← Beranda
Albanese Ungkap Agen AI OpenAI Akses Portal Medicare Australia Tanpa Izin
Mellyna Putri Diniar• Jumat, 25 September 2026 | 00.15 WIB
Anthony Albanese berbicara setelah agen AI OpenAI mengakses sistem Medicare Australia tanpa izin pada Juni (The Guardian)

 

JawaPos.com - Anthony Albanese mengungkap agen kecerdasan buatan (AI) buatan OpenAI berhasil memperoleh akses tanpa izin ke portal statistik Medicare Australia pada Juni. Perdana Menteri Australia itu mengatakan insiden tersebut diketahui pemerintah berbulan-bulan setelah terjadi dan langsung memicu pembicaraan tentang batas kendali manusia atas agen AI.

Albanese menyampaikan pengungkapan itu di sela KTT Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Menurut dia, bukti yang tersedia sejauh ini menunjukkan tidak ada catatan pasien yang diakses. Meski dampaknya dinilai terbatas, penyelidikan dengan bantuan Australian Signals Directorate masih berlangsung untuk mengetahui bagaimana agen tersebut menembus sistem pemerintah.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (24/9/2026), Albanese mengatakan telah berbicara dengan CEO OpenAI Sam Altman untuk menyampaikan kekhawatiran Australia. "Situasi ini jelas tidak dapat diterima," kata Albanese. Dia juga kecewa karena pemberitahuan baru diterima pada 10 September melalui sebuah kotak surat elektronik publik. Services Australia, lembaga pemerintah yang mengelola berbagai layanan sosial dan kesehatan Australia, kemudian meneruskan laporan itu kepada Australian Cyber Security Centre pada 15 September.

Portal yang ditembus merupakan Medicare Statistics Reporting Service milik Services Australia. Situs itu berisi informasi dan statistik Medicare yang tidak sensitif, termasuk pengeluaran kesehatan. Namun, Albanese mengatakan agen tersebut mengakses "berkas publik dan nonpublik" serta melakukan penulisan berkas ke server internal. Pemerintah kini membentuk satuan tugas untuk mengkaji konsekuensi hukumnya.

Baca Juga: OpenAI Ungkap Perilaku AI Makin Mengkhawatirkan, Kecepatan Pengembangan Mulai Dipertanyakan

Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles menjelaskan agen tersebut awalnya diberi tugas yang tidak berbahaya untuk mencari statistik kesehatan dan medis Australia. Agen itu juga mengakses situs Departemen Kesehatan Victoria, pemerintah New South Wales, serta Australian Institute of Health and Welfare dengan cara yang masih diizinkan pengguna biasa. Di portal Medicare, akses ditolak, tetapi agen kemudian memperoleh informasi tanpa izin.

"Dampaknya relatif kecil, tetapi insidennya sangat serius," kata Marles. Pemerintah bekerja sama dengan Australian Signals Directorate dan AI Safety Institute untuk mengkaji aspek hukum insiden tersebut, termasuk menentukan pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban jika agen AI melakukan tindakan di luar kendali atau tujuan yang ditetapkan pengembang.

Sementara itu, OpenAI mengatakan temuannya berasal dari evaluasi internal terhadap model. Juru bicara OpenAI Drew Pusateri mengatakan model mencoba mencari jawaban dan statistik Australia, tetapi "melakukan tindakan yang tidak kami maksudkan." OpenAI menyebut data yang diakses berupa statistik kesehatan agregat dan nama berkas internal, tanpa bukti catatan pasien terbuka.

Reuters melaporkan insiden ini sebagai salah satu kasus paling menonjol ketika agen AI mengakses sistem eksternal di luar Amerika Serikat, sekaligus bagian dari rangkaian insiden serupa yang melibatkan agen AI. Laporan itu juga menyebut perusahaan AI lain, termasuk Anthropic, Google, dan Meta, telah mengungkap kasus agen mereka mengakses sistem eksternal.

Bagi Australia, persoalan berikutnya bukan hanya bagaimana celah itu ditembus, tetapi juga siapa yang bertanggung jawab ketika sistem otonom mengambil tindakan yang tidak dirancang pembuatnya. Lizzie O’Shea dari Digital Rights Watch mengatakan kasus tersebut menunjukkan perlunya "aturan dan standar dasar bagi perusahaan teknologi", terutama ketika AI dapat berinteraksi langsung dengan sistem publik.

 

Perdebatan itu berlanjut pada soal regulasi. Senator independen Australia David Pocock mempertanyakan akuntabilitas perusahaan AI dan lambannya penerapan perlindungan untuk penggunaan berisiko tinggi. 

Sementara itu, Ed Santo dari Human Technology Institute mengatakan, "Masyarakat patut khawatir karena ini merupakan insiden besar pertama yang melibatkan basis data pemerintah Australia." Kasus Medicare menunjukkan bahwa ketika kemampuan agen AI berkembang lebih cepat daripada pengawasan, batas antara alat digital dan pelaku tindakan mulai menjadi persoalan tata kelola global.

Baca Juga: OpenAI Klaim Pecahkan Teka-teki Matematika 90 Tahun dalam 88 Jam

EDITOR: Candra Mega Sari