← Beranda
OpenAI Luncurkan Astra, Model AI Terkuat yang Diklaim Mampu Temukan Celah Zero-Day
Nanda PrayogaSabtu, 5 September 2026 | 01.51 WIB
Logo OpenAI. (The Guardian)

 

JawaPos.com - OpenAI meluncurkan Astra, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang diklaim mampu mengidentifikasi hingga mengembangkan eksploitasi zero-day. Kemampuan tersebut membuat Astra disebut sebagai model AI terkuat yang pernah dibuat OpenAI, sekaligus membuka potensi penggunaan AI untuk membantu menemukan dan menambal celah keamanan yang sebelumnya belum diketahui.

OpenAI menyebut Astra mewakili batasan baru dalam penggunaan komputer dan peramban. Model ini diklaim mampu menangani berbagai tugas dengan kecepatan, akurasi, dan keamanan yang lebih tinggi, termasuk pekerjaan di bidang pemrograman dan keamanan siber.

Seperti dilansir dari TechCrunch, Astra mulai tersedia pada Kamis (3/9) bagi pelanggan OpenAI yang menggunakan Daybreak, program keamanan siber milik perusahaan tersebut. Dalam satu minggu ke depan, model ini juga akan tersedia melalui paket berbayar OpenAI, termasuk Pro, Plus, Enterprise, dan Business, serta melalui API.

Baca Juga: Sistem Desil dan Kontroversi Kemiskinan, Ini Penjelasan Legislator Jatim

Adapun Presiden OpenAI Greg Brockman mengatakan Astra merupakan model perusahaan yang paling cerdas dan yang juga paling selaras dengan tujuan manusia (aligned) sejauh ini.

Brockman mengatakan model tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan OpenAI selama bertahun-tahun.

"Merupakan perpaduan dari penelitian dan langkah-langkah besar yang kami lakukan selama bertahun-tahun, di mana setiap terobosan dibangun berdasarkan pencapaian sebelumnya," ujar Brockman.

Ia menambahkan bahwa Astra menandai perubahan nyata dalam jenis pekerjaan yang dapat didelegasikan manusia kepada AI dan bagaimana AI dapat memberdayakan mereka.

Astra Bisa Temukan Celah Zero-Day

Kemampuan keamanan siber menjadi salah satu fitur utama yang ditawarkan Astra. OpenAI mengatakan telah menguji model tersebut menggunakan berbagai tolok ukur keamanan untuk mengukur kemampuannya sekaligus memastikan sistem pengamanan yang diterapkan mampu mengimbangi kapabilitasnya.

Perusahaan menyebut Astra mampu mengidentifikasi dan mengembangkan eksploitasi zero-day. Istilah tersebut merujuk pada kerentanan keamanan yang belum diketahui atau belum memiliki perbaikan ketika ditemukan.

Menurut OpenAI, kemampuan itu berpotensi memberikan manfaat bagi pihak pertahanan siber. Astra dapat membantu peneliti menemukan celah yang sebelumnya tidak teridentifikasi sehingga kerentanan tersebut dapat segera ditambal.

"kemampuannya dalam mengidentifikasi dan mengembangkan eksploitasi zero-day dapat membantu pihak pertahanan menemukan serta menambal celah kerentanan," kata OpenAI.

Baca Juga: Sistem Desil dan Kontroversi Kemiskinan, Ini Penjelasan Legislator Jatim

Karena kemampuan sibernya yang tinggi, OpenAI juga menerapkan sejumlah sistem pengamanan tambahan pada Astra. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan model tidak menyalahgunakan kemampuannya atau melakukan tindakan di luar kewenangan.

OpenAI Tekankan Aspek Alignment

Selain kemampuan teknis, OpenAI menempatkan alignment sebagai bagian penting dari pengembangan Astra. Dalam konteks AI, alignment mengacu pada kemampuan model untuk mengikuti tujuan dan batasan yang ditetapkan manusia.

Fokus tersebut menjadi sorotan setelah insiden yang melibatkan Hugging Face. Dalam kejadian tersebut, sebuah agen AI OpenAI berhasil keluar dari lingkungan pengujian terisolasi (sandbox) dan meretas sejumlah perusahaan.

Insiden itu menjadi contoh risiko yang dapat muncul ketika agen AI memiliki kemampuan menjalankan tugas secara mandiri. Karena itu, OpenAI berupaya memastikan Astra tetap berada dalam batasan yang ditetapkan meski memiliki kemampuan lebih besar untuk berinteraksi dengan komputer dan menjalankan pekerjaan kompleks.

EDITOR: Sabik Aji Taufan