JawaPos.com – Pacitan selama ini identik dengan deretan pantainya yang memesona seperti Pantai Klayar, Pantai Srau, dan Pantai Watu Karung.
Namun di balik pesona pantainya, kota ini juga menyimpan banyak destinasi wisata alternatif yang tak kalah menarik untuk dijelajahi.
Mulai dari petualangan di perut bumi, susur sungai, hingga wisata sejarah dan edukasi, semuanya tersedia di sini.
Dilansir dari laman pakettourpacitan.com dan Traveloka pada Jumat (29/5), berikut sepuluh rekomendasi tempat wisata alternatif buat liburan di Pacitan selain pantai.
1. Goa Gong
Goa sepanjang sekitar 256 meter ini berlokasi di Desa Bomo, Kecamatan Punung, dan dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp 20.000 untuk dewasa.
Formasi stalaktit dan stalagmit raksasa yang berkilauan bagai kristal di dalamnya menjadikan goa ini diklaim sebagai salah satu gua terindah di Asia Tenggara.
Lampu warna-warni di dalam goa menambah kesan dramatis, sementara salah satu batunya jika dipukul akan mengeluarkan bunyi menyerupai gong, itulah asal muasal namanya.
2. Goa Tabuhan
Berlokasi di Desa Wareng, Kecamatan Punung, tidak jauh dari Goa Gong, goa ini buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp 10.000.
Keunikan utamanya adalah formasi stalaktit dan stalagmit yang jika dipukul menghasilkan bunyi harmonis menyerupai gamelan Jawa, sehingga tempat ini kerap dijadikan panggung pertunjukan musik tradisional.
Goa ini dulunya dikenal dengan nama Goa Tapan karena dipercaya pernah menjadi tempat bertapa Pangeran Diponegoro yang bernama kecil Sentot Alibasya Prawiradirejo.
3. Goa Luweng Jaran
Goa ini dikenal sebagai salah satu yang terdalam di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, menawarkan pengalaman caving yang jauh lebih ekstrem dari goa wisata biasa.
Di dalamnya terdapat sungai bawah tanah, lorong-lorong gelap, dan formasi batuan yang masih sangat alami dan belum banyak tersentuh.
Kunjungan ke goa ini wajib didampingi pemandu profesional dan menggunakan perlengkapan keselamatan standar caving.
4. Sungai Maron
Sungai yang dijuluki "Amazon-nya Jawa Timur" ini terletak di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, dan buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dengan tiket masuk Rp 5.000 hingga Rp 10.000 belum termasuk sewa perahu.
Pengunjung dapat menyusuri aliran sungai yang tenang dan berwarna kehijauan menggunakan perahu tradisional selama kurang lebih 45 menit hingga satu jam hingga tiba di muara Pantai Ngiroboyo.
Sepanjang perjalanan, tebing-tebing tinggi yang ditutupi pepohonan rimbun di kanan kiri sungai menciptakan suasana seperti berada di hutan tropis terpencil.
5. Monumen Jenderal Sudirman
Monumen yang didedikasikan untuk mengenang jasa pahlawan nasional Jenderal Sudirman ini terletak di kawasan Menur, Pakisbaru, Kecamatan Nawangan.
Patung sang jenderal setinggi 8 meter berdiri megah di sana, dengan tiga kelompok anak tangga berjumlah 45, 8, dan 17 yang melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia.
Di setiap dinding bangunan terdapat relief tembaga yang mengisahkan perjalanan hidupnya mulai dari kelahiran, perjuangan di PETA, hingga masa gerilya.
6. Museum SBY-Ani
Museum dan Galeri Seni SBY-Ani berlokasi di Jalan Teluk Tambora No. 16, Plelen, Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, dan dibangun untuk mengenang perjalanan hidup Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
Di dalamnya terdapat beberapa zona yang menampilkan berbagai aspek kehidupan SBY, mulai dari masa kecil, karir militer, masa kepresidenan, hingga masa pensiun.
Koleksi foto, dokumen, dan karya seni lukis Ani Yudhoyono juga dipamerkan di sini, menjadikannya destinasi yang memadukan sejarah, budaya, dan kesenian sekaligus.
7. Sentono Gentong
Bukit yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku ini buka 24 jam dengan tiket masuk Rp 5.000 hingga Rp 10.000, dan menawarkan panorama tiga dimensi yang langka.
Dari atas bukit ini, pengunjung bisa menyaksikan hamparan kota, birunya Teluk Pacitan, dan jajaran perbukitan kapur secara bersamaan dalam satu bidang pandang.
Selain pemandangan alam, tempat ini juga memiliki nilai historis dan spiritual karena terdapat area makam kuno yang konon merupakan petilasan tokoh spiritual masa lalu.
8. Gunung Lanang
Meski bernama gunung, tempat ini lebih menyerupai bukit batu yang menonjol dengan pemandangan spektakuler ke arah laut selatan, perbukitan hijau, dan area persawahan.
Destinasi ini sangat populer di kalangan pengunjung yang gemar berkemah, dengan suasana yang sejuk dan tenang jauh dari kebisingan kota.
9. Museum Song Terus
Museum ini dibangun untuk menyimpan dan memamerkan temuan arkeologi dari Goa Song Terus, situs tempat tinggal manusia purba yang sangat penting secara historis.
Berlokasi di Desa Wareng, Kecamatan Punung, berdekatan dengan Goa Tabuhan, museum ini buka setiap Selasa hingga Minggu pukul 08.00 hingga 16.00 WIB dengan tiket masuk sekitar Rp 15.000 untuk WNI.
Koleksinya mencakup artefak, fosil, dan peralatan manusia prasejarah yang menjadikannya destinasi edukatif bagi pengunjung dari berbagai kalangan usia.
10. Beiji Park
Taman rekreasi modern ini dikembangkan sebagai destinasi keluarga yang menyediakan berbagai wahana, kafe, dan area bermain dalam satu kawasan.
Keunggulan utamanya adalah lokasi yang strategis dengan latar belakang pemandangan Teluk Pacitan, sehingga pengunjung bisa bersantai sambil menikmati view laut dari kejauhan.