalanan serupa setelah gempa Kumamoto 2016 dan gempa Semenanjung Noto 2024. Dalam program tersebut, pemerintah memberikan subsidi untuk biaya akomodasi dan tur hingga batas tertentu.