← Beranda
Gim Kolaborasi Indonesia-UEA Port of Jumanah Rilis Global, Angkat Budaya Penyelam Mutiara
Nanda PrayogaSabtu, 12 September 2026 | 00.32 WIB
Gim Port of Jumanah (Istimewa)

JawaPos.com - Kolaborasi pengembang gim Indonesia dan Uni Emirat Arab menghasilkan Port of Jumanah yang kini resmi dirilis secara global. Gim tersebut dikembangkan oleh Red Dunes Games (studio asal Abu Dhabi) bersama Agate (Bandung).

Port of Jumanah mulai tersedia pada 8 September melalui sejumlah platform. Yakni Steam, Epic Games Store, dan PlayStation Store. Peluncuran global ini menjadi bagian dari kerja sama jangka panjang antara Red Dunes Games dan Agate.

Dalam kolaborasi tersebut kedua studio mengerjakan tiga proyek gim. Port of Jumanah menjadi proyek pertama yang dirilis sedangkan dua proyek lainnya ditargetkan hadir tahun depan.

Proses pengembangan Port of Jumanah berlangsung sekitar 18 bulan. Proyek ini menggabungkan pemahaman Red Dunes Games terhadap konteks budaya kawasan Teluk Arab dengan pengalaman Agate dalam produksi gim di Indonesia.

Agate mengerahkan 20 anggota tim inti untuk mengembangkan gim tersebut. Selain itu, lebih dari 60 talenta Indonesia turut berkontribusi dalam berbagai bagian produksi termasuk desain, programming, art, audio, quality assurance (QA), hingga marketing.

Latar budaya kawasan Teluk Arab menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun dunia Port of Jumanah. Gim tersebut mengambil inspirasi dari tradisi penyelaman mutiara yang telah menjadi bagian dari sejarah kawasan itu selama lebih dari 7 ribu tahun.

Inspirasi tersebut kemudian diterapkan ke berbagai aspek permainan. Mulai dari lingkungan, karakter, dan cerita hingga mekanik gim. Kedua studio juga memasukkan unsur komedi sebagai bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pemain.

Gim ini akan mengikuti perjalanan Mansour, seorang penyelam yang berusaha menemukan mutiara. Dalam perjalanannya, Mansour harus berhadapan dengan berbagai makhluk laut, mencari perlengkapan dan sumber daya, sekaligus perlahan mengembalikan kejayaan Pelabuhan Jumanah.

Port of Jumanah menggabungkan sejumlah elemen permainan seperti pertarungan, eksplorasi, narasi, dan pengelolaan sumber daya. Setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi yang dapat berubah sehingga pengalaman bermain tidak selalu sama.

 

Perbedaan tersebut terlihat dari wilayah laut yang dijelajahi pemain, termasuk lingkungan serta spesies yang dapat ditemui. Hasil yang diperoleh selama menyelam kemudian dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perlengkapan, merekrut kru, memperoleh kemampuan baru, dan mengembangkan kembali Pelabuhan Jumanah.

“Kami ingin memadukan eksplorasi, pertarungan, dan perkembangan cerita dalam satu perjalanan yang utuh,” ujar Shandhi Sayogo Game Director di Agate dalam keterangan kepada media pada Jumat (11/9).

“Setiap ekspedisi dirancang dengan kondisi yang berbeda, sementara perkembangan pelabuhan membantu pemain memahami perjalanan Mansour dan dunia Jumanah secara bertahap,” lanjut Shandhi.

Kemajuan pemain juga akan membuka lebih banyak karakter, fasilitas, serta pilihan yang dapat memengaruhi perjalanan selanjutnya. Pemain bebas menikmati alur permainan sesuai ritme masing-masing, sedangkan tantangan dan achievement menjadi konten tambahan bagi mereka yang ingin mengeksplorasi permainan secara lebih menyeluruh.

Pengembangan dunia permainan juga diperkaya dengan tampilan penuh warna serta dialog yang membawa nuansa humor. Elemen tersebut hadir berdampingan dengan berbagai ancaman, karakter, dan keputusan yang harus dihadapi pemain ketika berada di bawah laut maupun saat berada di kawasan pelabuhan.

Sebelum versi penuh diluncurkan, Red Dunes Games dan Agate telah memperkenalkan Port of Jumanah melalui versi demo sejak Mei lalu. Gim tersebut kemudian mendapat perhatian dari lebih dari 100 kreator konten yang berasal dari lebih dari 18 negara.

Sejumlah kreator dari Amerika, Brasil, Rusia, Spanyol, Prancis, Portugal, Ukraina, Korea Selatan, Polandia, dan negara lainnya turut membuat konten mengenai gim tersebut. Eksposur itu menghasilkan lebih dari 100 ribu penayangan di berbagai platform termasuk Twitch, YouTube, TikTok, dan Instagram.

Respons positif juga berlanjut ketika Port of Jumanah resmi dirilis. Pada hari pertama peluncuran, gim tersebut telah mengantongi lebih dari 100 ulasan positif dari pemain.

Port of Jumanah dikembangkan oleh Red Dunes Games dan Agate, dengan Red Dunes Games bertindak sebagai penerbit. Untuk pengguna PC, gim ini dapat dimainkan melalui Steam dan Epic Games Store, sedangkan pengguna PS5 dapat mengaksesnya melalui PlayStation Store.

 

Khusus pasar Indonesia, Port of Jumanah dibanderol Rp 154.290 dan mendapatkan potongan harga peluncuran sebesar 15 persen.

Gim tersebut didukung 11 bahasa mencakup Indonesia, Arab, Spanyol, Jepang, Jerman, Prancis, Portugis Brasil, Mandarin, Rusia, dan Inggris.

 

EDITOR: Diar Candra