JawaPos.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta Roblox memperkuat sistem pelindungan anak di platformnya agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Meutya ketika bertemu Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Roblox David Baszucki di kantor pusat perusahaan tersebut di Silicon Valley, Amerika Serikat, Selasa (22/9).
Dalam pertemuan itu, pemerintah kembali menekankan kewajiban Roblox menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Baca Juga: KPK Duga Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena Terima Gratifikasi Rp 11,14 Miliar
Menurut Meutya, aturan tersebut perlu diwujudkan dalam penerapan teknologi maupun fitur yang secara langsung memberikan perlindungan kepada pengguna anak. Pemerintah juga mengapresiasi sejumlah upaya yang telah dilakukan Roblox, seperti teknologi facial age estimation, pembatasan komunikasi untuk pengguna anak, hingga kehadiran Roblox Kids dan Roblox Select.
Meski demikian, pemerintah menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Salah satunya berkaitan dengan ketepatan verifikasi usia serta perlindungan bagi pengguna yang berusia di bawah 16 tahun.
Meutya juga meminta Roblox menerapkan prinsip safety-by-design. Artinya, faktor keamanan harus menjadi bagian dari proses pengembangan produk dan fitur sejak awal, bukan baru ditambahkan setelah muncul persoalan atau potensi bahaya bagi pengguna.
Dalam penerapannya, pemerintah mendorong Roblox memperketat interaksi antara anak dengan orang yang tidak mereka kenal. Platform juga diminta mencegah pengguna anak mengalihkan percakapan ke layanan komunikasi di luar Roblox serta memperkuat sistem yang mampu mengenali perilaku berisiko sedini mungkin.
Permintaan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan tingginya jumlah anak Indonesia yang menggunakan Roblox.
“Kami memahami bahwa banyak anak-anak Indonesia menggemari Roblox. Karena itu, besar harapan kami bahwa Roblox juga menyayangi anak-anak kami, terutama dengan memastikan keamanan mereka,” ujar Meutya dalam keterangannya, Selasa (22/9).
Menanggapi hal tersebut, Baszucki mengatakan Roblox memahami tanggung jawab yang dimiliki perusahaan terhadap para penggunanya, terutama anak-anak dan generasi muda. Ia menyebut perusahaan terbuka untuk melakukan penyesuaian terhadap produk sesuai dengan regulasi serta kebutuhan di masing-masing negara.
“Kami terus berupaya menyesuaikan produk kami agar sesuai dengan regulasi di Indonesia,” ujar Baszucki.
Baszucki juga menjelaskan bahwa sejumlah penyesuaian yang didorong pemerintah Indonesia dapat menjadi bagian dari pengembangan Roblox ke depan. Bahkan, perubahan tersebut berpeluang diterapkan di negara lain yang menghadapi kebutuhan serupa terkait keamanan pengguna anak.
Selain meminta pembaruan pada sistem dan fitur, Meutya mendorong Roblox meningkatkan kehadiran perusahaan secara langsung di Indonesia. Salah satu opsi yang dibahas adalah menempatkan pimpinan senior atau membuka kantor di Jakarta.
Menurut pemerintah, keberadaan perwakilan Roblox di Indonesia dapat membuat koordinasi dengan pemerintah berjalan lebih cepat, termasuk dalam membahas penerapan kebijakan pelindungan anak.
Sebelumnya, Roblox juga telah menyampaikan bahwa perusahaan tengah mengevaluasi kemungkinan menempatkan senior leader di Jakarta. Pemerintah meminta proses implementasi PP TUNAS nantinya dapat dipantau melalui mekanisme pelaporan yang rutin, terukur, dan transparan.