JawaPos.com - Teknologi avatar holografis Meta mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, teknologi tersebut kini diklaim mampu menghasilkan avatar yang begitu realistis hingga pengguna bisa tidak langsung menyadari bahwa dirinya sedang berbicara dengan karakter virtual.
Seperti dilansir dari Engadget, pengalaman tersebut terlihat dalam acara Meta Connect. Meta mengumumkan kehadiran avatar holografis pada perangkat virtual reality (VR) terbaru mereka serta Meta Ray-Ban dengan bingkai yang dilengkapi layar (display frames).
Teknologi tersebut memungkinkan pengguna menghadirkan avatar holografis ketika melakukan panggilan video. Pengalaman ini menjadi salah satu demonstrasi yang menunjukkan perkembangan teknologi avatar Meta dibandingkan saat pertama kali diperkenalkan melalui prototipe Orion.
Proses pembuatan avatar berbeda tergantung perangkat yang digunakan. Untuk kacamata dengan layar, pengguna dapat membuat avatar melalui aplikasi Meta AI. Prosesnya kurang lebih menyerupai pembuatan "persona" pada Vision Pro.
Pengguna akan diminta menggunakan kamera ponsel untuk merekam berbagai sudut wajah. Setelah itu, sistem mengajukan sejumlah pertanyaan yang bertujuan menangkap karakteristik suara pengguna dalam berbagai situasi percakapan.
Dalam demonstrasi yang dilakukan, beberapa pertanyaan yang diberikan antara lain mengenai gambaran hari yang sempurna bagi pengguna serta hobi yang dimiliki dan alasan menyukainya.
Proses tersebut sempat mengalami gangguan teknis. Aplikasi Meta AI beberapa kali melewati pertanyaan seolah-olah tidak dapat mendeteksi suara. Meski demikian, kendala tersebut tidak tampak memengaruhi proses pembuatan avatar secara keseluruhan.
Pengguna kemudian diminta melakukan sejumlah ekspresi, seperti tersenyum sambil memperlihatkan gigi dan mengucapkan kalimat tertentu dengan ekspresi terkejut.
Secara keseluruhan, proses pembuatan avatar holografis untuk kacamata dengan layar tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit. Setelah selesai, avatar dapat digunakan saat melakukan panggilan video melalui WhatsApp maupun Zoom dengan mengenakan kacamata tersebut.
Avatar ini diberi tenaga model Muse Realtime Avatar terbaru milik Meta. Model tersebut memanfaatkan proses pelatihan singkat selama pembuatan avatar untuk meniru ekspresi wajah pengguna ketika berbicara.
Pengalaman melihat avatar sendiri berbicara pun terasa cukup unik. Ketika mengenakan kacamata dan berbicara sebagai avatar, pengguna masih dapat melihat pratinjau kecil dirinya di sudut layar.
Avatar tersebut terlihat sangat menyerupai wajah asli pengguna. Namun, pada saat yang sama, perbedaan antara tampilan virtual dan diri sebenarnya tetap dapat dirasakan.