JawaPos.com - Robot humanoid menjadi salah satu teknologi paling menonjol dalam IFA 2026 di Berlin, Jerman. Kemunculannya tidak lagi sebatas memperlihatkan kemampuan berjalan atau melambaikan tangan. Sejumlah perusahaan mulai mendemonstrasikan bagaimana robot dapat membantu pekerjaan rumah, berinteraksi dengan manusia, hingga menjalankan tugas di lingkungan komersial dan industri.
IFA 2026 yang berlangsung 4-8 September memperlihatkan robot berjalan di antara pengunjung, berinteraksi dengan kamera, hingga melakukan Tai Chi. Sebagian robot juga diperkenalkan kepada pasar Eropa untuk pertama kalinya. IFA sebelumnya menyebut 2026 sebagai ajang dengan jumlah robot humanoid terbanyak yang pernah ditampilkan dalam IFA Next.
Dilansir dari Euronews, Kamis (10/9/2026), CEO IFA Management GmbH, perusahaan pengelola IFA, Leif Lindner mengatakan, "Bersama kecerdasan buatan, robotika merupakan salah satu topik masa depan utama di IFA 2026." Menurut Lindner, perkembangan humanoid, AI fisik, dan sistem robotik untuk rumah menunjukkan betapa cepat teknologi tersebut berkembang.
Baca Juga: Dari Arena Robot ke Medan Perang, Tiongkok Siapkan Humanoid untuk Tempur
Salah satu visi paling ambisius datang dari LG melalui konsep Zero Labor Home. Robot CLOiD ditempatkan sebagai konduktor dalam "AI Orchestra" yang menghubungkan perangkat rumah tangga, sistem hiburan, dan berbagai perangkat lain. Gagasannya adalah mengurangi pekerjaan rumah dengan menggabungkan robot dan perangkat terhubung agar sejumlah tugas sehari-hari dapat ditangani secara otomatis.
Konsep itu mulai terlihat dalam demonstrasi yang lebih konkret. SwitchBot memperlihatkan robot memasukkan pakaian ke mesin cuci, mengambil pakaian, memasukkannya ke dalam mesin, lalu menutup pintu.
Kemampuannya menunjukkan potensi robot humanoid untuk menangani pekerjaan rumah, tetapi kecepatannya masih rendah. Dengan kata lain, teknologinya sudah mampu melakukan tugas tersebut, tetapi belum cukup praktis untuk menggantikan manusia secara efisien.
Perusahaan elektronik dan peralatan rumah tangga asal Tiongkok, Haier, juga menampilkan robot humanoid bersama robot pembersih dan pendamping untuk memperlihatkan kemungkinan penggunaan robot di rumah.
Sementara itu, Pudu Robotics membawa PUDU D7, robot semi-humanoid yang melakukan demonstrasi mengambil benda berdasarkan permintaan, berpose untuk foto, mengambil swafoto dari sudut pandangnya sendiri, dan membuat bentuk hati dengan tangan. PUDU D7 sekaligus menjalani debut Eropa di IFA 2026.
Perkembangan itu memperlihatkan bahwa penggunaan robot mulai diarahkan ke luar panggung pameran. Pudu selama ini mengembangkan robot untuk layanan, kebersihan komersial, logistik, perhotelan, ritel, dan layanan kesehatan.
Di sisi lain, sebagian perusahaan justru meninggalkan bentuk humanoid. TCL menghadirkan AiMe sebagai robot pendamping yang merespons suara, ekspresi, dan isyarat emosional, sedangkan OlloBot menawarkan OlloNi SS1 sebagai "Cyber Pet" yang dirancang belajar dari suara, kebiasaan, dan interaksi pengguna.
Di IFA, fungsi pendamping bahkan dipadukan dengan hiburan. MagicLab Robotics menghadirkan sejumlah robot humanoid dengan kostum panda yang melakukan backflip. Pada Robot Show, robot humanoid dan robot peliharaan tampil menari, melakukan Tai Chi, backflip, serta split. Pertunjukan itu menarik kerumunan besar, tetapi beberapa mesin terlihat kehilangan keseimbangan setelah atraksi, sementara seekor robot anjing bahkan terjatuh.
Batas teknologi itu menjadi catatan penting. CEO IFA Leif Lindner mengatakan kepada The Deep View, "Jika melihat robot yang menyerupai manusia, itu memang tontonan yang menarik perhatian. Namun, pertanyaan yang wajar adalah, apa manfaatnya bagi saya? Apakah ini hanya film atau pertunjukan? Atau saya benar-benar mendapatkan manfaat? Mungkin bukan dalam beberapa bulan ke depan, tetapi dalam beberapa tahun." Dia juga menyebut ketergantungan pada data dalam jumlah besar sebagai salah satu tantangan pengembangan robot yang benar-benar menyerupai manusia.
Dari rumah hingga industri, ambisi robot humanoid kini makin nyata. CEO PrimeBOT Tian Hua yang dikutip Forbes mengatakan, "Menurut perkiraan kami, robot pertama yang akan dimiliki kebanyakan orang bukanlah pekerja, tetapi robot pribadi kelas konsumen yang tinggal di ruang keluarga."
IFA 2026 menunjukkan arahnya sudah jelas. Tantangannya tinggal satu: membuat robot yang tidak hanya menarik ditonton, tetapi benar-benar berguna saat berada di rumah.
Baca Juga: Tak Sekadar Menari, 23 Tim Robot Humanoid Diuji dalam Misi Pemadaman Kebakaran di Tiongkok