← Beranda
Liburan Lebaran di Mojokerto: 15 Tempat Wisata Favorit untuk Dikunjungi dari Alam hingga Sejarah
Mohammad Maulana IqbalSelasa, 24 Maret 2026 | 05.38 WIB
rekomendasi tempat wisata Mojokerto yang cocok untuk liburan lebaran../ Freepik/ wirestock

JawaPos.com – Momen Lebaran selalu menjadi waktu yang paling tepat untuk menjelajahi destinasi baru.

Kota Mojokerto hadir sebagai pilihan Wisata yang kaya akan perpaduan sejarah, alam, dan hiburan keluarga.

Dari candi bersejarah hingga air terjun tersembunyi, semua siap memanjakan setiap anggota keluarga yang datang.

Liburan di kota yang kaya warisan Majapahit ini dijamin akan meninggalkan kenangan yang sulit untuk dilupakan.

Dilansir dari laman Disparpora Mojokerto dan CIMB Niaga pada Senin (23/3), bahwa ada 15 rekomendasi tempat wisata Mojokerto yang cocok untuk liburan lebaran.

Baca Juga: Ramalan Shio Monyet dan Ayam Besok Selasa 24 Maret 2026: Hoki Asmara Menunggumu!

1. Museum Majapahit

Museum yang berlokasi di kawasan Trowulan ini menyimpan ribuan artefak peninggalan kerajaan terbesar di Nusantara.

Koleksinya meliputi patung arca, kerajinan keramik, prasasti, hingga peta kuno yang memanjakan para pecinta sejarah.

Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya lima ribu rupiah, dan setiap artefak dilengkapi papan keterangan yang informatif.

2. Museum Trowulan

Museum ini mengoleksi berbagai benda arkeologi seperti arca, prasasti, keramik, logam, dan batu bersejarah yang memukau.

Koleksi paling terkenal adalah arca Ganesha yang ditemukan di Candi Penataran dan tersimpan dengan sangat baik.

Fasilitas ruang audio visual dan perpustakaan tersedia untuk memperkaya pengalaman belajar sejarah para pengunjung yang datang.

3. Candi Bajang Ratu

Gapura megah bercorak paduraksa ini berdiri kokoh di tengah taman yang luas dan sangat terawat dengan baik.

Relief kepala kala, garuda, dan naga yang menghiasi atapnya dipercaya berfungsi sebagai penolak mara bahaya.

Tiket masuknya hanya tiga ribu rupiah dan candi ini buka setiap hari mulai pukul tujuh pagi.

4. Candi Brahu

Candi berlatar belakang agama Buddha ini berdiri megah dengan ukuran yang besar dan sangat memukau pengunjung.

Gaya bangunan dengan profil stupa pada atapnya menjadi penanda kuat identitas Buddha dari candi bersejarah ini.

Pengunjung bisa belajar sejarah langsung dari juru pelihara candi dengan tiket masuk hanya tiga ribu rupiah.

5. Candi Jedong

Dua gapura paduraksa berbahan batu andesit yang masih berdiri kokoh menjadi daya tarik utama candi berusia tua ini.

Kedua gapura dihubungkan oleh pagar bata sepanjang sekitar lima puluh meter yang masih terlihat jelas strukturnya.

Tiket masuk ke situs peninggalan abad ke-14 ini sangat murah, hanya dibanderol tiga ribu rupiah per orang.

6. Petirtaan Jolotundo

Sumber air peninggalan zaman Kerajaan Kahuripan ini dipercaya berkhasiat membuat kulit awet muda dan menyembuhkan penyakit.

Banyak pengunjung datang dengan tujuan religi karena tempat ini masih digunakan untuk berbagai ritual umat Hindu.

Tempat ini buka dua puluh empat jam dengan tiket masuk sepuluh ribu rupiah untuk dewasa dan tujuh ribu lima ratus rupiah untuk anak.

7. Buddha Tidur

Patung Buddha tidur terbesar di Indonesia ini memiliki panjang dua puluh dua meter dan dilapisi lapisan kuningan yang indah.

Patung yang dipahat sejak tahun 1993 ini menggambarkan detik-detik kematian Buddha Gautama secara sangat detail.

Di sekitarnya terdapat kolam ikan, pendopo, serta berbagai arca dan prasasti yang menarik untuk dijelajahi bersama keluarga.

8. Bukit Watu Jengger

Batu besar menyerupai jengger kerbau di puncak bukit setinggi seribu seratus mdpl ini menjadi spot foto paling ikonik.

Udara sejuk pegunungan dan pemandangan alam yang memukau menjadikan bukit ini destinasi favorit para pecinta alam.

Tiket masuknya hanya sepuluh ribu rupiah dan tempat ini buka setiap hari mulai pukul delapan pagi.

9. Ranu Manduro

Hamparan bukit hijau dengan kubangan air luas di tengahnya menciptakan panorama yang menyerupai savana Afrika yang eksotis.

Tempat yang sempat viral di media sosial ini kini menjadi salah satu destinasi alam yang paling banyak dikunjungi.

Kabar baiknya, tiket masuk ke destinasi memukau ini masih gratis sehingga cocok untuk seluruh kalangan pengunjung.

10. Air Terjun Dlundung

Air terjun setinggi enam puluh meter yang dikelilingi hutan lebat ini menawarkan kesejukan alam yang sangat menyegarkan.

Area berkemah tersedia di sekitar kawasan air terjun bagi pengunjung yang ingin bermalam di tengah alam.

Tiket masuknya hanya lima belas ribu rupiah dan tersedia setiap hari mulai pukul delapan pagi hingga empat sore.

11. Air Terjun Coban Canggu

Air terjun dua tingkat dengan ketinggian total sekitar empat puluh lima meter ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga.

Fasilitas lengkap seperti warung makan, tempat parkir, dan toilet tersedia untuk kenyamanan seluruh pengunjung yang datang.

Tiket masuknya sangat terjangkau, hanya sepuluh ribu rupiah, dan buka setiap hari hingga pukul empat sore.

12. Wisata Sawah Sumber Gempong

Hamparan sawah hijau yang asri menyambut pengunjung dengan berbagai aktivitas seru seperti bermain ATV dan sepeda air.

Lokasi yang berada sekitar empat puluh kilometer dari pusat kota ini dapat dicapai dengan kendaraan pribadi maupun umum.

Tiket masuk hanya lima ribu rupiah dengan biaya tambahan untuk wahana ATV dan sepeda air yang sangat seru.

13. Taman Ghanjaran

Taman yang beroperasi setiap hari dari pagi hingga pukul sepuluh malam ini tidak memungut biaya masuk sama sekali.

Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir tiga ribu rupiah untuk motor dan enam ribu rupiah untuk mobil.

14. Pacet Mini Park

Taman rekreasi keluarga ini menawarkan berbagai fasilitas lengkap mulai dari area outbound hingga wahana water park yang seru.

Tiket masuknya sangat terjangkau, berkisar antara sepuluh ribu hingga dua puluh lima ribu rupiah per orang saja.

15. Gunung Penanggungan

Gunung setinggi seribu enam ratus lima puluh tiga mdpl ini memiliki empat jalur pendakian yang bisa dipilih sesuai kemampuan.

Jalur Tamiajeng menjadi rute paling populer yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat hingga lima jam pendakian.

Biaya retribusi pendakian hanya lima belas ribu rupiah dan jalur ini terbuka penuh selama dua puluh empat jam.

EDITOR: Hanny Suwindari