JawaPos.com - OpenAI mengklaim berhasil menemukan solusi untuk salah satu persoalan matematika paling sulit di dunia hanya dalam 88 jam. Terobosan itu dikerjakan sekitar 10.000 agen kecerdasan buatan (AI) yang bekerja secara paralel menggunakan model internal terbaru perusahaan. Jika kelak terverifikasi, capaian ini dapat menjadi penanda penting perubahan peran AI, dari sekadar alat bantu menjadi sistem yang mampu melakukan riset matematika tingkat lanjut.
Persoalan yang ditangani merupakan Navier-Stokes existence and smoothness problem, bagian dari persamaan Navier-Stokes yang digunakan untuk menjelaskan bagaimana fluida bergerak. Selama puluhan tahun, aspek penting persoalan tersebut belum memiliki pembuktian matematis. Masalah itu juga berkaitan dengan turbulensi, fenomena aliran yang hingga kini masih belum sepenuhnya dipahami. Karena tingkat kesulitannya, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam daftar Millennium Prize Problems.
Dilansir dari BBC, Rabu (9/9/2026), OpenAI mengatakan mulai mengerahkan ribuan agen AI setelah mendengar rumor pada 1 September bahwa dua persoalan Millennium Prize telah diselesaikan. Sekitar 10.000 agen kemudian bekerja pada sejumlah persoalan matematika tingkat lanjut. Pada 5 September, sekitar 88 jam setelah tugas dimulai, OpenAI mengatakan telah memperoleh solusi untuk persoalan Navier-Stokes.
Baca Juga: OpenAI Akhirnya Punya Asisten Peneliti AI Otomatis, Mampu Kerjakan Riset Berhari-hari
Kecepatan tersebut dicapai melalui skala komputasi yang sangat besar. OpenAI mengatakan para agen bertukar hampir tiga juta pesan dan menggunakan sekitar 130 miliar output tokens, yakni unit teks atau kode yang dihasilkan model AI, khusus untuk persoalan Navier-Stokes. Berdasarkan harga keluaran model tercanggih OpenAI sendiri, pengerjaan tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar USD 10 juta, setara Rp175,9 miliar dengan kurs Rp17.590 per dolar AS.
Meski demikian, klaim tersebut belum berarti persoalan itu resmi terpecahkan. OpenAI mengatakan solusi yang dihasilkan baru menyelesaikan dua dari empat pernyataan yang disyaratkan dalam pembuktian Millennium Prize. Solusi tersebut juga belum diverifikasi secara independen dan belum diterima secara publik oleh Clay Mathematics Institute di Amerika Serikat, lembaga yang mengelola penghargaan senilai USD 1 juta bagi penyelesaian persoalan matematika tersebut.
OpenAI menyebut pencapaian itu sebagai sebuah tonggak, tetapi tidak mengklaim hadiah tersebut. "Tujuan kami merilis hasil ini adalah melaporkan kemajuan substansial model AI kami," kata OpenAI.
Perusahaan menambahkan, "Kami tidak bermaksud mengklaim Millennium Prize untuk hasil ini." Model yang digunakan masih bersifat internal karena menurut OpenAI kemampuannya "secara signifikan lebih tinggi" dibandingkan model terbaru yang telah dirilis perusahaan.
Namun, klaim tersebut segera memunculkan kontroversi mengenai prioritas penelitian. Tristan Buckmaster, profesor matematika di New York University, mengatakan dirinya bersama Levent Alpöge, matematikawan yang bekerja di Anthropic, juga tengah mengembangkan solusi untuk persoalan tersebut.
Keduanya menggunakan Codex, perangkat AI milik OpenAI, dalam penelitian mereka. Buckmaster mengatakan pada 3 September dirinya mengetahui bahwa "informasi tentang kemajuan kami telah diteruskan kepada OpenAI."
Buckmaster kemudian mempertanyakan kapan OpenAI mulai mengerjakan Navier-Stokes dan bagaimana perusahaan memperoleh arah penelitian tersebut. Dia mengaku belum membaca pembuktian lengkap OpenAI, tetapi merasa perlu menjelaskan kronologi yang diketahuinya.
"Apa yang diberitahukan kepada saya, kapan, dan apa yang diusulkan kepada saya... karena alternatifnya adalah membiarkan serangkaian pengumuman menyatakan sesuatu yang saya tahu tidak benar," ujarnya.
Sementara itu, OpenAI membantah telah melihat pekerjaan Buckmaster dan Alpöge sebelum dipublikasikan. Perusahaan juga mengatakan tidak ada data pengguna yang diakses dalam pengerjaan Navier-Stokes.
Namun, OpenAI mengakui, "Meskipun kecil kemungkinannya, kami tidak dapat mengesampingkan bahwa data yang telah dihilangkan identitasnya dari penggunaan produk kami membantu meningkatkan model kami."
OpenAI tetap menegaskan pembuktiannya berbeda secara signifikan dan hasil yang dibuktikan juga berbeda. Selain itu, OpenAI menyebut penelitian Buckmaster dan Alpöge sebagai "pekerjaan yang berlangsung bersamaan" dan menilai hasil keduanya "luar biasa." Terlepas dari kontroversi tersebut, klaim OpenAI masih menunggu verifikasi independen sebelum dapat dianggap sebagai penyelesaian resmi persoalan Navier-Stokes.
Baca Juga: Pentagon Buka Pintu untuk ChatGPT dan Grok, AI Milik OpenAI dan Elon Musk Masuk ke Sistem Militer AS