← Beranda
8 Cara ke Pusat Kota Surabaya dari Bandara Juanda, Bisa Naik DAMRI Mulai Rp 35 Ribu
Rian AlfiantoSelasa, 7 Juli 2026 | 01.11 WIB
Bandara Juanda memastikan penerbangan umrah tetap normal di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com - Mencari transportasi dari Bandara Internasional Juanda ke pusat Kota Surabaya tidaklah sulit. Tersedia berbagai pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari bus DAMRI yang ramah di kantong, taksi resmi bandara, taksi online, hingga layanan antar-jemput hotel.

Buat yang belum pernah, jarak Bandara Juanda menuju pusat Kota Surabaya sekitar 20-25 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 30-45 menit melalui jalan tol. Biaya perjalanan pun bervariasi, mulai dari Rp 35.000 hingga sekitar Rp200.000, tergantung moda transportasi yang dipilih.

Bagi wisatawan, pebisnis, maupun warga yang baru tiba di Surabaya, berikut pilihan transportasi dari Bandara Juanda menuju pusat kota yang bisa menjadi referensi.

Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Spanyol vs Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026: Rodri Tak Gentar Hadapi Tim Bertabur Bintang

1. Bus DAMRI, Pilihan Paling Hemat

Bus DAMRI menjadi transportasi favorit bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya perjalanan.

Tarifnya sekitar Rp 35.000 dengan rute menuju Terminal Purabaya (Bungurasih) maupun beberapa titik strategis di Surabaya, termasuk kawasan Terminal Joyoboyo.

Moda ini cocok untuk backpacker maupun pelancong yang tidak membawa banyak barang.

2. Taksi Resmi Bandara

Baca Juga: Menhut Raja Juli Luncurkan Empat Proyek, Perdagangan Karbon Tak Lagi Omon-omon

Bagi yang mengutamakan kenyamanan, taksi resmi bandara bisa menjadi pilihan.
Layanan ini tersedia di area kedatangan melalui konter resmi, seperti Primkop AU.

Tarif menggunakan argo atau sistem zona sesuai tujuan sehingga penumpang tidak perlu mencari kendaraan di luar area bandara.

Pilihan ini juga ideal bagi penumpang yang membawa koper atau barang bawaan dalam jumlah banyak.

3. Taksi Online

Grab, Gojek, maupun Maxim menjadi alternatif yang praktis dengan tarif berkisar Rp 120.000 hingga Rp 180.000, tergantung kondisi lalu lintas dan lokasi tujuan.

Penumpang perlu menuju area penjemputan khusus yang telah ditentukan karena kendaraan online tidak dapat menjemput langsung di depan terminal.

Baca Juga: Ofero Carria 1 Meluncur, Motor Listrik Berjarak Tempuh 130 Km dan Muat Beban 200 Kg

4. Shuttle Hotel

Sejumlah hotel berbintang di Surabaya menyediakan layanan airport transfer untuk tamunya.

Beberapa hotel bahkan menawarkan fasilitas antar-jemput yang sudah termasuk dalam paket menginap, sementara lainnya menyediakan layanan berbayar. Sebaiknya lakukan konfirmasi kepada pihak hotel sebelum hari kedatangan.

5. Sewa Mobil

Di kawasan Bandara Juanda tersedia banyak penyedia jasa rental mobil, baik dengan sopir maupun lepas kunci.

Pilihan ini cocok bagi wisatawan yang ingin berkeliling Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga destinasi lain di Jawa Timur tanpa bergantung pada transportasi umum.

6. Private Transfer

Layanan antar-jemput pribadi juga semakin diminati karena menawarkan kenyamanan lebih.

Wisatawan dapat memesan kendaraan beserta sopir melalui berbagai platform perjalanan sebelum tiba di Surabaya sehingga mobil sudah siap menjemput saat pesawat mendarat.

7. Ojek Online

Bagi pelancong yang bepergian sendirian dan hanya membawa tas ringan, ojek online bisa menjadi opsi tercepat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Target Tuntaskan 120 Titik Genangan Lagi pada 2026

Layanan GrabBike maupun GoRide tersedia
dengan titik penjemputan khusus kendaraan roda dua di area bandara.

8. Kombinasi Ojek dan Commuter Line

Jika ingin mencoba transportasi yang lebih ekonomis sekaligus merasakan pengalaman naik kereta lokal, Anda bisa menggunakan ojek atau taksi online menuju Stasiun Gedangan.

Dari stasiun tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan Commuter Line menuju Stasiun Gubeng atau Stasiun Surabaya Kota yang berada di kawasan pusat Surabaya.

Cara ini memang membutuhkan waktu lebih lama dibanding kendaraan langsung, tetapi bisa menjadi alternatif menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati perjalanan dengan biaya lebih terjangkau.

EDITOR: Bintang Pradewo