JawaPos.com – Malang dan kawasan sekitarnya dikenal sebagai surga wisata air terjun yang menawarkan keindahan dan kesegaran alam yang luar biasa.
Dari air terjun bertingkat, bercabang, hingga yang langsung jatuh ke tepi laut, setiap destinasi menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda.
Suasana hijau, udara segar pegunungan, dan kejernihan air menjadikan wisata air terjun di kawasan ini pilihan liburan yang menyegarkan jiwa.
Dilansir dari laman GoTravelly dan Traveloka pada Jumat (15/5), berikut 15 rekomendasi wisata air terjun paling segar buat liburan di Malang.
1. Coban Sewu
Berlokasi di Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, air terjun di perbatasan dua kabupaten ini dikenal dengan dua nama, yakni Coban Sewu di sisi utara dan Tumpak Sewu di sisi selatan.
Ketinggiannya mencapai 180 meter dengan bentuk melengkung yang dihiasi ornamen tumbuhan hijau di sekelilingnya, menciptakan pemandangan yang sangat megah dan dramatis.
Banyak aliran air yang mengumpul menjadi satu di titik ini, menghadirkan sensasi kesegaran yang luar biasa bagi setiap pengunjungnya.
2. Coban Cinde
Berlokasi di Benjor, Kecamatan Tumpang, sekitar 27 kilometer dari pusat kota, air terjun tersembunyi ini termasuk kategori hidden gem yang belum banyak diketahui wisatawan.
Namanya terinspirasi dari bentuk aliran airnya yang berkibar-kibar seperti syal, diperkuat oleh debit air yang cukup besar dan deras.
Kondisi alamnya yang masih sangat alami menjadikan tempat ini cocok juga sebagai lokasi olahraga fisik ringan di tengah alam terbuka.
3. Coban Manten
Berlokasi di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, sekitar 30 kilometer dari pusat kota, air terjun yang juga dikenal sebagai Coban Kembar ini menampilkan dua aliran air yang berdiri berjajar seperti sepasang pengantin.
Untuk mencapai Coban Manten, pengunjung harus melewati kawasan Coban Rondo terlebih dahulu karena lokasinya berada paling tinggi di antara ketiga air terjun dalam satu kawasan ini.
Tiket masuk ke kawasan ini sekitar Rp15.000 per orang, termasuk dalam satu paket dengan akses ke Coban Rondo dan Coban Tengah.
4. Coban Trisula
Berlokasi di Dusun Ngadas, Poncokusumo, air terjun bertingkat tiga ini mendapat namanya dari aliran airnya yang turun dalam tiga tingkatan berbeda menyerupai senjata trisula.
Tingkat teratas disebut Coban Atas dengan ketinggian 35 meter, diikuti Coban Tengah setinggi 2,5 meter, dan Coban Bawah yang berfungsi sebagai penampung air di bagian dasar.
Kawasan ini juga kaya flora langka seperti anggrek dan beragam tumbuhan paku, serta kerap menjadi tempat persinggahan para pendaki Gunung Bromo.
5. Sumber Pitu Tumpang
Berlokasi di Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, air terjun yang juga disebut Umbulan Pitu ini menonjolkan keunikannya berupa deretan air yang seolah keluar dari sela-sela rerumputan tebal di tebing.
Dipercaya bersumber dari tujuh mata air yang lokasinya berdekatan, susunan air terjun yang berjajar ini menciptakan pemandangan yang sangat memukau dan tidak lazim.
6. Ringin Gantung
Berlokasi tidak jauh dari Sumber Pitu Tumpang, air terjun setinggi 40 meter ini mendapat namanya dari sebuah pohon beringin yang tumbuh menempel di dinding tebing barat dan tampak seperti menggantung.
Keistimewaan lain air terjun ini adalah debit airnya yang stabil sepanjang tahun tanpa terpengaruh oleh musim hujan maupun kemarau.
7. Sumber Pitu Pujon
Berlokasi di Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, air terjun ini dapat dicapai melalui jalur yang cukup menantang dengan tiket masuk sekitar Rp6.000 hingga Rp10.000 per orang.
Pemandangannya mirip dengan Sumber Pitu Tumpang, namun hampir seluruh tebingnya tertutup rerumputan hijau yang menciptakan kesan tirai hijau alami yang mengalirkan air deras.
8. Coban Nirwana
Berlokasi di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, air terjun yang sebelumnya dikenal dengan nama Coban Mbok Karimah ini belum memiliki tiket masuk resmi, hanya sumbangan sukarela dari pengunjung.
Air terjunnya terbagi menjadi dua tingkat, di mana tingkat pertama menampilkan satu aliran air dan tingkat kedua menghadirkan dua aliran air sekaligus yang sangat indah.
9. Coban Talun
Berlokasi di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Batu, sekitar 15 km dari pusat kota, air terjun setinggi 75 meter ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi dari area loket dengan tiket masuk Rp5.000 per orang.
Keunikannya terletak pada aliran air yang seolah ditampung oleh bebatuan alami sebelum kembali mengalir menjadi beberapa air terjun kecil yang cantik di sekitarnya.
Tarif parkir di kawasan ini Rp2.000 untuk motor dan Rp4.000 untuk mobil, dengan suasana alam hijau yang memanjakan mata.
10. Coban Rondo
Berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Pujon, air terjun setinggi sekitar 60 meter ini termasuk yang paling mudah diakses di kawasan ini dengan tiket masuk Rp15.000 per orang.
Selain menikmati air terjun utama, pengunjung dapat menjelajahi taman labirin dengan tiket tambahan Rp10.000, serta menikmati fasilitas area camping dan berbagai wahana outbound.
11. Coban Gintung
Berlokasi di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading, sekitar 75 km dari pusat kota, air terjun ini mudah dijangkau berkat ketersediaan papan petunjuk jalan yang jelas menuju lokasinya.
Daya tarik utamanya selain keindahan air terjun adalah keberadaan rumah pohon yang dibangun di samping air terjun dan menjadi spot foto favorit pengunjung.
Tidak ada tiket masuk resmi di sini, hanya biaya parkir sekitar Rp5.000 untuk motor dan Rp10.000 untuk mobil.
12. Coban Anjlok
Berlokasi di Pantai Lenggoksono, Desa Tirtoyudo, Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, air terjun ini memiliki keunikan karena alirannya langsung jatuh ke tepi laut.
Pengunjung dapat naik ke atas tebing untuk berendam sambil menikmati panorama laut lepas yang terbuka luas di bawahnya.
Nama Coban Anjlok merujuk pada debit airnya yang sangat besar dan deras saat jatuh ke permukaan di bawahnya.
13. Air Terjun Telaga 3 Warna
Berlokasi di Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading, Dampit, jalur menuju air terjun ini tergolong cukup ekstrem dengan waktu tempuh sekitar 90 menit dari area parkir tiket.
Keindahannya terletak pada aliran air yang tampak seolah ditampung di tiga kolam berbeda dengan warna air yang berbeda-beda di setiap kolam.
14. Coban Pelangi
Berlokasi di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, air terjun yang termasuk dalam kawasan Wana Wisata Taman Nasional Bromo ini dikelola oleh Perum Perhutani KPH setempat.
Namanya berasal dari fenomena bias pelangi yang muncul saat percikan airnya terkena sinar matahari langsung, menciptakan pemandangan yang sangat memukau.
15. Coban Kethak
Berlokasi di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, air terjun yang tergolong baru ini mudah diakses berkat infrastruktur jalan yang sudah cukup baik menuju lokasinya.
Keunikan utamanya adalah keberadaan batu berbentuk menyerupai kepala singa yang berada tepat di bawah aliran air terjun sebagai daya tarik tersendiri.