JawaPos.com - Saat ini, Seoul yang merupakan ibu kota dari Korea Selatan sedang bersiap memperluas cakupan aktivitas kehidupan malamnya, hingga melampaui sekadar makan malam dan minum-minum.
Pemerintah menyiapkan berbagai rencana, mulai dari kunjungan museum di Seoul pada malam hari, kegiatan mendaki, sesi meditasi di kuil, pertunjukan drone, hingga pasar kuliner.
Rencana tersebut tengah disiapkan, sebagai bagian dari upaya baru untuk mengubah Seoul menjadi destinasi yang hidup selama 24 jam.
Pemerintah Metropolitan Seoul mengumumkan rencana tersebut pada hari Kamis (20/8), dengan menyasar rentang waktu antara pukul 18.00 malam hingga 06.00 pagi.
Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah akan mengintegrasikan kawasan budaya, pariwisata, dan komersial dengan layanan transportasi yang diperluas.
Dikutip dari Korea Times, inisiatif ini muncul seiring dengan tren wisatawan mancanegara yang tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang di ibu kota.
Pada semester pertama tahun ini, sebanyak 8,23 juta wisatawan asing mengunjungi Seoul, meningkat 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Nilai transaksi kartu kredit mereka, mencapai 5,6 triliun won atau sekitar Rp71,8 triliun yang naik hingga 56,8 persen.
Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah kota menargetkan untuk menghasilkan tambahan konsumen di malam hari senilai 5 triliun won atau sekitar Rp64 triliun per tahun, serta menarik 30 juta wisatawan dalam kurun waktu lima tahun.
Pemerintah kota akan menetapkan Dongdaemun Design Plaza (DDP), gunung Nam, Gwanghwamun, dan sungai Han sebagai empat landmark malam hari utama di Seoul.
Empat landmark tersebut akan menyesuaikan konten di setiap area, untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan serta menyebarkan manfaat ekonomi, ke kawasan komersial di sekitarnya.
Program 'Seoul Museum Night', akan berjalan sebagai proyek percontohan dari bulan September hingga November sebelum ditetapkan secara permanen pada tahun 2027, dengan setiap fasilitas menawarkan acara-acara khas, termasuk tur ramah keluarga dan diskusi pameran yang dipandu oleh kurator.
Program 'Seoul Moonlight Market' akan diperluas dari lima lokasi tahun ini menjadi 25 lokasi pada tahun 2028, dengan pemerintah kota memberikan dukungan kepada restoran-restoran lama, melalui peningkatan fasilitas serta upaya branding dan pemasaran.
Untuk meningkatkan mobilitas, pemerintah kota akan meluncurkan 'Firefly Bus' pada bulan Oktober, yang menghubungkan berbagai objek wisata malam utama serta pusat transportasi di kawasan seperti Hongdae, Gwanghwamun, DDP, Myeongdong, dan Gangnam.
Berbeda dengan rute bus malam yang sudah ada, layanan ini akan lebih berfokus menghubungkan destinasi wisata utama dengan titik-titik transit penting.