JawaPos.com - Stiker Bonbon Drop yang semula menyasar anak-anak sekolah dasar kini menjadi tren di Jepang dan diburu berbagai kalangan. Popularitasnya bahkan membuat produk tersebut kerap habis di toko hingga memicu peredaran stiker palsu dan penangkapan sejumlah orang.
Seperti dilansir Kyodo, Senin (10/8), stiker produksi perusahaan alat tulis asal Osaka, Q-Lia Co., itu memiliki bentuk tebal dengan tampilan transparan seperti kaca. Konsumen rela memburu lembaran stiker tersebut begitu stok baru tiba di toko.
Tren bertukar stiker yang populer di kalangan anak-anak Jepang beberapa dekade lalu kini kembali muncul. Salah satu tempat yang menjadi wadah tren tersebut adalah kafe khusus pertukaran stiker di Osaka.
Pengunjung kafe terlihat membawa album dan saling menawarkan koleksi mereka. Pengelola kafe, Mika Kawano, 34, mengatakan tempatnya bahkan penuh pada hari-hari tertentu dan memiliki banyak pelanggan tetap.
Q-Lia mulai mengembangkan Bonbon Drop pada Maret 2024 setelah melakukan perencanaan selama sekitar enam bulan. Kepala pengembangan perusahaan, Seiichi Kurakake, mengatakan pihaknya ingin menciptakan "stiker yang belum pernah kami lihat sebelumnya."
Pada awalnya, produk tersebut ditujukan untuk anak-anak sekolah dasar. Namun, basis penggemarnya meluas setelah pengguna media sosial mulai mengunggah foto casing ponsel dan wadah kosmetik yang dihiasi Bonbon Drop sekitar musim semi 2025.
Perempuan dewasa kemudian menjadi salah satu kelompok konsumen utama. Kurakake mengatakan perusahaan tidak menyangka produk tersebut dapat memperluas kembali budaya stiker hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.
Profesor Institut Teknologi Shibaura Yohei Harada, yang mempelajari budaya anak muda, menilai tren tersebut merupakan bagian dari kebangkitan kembali budaya masa lalu.
Menurut dia, perempuan berusia akhir 20-an hingga 30-an yang dulu gemar bertukar stiker saat masih anak-anak kini telah memiliki penghasilan sendiri. Mereka lebih leluasa membeli barang yang menghadirkan kembali kenangan masa kecil.
Popularitas Bonbon Drop tercermin dari jumlah pengirimannya. Hingga akhir Juni, pengiriman kumulatif produk tersebut mencapai 34 juta lembar, melonjak dari 4 juta lembar pada April 2025.
"Kami memperkirakan produksi akan terus meningkat dalam kondisi saat ini," kata Kurakake. Ia menambahkan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan pasokan mencukupi untuk memenuhi permintaan.
Namun, tingginya permintaan juga menarik peredaran produk palsu.
Pada Mei, polisi menangkap seorang eksekutif perusahaan dan seorang pemilik usaha karena diduga melanggar hak cipta. Keduanya kedapatan memiliki 1.016 lembar stiker palsu yang rencananya dijual di sebuah pusat perbelanjaan di Nagoya.
Pengadilan ringkas kemudian memerintahkan keduanya membayar denda pada Juni. Seorang perempuan juga ditangkap pada Juni karena diduga mencoba menjual stiker Bonbon Drop palsu di toko barang kebutuhan sehari-hari miliknya di Prefektur Osaka.
Kepada penyidik, perempuan tersebut mengatakan stiker palsu itu diimpor dari Tiongkok.
Q-Lia telah memasang pemberitahuan di toko daringnya sejak November 2025. Perusahaan mengingatkan bahwa produk resmi memiliki pemberitahuan berbahasa Jepang di bagian belakang lembaran stiker dan meminta konsumen menikmati produk tersebut secara wajar.