← Beranda
Tidak Hanya Sebagai Pusat Niaga, 5 Pasar di Kota Solo Ini Cocok Jadi Tujuan Wisata
Ridho Nugroho• Selasa, 26 Agustus 2025 | 14.00 WIB
Suasana Pasar Triwindu yang penuh barang antik.

JawaPos.com - Solo bukan hanya dikenal sebagai kota seni dan budaya, tetapi juga memiliki pasar-pasar unik dan sarat sejarah.

Pasar-pasar di Kota Solo tidak hanya menjadi pusat niaga masyarakat, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang khas.

Berikut rekomendasi lima pasar di Kota Solo yang bisa dikunjungi sebagai tempat wisata.

Baca Juga: 6 Destinasi Wisata di Makassar yang Populer, dari Pantai hingga Tempat Bersejarah

  1. Pasar Triwindu (Pusat Barang Antik)

Berdiri sejak 1939, Pasar Triwindu telah lama menjadi pusat perdagangan barang antik.

Dilansir dari situs indonesiakaya.com (25/8), pasar ini dibangun bertepatan dengan 24 tahun Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII bertakhta. Arti Triwindu adalah tiga tahun rangkap tiga, yang hasilnya 24.

Pasar ini menjual beragam barang lawas seperti lampu, uang kuno, radio, hingga mainan tempo dulu.

Direnovasi pada 2008, kini Pasar Triwindu memiliki bangunan bertingkat dua dengan gaya khas Kota Solo, menjadikannya daya tarik bagi kolektor maupun wisatawan umum.

Buat wisatawan yang suka foto-foto, pasar ini bisa jadi pilihan tempat foto bernuansa jadul.

Lokasi Pasar Triwindu terbilang strategis, tidak jauh dari jalan utama Slamet Riyadi, tepatnya Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.

Baca Juga: Benteng Kuto Besak, Warisan Sejarah Palembang yang Kini Jadi Magnet Wisata Sungai Musi

  1. Pasar Gede (Pusat Jajanan Tradisional)

Pasar Gede telah menjadi ikon pasar tradisional Solo sejak era kerajaan dan pendudukan kolonial Belanda.

Berada di jantung Kota Solo, pasar ini menawarkan aneka jajanan tradisional khas Solo seperti nasi liwet, selat Solo, dawet, hingga lenjongan.

Buat pengunjung remaja, jangan khawatir, di lantai 2 Pasar Gede ada juga penjual makanan dan minuman kekinian, seperti aneka kopi, dimsum, hingga makanan ala western.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pasar Gede, disarankan datang menjelang perayaan Imlek, terutama saat festival Grebeg Sudiro.

Grebeg Sudiro adalah festival seni dan budaya simbol toleransi antara etnis Tionghoa dan Jawa.

Saat perayaan ini, Pasar Gede akan bersolek serba merah dengan banyak hiasan lampion.

Pasar Gede beralamat di Jl. Jenderal Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Jebres, Kota Surakarta.

  1. Pasar Klewer (Pusat Batik)

Pasar Klewer dikenal sebagai pasar tekstil terbesar di Kota Solo dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Kata “Klewer” berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti menjuntai.

Dilansir dari laman happytour.id (25/8), dulunya para pedagang memikul barang dagangannya untuk dijual. Kain-kain yang dipikul itu menjuntai, sehingga disebutlah “Klewer”.

Pasar ini menjual batik dengan beragam motif dari berbagai daerah. Mulai dari batik premium sampai yang murah meriah, ada di pasar ini.

Berada tepat di sebelah Keraton Surakarta dan Masjid Agung Surakarta, lokasi ini memudahkan wisatawan untuk menjelajahi situs budaya lainnya setelah berbelanja.

Pasar Klewer terletak di Jl DR. Radjiman, Gajahan, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

  1. Pasar Keris (Pusat Kerajinan)

Seperti namanya, Pasar Keris dikenal sebagai pusat oleh-oleh kerajinan khas, terutama keris dan aksesori pendukungnya seperti gagang dan sarung keris.

Kalau beruntung, pengunjung bisa melihat pengrajin lokal memamerkan keahliannya di sini.

Selain keris, pengunjung juga bisa membeli pernak-pernik seperti cincin berbahan logam dan batu alam, blangkon, hingga aneka topeng.

Pasar Keris menarik bagi pengunjung yang menyukai benda-benda bernilai seni dan tradisi.

Pasar Keris terletak di Kawasan Alun-Alun Utara Keraton, Baluwarti, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta.

  1. Ngarsopuro Night Market

Pasar malam ini digelar setiap Sabtu malam di sepanjang Jalan Diponegoro, tepat di depan Pasar Triwindu.

Menawarkan suasana malam yang semarak, pengunjung bisa berwisata kuliner. Makanan tradisional hingga makanan kekinian, ada di sini.

Selain itu ada juga yang menjual aneka busana, aksesoris, hingga kerajinan tangan.

Tak jauh dari situ, pengunjung bisa ke area Gatsu (Gatot Subroto), karena ada juga pertunjukan musik.

Buat pengunjung yang suka berbelanja dengan suasana terbuka dan semarak, Ngarsopuro Night Market bisa jadi pilihan.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho