← Beranda
Cocok Buat Pendaki Pemula, 11 Gunung dan Bukit di Mojokerto yang Aman untuk Hiking Santai dan Seru
Mohammad Maulana IqbalMinggu, 5 April 2026 | 14.57 WIB
rekomendasi gunung dan bukit di Mojokerto untuk hiking pendaki pemula../Freepik/ jcomp

JawaPos.com – Mojokerto menawarkan berbagai pilihan bukit dan gunung yang sangat cocok untuk pendaki pemula yang baru memulai petualangan hiking.

Kawasan pegunungan di Mojokerto memiliki jalur-jalur pendakian ramah dengan pemandangan memukau yang cocok untuk pendaki pemula yang ingin mencoba hiking.

Beragam bukit dan gunung di Mojokerto dapat dijadikan latihan hiking bagi pendaki pemula sebelum menaklukkan puncak yang lebih tinggi.

Dilansir dari laman Lapis Pahlawan dan Traveloka pada Sabtu (4/4), berikut sebelas rekomendasi gunung dan bukit di Mojokerto untuk hiking pendaki pemula yang santai dan seru.

Baca Juga: 11 Taman Kota Surabaya dengan Udara Sejuk yang Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

1. Watu Jengger

Tempat ini sering disebut sebagai ikon pendakian di kawasan ini dengan ketinggian mencapai 1.100 mdpl.

Jalur pendakian cukup ramah untuk pemula dengan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam perjalanan.

Tersedia dua jalur berbeda yang dapat dipilih yakni melalui Nawangan atau melalui Rejosari sesuai preferensi.

Pemandangan Gunung Penanggungan dan Gunung Pundak terlihat jelas dari puncak dengan panorama yang sangat memukau.

2. Puthuk Gragal

Baca Juga: 13 Spot Jogging Favorite Akhir Pekan di Surabaya yang Nyaman dan Minim Polusi

Dengan ketinggian 1.480 mdpl, jalur pendakian menawarkan tantangan namun tetap bersahabat untuk pemula yang baru mencoba.

Terdapat empat pos istirahat di sepanjang perjalanan dan beberapa dilengkapi bonus air terjun yang menyegarkan.

Coban Cepung dan Coban Cakung menjadi daya tarik tambahan yang dapat dinikmati saat beristirahat di pos.

Pemandangan Gunung Penanggungan, Gunung Pundak, Gunung Arjuno, dan Puthuk Siwur terlihat dari puncak dengan jelas.

3. Puthuk Siwur

Berada di ketinggian 1.429 mdpl dengan jalur yang ramah pemula dan waktu tempuh sekitar tiga jam.

Baca Juga: 10 Wisata di Surabaya yang Bisa Dijangkau Suroboyo Bus, Liburan Hemat tapi Tetap Nikmat

Puncak memiliki area luas yang sangat cocok untuk camping bersama komunitas maupun rombongan besar.

Saat kabut turun, suasana magis tercipta dan menjadi spot foto favorit para pendaki yang berkunjung.

Berlokasi di Jalan Mustofa Kamal Pasa, Dusun Mligi, Claket, Kecamatan Pacet dengan biaya masuk Rp10.000.

4. Puncak Bayangan Penanggungan

Lokasi ini menjadi pilihan tepat untuk merasakan sensasi mendaki tanpa harus sampai ke puncak utama.

Berada di ketinggian 1.635 mdpl dengan trek via jalur Tamiajeng yang relatif singkat namun cukup menantang.

Beberapa tanjakan curam dengan kemiringan hingga 45 derajat memberikan pengalaman mendaki yang sedikit memacu adrenalin.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Wisata Pantai Terbaik di Pacitan dengan Spot Foto Estetik yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan

Biaya masuk berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 dengan akses terbuka 24 jam setiap hari tanpa batasan.

5. Cendono

Memiliki ketinggian 1.131 mdpl dengan jalur yang landai dan sangat cocok untuk pemula yang baru belajar mendaki.

Fasilitas cukup lengkap mulai dari basecamp, pos pendakian, hingga area camping yang nyaman untuk bermalam.

Panorama pedesaan, ladang sayur, dan perbukitan Tahura Raden Soerjo terlihat indah dari atas dengan jelas.

Terletak di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet dengan akses 24 jam dan tiket masuk Rp11.000.

6. Sarah Klopo

Anak gunung dari Penanggungan dengan ketinggian 1.245 mdpl terkenal dengan keberadaan situs sejarah di jalurnya.

Perjalanan dapat dimulai dari Kedungudi atau jalur Jolotundo sesuai dengan preferensi pendaki yang berkunjung.

Jalur dari Kedungudi cukup ramah untuk pemula dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam.

Biaya masuk dikenakan sekitar Rp15.000 dengan tambahan biaya parkir sebesar Rp10.000 per kendaraan yang dibawa.

7. Pundak

Terletak di Kecamatan Pacet dengan ketinggian 1.585 mdpl sebagai bagian dari rangkaian Pegunungan Arjuno-Welirang.

Jalur pendakian didominasi hutan pinus yang sejuk dan teduh memberikan kenyamanan selama perjalanan mendaki.

Waktu tempuh ke puncak rata-rata hanya sekitar dua jam sehingga sangat cocok untuk pemula.

Jalur yang jelas dan minim tanjakan terjal membuat pengalaman mendaki terasa lebih santai dan menyenangkan.

8. Bekel

Merupakan bagian dari kompleks Penanggungan dengan ketinggian 1.238 mdpl yang mudah dijangkau oleh pendaki pemula.

Jalur via Jolotundo paling banyak digunakan karena trek yang ramah dan tidak terlalu terjal untuk dilalui.

Daya tarik utama adalah keberadaan situs candi di sepanjang jalur pendakian yang menambah nilai historis.

Biaya masuk ke pos pendakian dikenakan Rp10.000 per orang dengan akses terbuka 24 jam setiap hari.

9. Butak

Meski memiliki ketinggian cukup tinggi mencapai 2.868 mdpl, jalur pendakian cukup landai untuk pendaki pemula.

Jalur paling populer adalah via Panderman yang terkenal dengan trek panjangnya namun tidak terlalu sulit.

Perjalanan menuju puncak memakan waktu hingga 12 jam karena medan panjang bukan karena tingkat kesulitan.

Biaya masuk jalur ini sekitar Rp20.000 belum termasuk biaya parkir kendaraan yang digunakan pengunjung.

10. Penanggungan

Salah satu favorit di kawasan ini dengan ketinggian 1.653 mdpl dan jalur pendakian yang bervariasi.

Dikenal sebagai gunung berapi kerucut yang kini sedang beristirahat dengan pemandangan alam yang masih asri.

Tersedia berbagai jalur pendakian seperti Jolotundo, Kedungudi, hingga Wonosunyo sesuai preferensi pendaki yang berkunjung.

Jalur cukup bersahabat dengan waktu tempuh tiga hingga empat jam dan biaya masuk sekitar Rp15.000.

11. Lorokan

Terletak sekitar 30 kilometer dari pusat kota tepatnya di Desa Sendi, Pacet dengan ketinggian 1.100 mdpl.

Estimasi waktu tempuh ke puncak hanya sekitar dua jam sehingga sangat cocok untuk pendaki pemula santai.

Jalur menuju puncak bisa dilalui melalui perkebunan atau jalur Air Terjun Sumber Waringin yang menyegarkan.

Biaya masuk sekitar Rp15.000 per orang dengan suasana sekitar jalur yang masih sangat alami dan sejuk.

EDITOR: Hanny Suwindari