← Beranda
6 Tips Liburan Hemat ke Jogja: Solusi Refresh Tanpa Bikin Dompet Menipis!
Elista Ita YustikaSabtu, 29 Agustus 2026 | 20.30 WIB
Liburan ke Jogja versi lowbudget. (JawaPos/Elista Ita Yustika)

 

 

JawaPos.com — Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi favorit untuk liburan singkat maupun perjalanan panjang.

Menariknya, berwisata ke Kota Gudeg tidak selalu membutuhkan budget besar lho. Dengan memilih transportasi yang tepat, penginapan ekonomis, hingga tempat makan yang ramah kantong, perjalanan ke Jogja bisa tetap nyaman tanpa menguras tabungan.

Berikut sejumlah tips liburan hemat selama berada hari di Yogyakarta, dan beberapa pos pengeluaran yang bisa ditekan, terutama transportasi dan akomodasi.

1. Berburu Tiket Kereta dari Jauh Hari

Salah satu pengeluaran terbesar dalam perjalanan menuju Jogja adalah ongkos transportasi.

Kereta api kelas ekonomi bisa menjadi pilihan bagi traveler yang ingin menekan biaya perjalanan.

Tak banyak yang tahu ada tiket kereta ekonomi dengan harga sekitar Rp70 ribu sekali jalan.

Harga tersebut didapat dengan melakukan pemesanan jauh-jauh hari, dilansir dari Aplikasi Access By  KAI, Sabtu (29/8).

Namun, jangan terlalu berekspektasi tinggi jika Anda memilih alternatif ini. Karena, namanya juga kelas ekonomi, jangan bandingkan didalamnya berisi kenyamanan sekelas bisnis ya.

Jika Anda tertarik, kuncinya adalah tidak menunggu sampai mendekati tanggal keberangkatan.

Tiket dengan harga murah biasanya cepat diburu, sehingga calon penumpang perlu rajin mengecek jadwal dan segera melakukan pemesanan ketika menemukan tarif yang sesuai.

Strategi memesan lebih awal juga sejalan dengan imbauan PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini.

KAI menyediakan pembelian tiket melalui kanal resminya, termasuk aplikasi Access by KA

2. Manfaatkan Trans Jogja untuk Keliling Kota

Sesampainya di Yogyakarta, traveler tidak harus selalu mengandalkan taksi online atau kendaraan sewaan. 

Trans Jogja bisa menjadi alternatif transportasi yang lebih ekonomis untuk menjangkau berbagai kawasan di kota.

Dilansir dari dishub.jogjaprov.go.id, Sabtu (29/8), Dinas Perhubungan DIY mencatat Trans Jogja memiliki sejumlah rute dan ratusan halte yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Informasi tarif yang ditampilkan dalam unggahan traveler juga menunjukkan tarif reguler Trans Jogja.

Berdasarkan informasi terbaru Dinas Perhubungan DIY, tarif layanan reguler saat ini tercatat Rp3.500 untuk pembayaran umum secara tunai, dan Rp2.700 untuk pembayaran non-tunai.

Terdapat juga tarif khusus untuk kategori tertentu, seperti Pelajar (Rp500) dan Lansia (Rp2.000).

Bagi traveler yang ingin menghemat, transportasi publik seperti ini bisa menjadi pilihan menarik.

Selain memangkas biaya perjalanan, menggunakan transportasi publik juga memungkinkan wisatawan menikmati suasana Kota Jogja dari dekat.

3. Penginapan Kabin (Sleepbox) Bisa Jadi Pilihan

Soal tempat menginap, traveler dengan bujet terbatas bisa mempertimbangkan hotel kapsul atau sleepbox.

Penginapan model kabin menawarkan ruang tidur yang lebih sederhana dan compact dibandingkan kamar hotel konvensional.

Konsep tersebut cocok bagi traveler yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar penginapan.

Berdasarkan penelusuran penulis, tarifnya berada di kisaran Rp70–80 ribuan saja per malamnya.

Meski begitu, harga penginapan dapat berubah sesuai tanggal dan ketersediaan kamar.

Sebagai informasi, saat ini telah banyak hotel bertipe Sleepbox di kawasan sekitar Malioboro.

Namun, hotel jenis ini juga memiliki kekuangan. Kekurangannya cukup jelas, ruang kabin relatif sempit dan memang dirancang untuk satu orang.

Bagi traveler solo yang lebih mengutamakan lokasi dan harga daripada luas kamar, konsep ini bisa menjadi alternatif.

4. Wisata Jogja, dari Malioboro hingga Candi

Setelah urusan transportasi dan tempat tinggal beres, pilihan destinasi juga bisa disesuaikan dengan bujet.

Kawasan Malioboro, misalnya, bisa dinikmati dengan berjalan kaki. Suasana jalan, deretan toko, bangunan lama, hingga kuliner kaki lima menjadi bagian dari pengalaman berwisata.

Sementara itu, bagi yang ingin menikmati sisi budaya dan sejarah, kawasan Candi Prambanan menawarkan pengalaman berbeda.

Wisatawan juga dapat menyusun itinerary berdasarkan lokasi agar biaya transportasi tidak membengkak akibat terlalu sering berpindah tempat.

5. Makan Sederhana, Pengalaman Tetap Berkesan

Budget liburan juga kerap habis tanpa terasa karena urusan makanan. Padahal, Jogja dikenal memiliki banyak pilihan kuliner dengan harga beragam.

Warung makan sederhana dapat menjadi pilihan dibandingkan restoran dengan harga premium.

Menu nasi dengan lauk seperti ayam atau makanan rumahan sudah cukup untuk mengisi tenaga sebelum kembali menjelajah kota.

Prinsipnya sederhana: tidak semua momen liburan harus mahal untuk bisa berkesan.

6. Kuncinya Ada di Perencanaan

Liburan hemat ke Jogja bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan sepenuhnya. Justru, perencanaan sejak awal menjadi faktor penting.

Mulai dari membeli tiket kereta jauh-jauh hari, memanfaatkan transportasi publik, memilih penginapan sesuai kebutuhan, hingga menentukan destinasi berdasarkan lokasi bisa membantu menekan pengeluaran.

Dengan strategi tersebut, Jogja tetap bisa menjadi destinasi yang menyenangkan bagi traveler dengan bujet terbatas.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti