JawaPos.com - Masyarakat Indonesia kini semakin memanfaatkan Al dalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses kreatif, kehadiran Al juga semakin terlihat di berbagai tahapan kreatif pengguna, mulai dari mencari ide segar, memproduksi konten, hingga mempelajari hal baru.
Namun, seperti alat lainnya, manfaat Al bergantung pada cara kita menggunakannya. Jika digunakan secara transparan dan bertanggung jawab, Al dapat mengubah cara orang mengekspresikan kreativitas, menemukan minat baru, dan menjaga keamanan. Jadi, secanggih apa pun Al, tetap dibutuhkan pengguna yang memahami cara menggunakannya secara bertanggung jawab.
Pengamat Teknologi Informasi dan Ahli Keamanan Siber, Alfons Tanujaya, mengatakan bahwa tanggung jawab pengguna menjadi semakin penting seiring berkembangnya kemampuan Al.
"Kecepatan perkembangan Al generatif jauh melampaui kecepatan masyarakat beradaptasi mengenalinya. Dulu, membuat sebuah video kreatif butuh waktu yang cukup lama, tapi sekarang, siapa pun bisa menghasilkan gambar atau video yang nyaris tidak terbedakan dari aslinya hanya dalam hitungan detik. Di titik inilah tanggung jawab pengguna dan transparansi dari platform menjadi lini pertahanan utama, bukan lagi pilihan tambahan," ujar Alfons dalam keterangannya, Jumat (16/10).
Jadi, gimana caranya berkreasi dan menjelajahi Al dengan lebih transparan dan bijak? Ikuti lima kebiasaan simpel yang bisa mulai diterapkan dari para kreator berikut ini:
1. Ingat: Al Itu Asisten, Bukan Pengganti Manusia!
Al dapat membantu mengembangkan ide dan membuka lebih banyak kemungkinan dalam berkarya. Namun, perspektif, pengalaman, dan intuisi manusialah yang memberikan identitas dan makna pada setiap karya. Al mengolah pola dari data yang tersedia, sementara manusia membawa cerita hidup dan pemahaman atas konteks ke dalam proses kreatif.
Alfons juga menambahkan, di balik setiap informasi atau konten yang dihasilkan dengan bantuan Al, tetap dibutuhkan campur tangan. manusia. "Nilai tambah yang sesungguhnya lahir ketika kita memberikan perspektif, empati, serta keahlian analitis untuk mengubah data mentah dari Al menjadi solusi yang bermakna dan berdampak positif bagi publik," urainya.
Pastikan setiap karya yang dihasilkan masih mencerminkan suara dan keputusan orisinal kamu. Hindari juga pakai Al untuk meniru gaya atau konten orang lain.
2. Kreatif Boleh, Tapi Tetap Jujur!
Al bisa bantu kamu kerja lebih cepat dan lebih efisien, tapi kualitas hasil akhir tetap ada di tangan kamu. Jangan lupa untuk selalu evaluasi: apakah hasilnya sesuai konteks? Apakah sudah cocok untuk audiens kamu? Yang tidak kalah penting, kalau kamu pakai Al dalam proses kreatif, be open about Kreator TikTok, Theresa juga menekankan bahwa Al bisa menjadi alat pendukung kreativitas kalau dipakai dengan benar dan bertanggung jawab.
Theresa juga menambahkan bahwa perlu bagi setiap kreator untuk memberikan transparansi atas konten yang dibuat dengan bantuan Al. Kita dapat mengaktifkan Label Al sebelum mengunggah konten dan menjelaskan pentingnya. keterbukaan dalam menjaga kepercayaan audiens.
Untuk mendorong kebiasaan berkarya yang transparan bagi para kreator sekaligus membantu pengguna memahami konteks konten yang mereka temui, TikTok terus menghadirkan berbagai fitur dan teknologi transparansi Al di platform. TikTok menjadi platform video pertama yang menerapkan Kredensial Konten C2PA-teknologi transparansi Al terkemuka yang membantu pengguna mengenali konten yang dibuat atau diedit secara signifikan menggunakan Al.
Hingga saat ini, TikTok telah memberikan label pada lebih dari 3 miliar video buatan Al di seluruh dunia melalui kombinasi Content Credentials, Creator Labeling Tools, dan Invisible Watermarking. Cek panduan di bawah ini untuk mengetahui cara mengaktifkan Label Al saat mengunggah konten buatan Al di TikTok.
3. Gunakan Tools Al sesuai dengan Kebutuhanmu
Pemanfaatan Al dalam dunia kreatif sangatlah beragam dan kreator dapat memilih sesuai dengan kebutuhan mereka. Mau cari inspirasi? Ada tools-nya. Mau belajar edit gambar? Ada tools-nya juga. Tapi mengandalkan satu tools untuk segalanya bisa bikin hasilnya jadi nggak optimal. Jadi, silakan pilih beberapa opsi tools Al yang cocok.
Kabar baiknya, TikTok sudah punya perangkat Al kreatif yang bisa langsung kamu manfaatkan. Kerangka AI (Al Outline) bisa bantu kamu dari ide mentah jadi outline, judul, hashtag, sampai hook yang menarik. Sementara Pemotongan Cerdas (Smart Split) siap ubah video panjangmu jadi beberapa klip pendek yang lebih snackable.
4. Ketemu Konten Al yang Mencurigakan? Selalu Cek sebelum Membagikan!
Al makin canggih, tapi bukan berarti semua hasilnya akurat. Kreator TikTok, Evelyn Hutani mencontohkan bahwa seringkali kita langsung bereaksi pada video-video yang terlihat menarik dan lucu dan ingin membagikan informasi tersebut. Eits, tapi tahan dulu! Sebelum percaya atau share konten apapun, biasakan untuk verifikasi dengan menerapkan prinsip 3C yakni cek, cegah, dan kenali.
Evelyn dan juga Tommy Teja membagikan tips agar pengguna dapat menyesuaikan pengalaman mereka di TikTok. Caranya, pengguna dapat mengatur seberapa banyak konten buatan Al yang ingin dilihat dengan membuka Pengaturan dan Privasi, Preferensi Konten, Kelola Topik, kemudian Konten Buatan Al.
5. Al Terus Upgrade-Kamu Juga Harus!
Seiring berkembangnya peran Al dalam kehidupan sehari-hari, pemahaman kita tentang teknologi ini juga harus ikut berkembang. Oleh karena itu, edukasi memegang peranan penting agar kita dapat memegang kendali atas pengalaman Al. Untuk mendukung hal tersebut, TikTok terus bekerja sama dengan mitra industri seperti NAMLE dan Henry Ajder untuk menyusun panduan baru yang membantu komunitas TikTok menggunakan alat Al secara bertanggung jawab.
TikTok juga terus berinvestasi untuk menghubungkan para ahli tepercaya dengan komunitas TikTok, termasuk membantu organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation mendorong literasi Al melalui konten TikTok.
Baca Juga: Meta Tindak 33,2 Juta Konten Eksploitasi Anak, Perkuat Deteksi dengan AI
Sejak diluncurkan pada November 2025, program ini telah membantu berbagai organisasi ahli meraih lebih dari 200 juta tayangan melalui konten yang membantu masyarakat memahami dan menggunakan Al secara bertanggung jawab. (*)