JawaPos.com - Mobo, robot pendamping berbasis embodied intelligence, mulai menunjukkan arah baru perkembangan robot companion yang dirancang untuk hidup berdampingan dengan manusia.
Robot ini diklaim tidak hanya dapat menjalankan perintah, tetapi dikembangkan untuk mengenali orang, memahami lingkungan rumah, mengingat kebiasaan keluarga, dan membantu aktivitas sehari-hari.
Mobo tampil perdana di hadapan publik dalam World Robot Conference (WRC) 2026. Dalam demonstrasinya, Mobo tidak sekadar dipajang secara statis seperti robot pada umumnya. Robot ini bergerak mengelilingi area bersama Argos, robot anjing berkaki empat, hingga menampilkan gerakan tari yang menarik perhatian pengunjung.
Baca Juga: 3.160 Maba Untag Surabaya Dikukuhkan, Robot Owly Dikenalkan hingga Xaviera Beri Motivasi
Anak-anak yang berada di lokasi bahkan ikut menari dan berinteraksi dengan Mobo. Demonstrasi tersebut memperlihatkan bagaimana robot companion mulai diarahkan untuk memiliki kemampuan interaksi yang lebih dekat dengan manusia, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan tempatnya digunakan.
Bukan Sekadar Robot yang Menunggu Perintah
Lingkungan rumah memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan industri. Jika robot industri umumnya bekerja dalam ruang yang terstruktur dengan proses yang sudah ditentukan, kondisi rumah jauh lebih dinamis.
Orang dapat berpindah tempat, benda bisa berubah posisi, sementara kebutuhan setiap anggota keluarga juga berbeda. Robot yang ditujukan untuk rumah karena itu harus mampu mengenali lingkungan, memahami situasi, kemudian menentukan tindakan yang tepat.
Mobo dikembangkan dengan pendekatan embodied intelligence untuk menghadapi kondisi tersebut. Kemampuannya tidak berhenti pada menerima instruksi, tetapi mencakup kemampuan mengenali manusia, memahami lingkungan sekitar, menganalisis situasi, dan bertindak berdasarkan konteks.
Baca Juga: Kapabilitas Dokter Urologi Mayapada Hospital Jakarta Selatan Semakin Teruji di Era Bedah Robotik
Mobo juga dibekali Vision Language Model (VLM) yang memadukan informasi visual dan audio untuk membantu mengenali objek, manusia, serta kondisi di dalam rumah.
Kemampuan tersebut dilengkapi agent-based task planning, yang memungkinkan Mobo memecah kebutuhan menjadi sejumlah tugas dan menyelesaikannya secara mandiri.
Sementara itu, fitur long-term memory memungkinkan robot merekam dan memahami preferensi serta riwayat interaksi anggota keluarga. Dengan kemampuan tersebut, Mobo dapat semakin mengenali kebiasaan penghuni dan menyesuaikan diri dengan rutinitas mereka.
Artinya, Mobo dikembangkan bukan hanya untuk 'memahami satu instruksi', tetapi untuk memahami dinamika rumah secara lebih menyeluruh.
Kemampuan tersebut membuat robot companion berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam kehidupan sehari-hari.
Mobo dapat membantu mengatur jadwal, merencanakan kegiatan, memberikan pengingat, hingga mendukung berbagai aktivitas anggota keluarga. Salah satu contoh penggunaannya adalah memberikan pengingat kepada anggota keluarga untuk minum obat.
Baca Juga: Tak Perlu Lama Dirawat, Operasi Lutut Robotik Terapkan Protokol ERAS
Ketika penghuni sedang berada di luar rumah, Mobo juga dapat memungkinkan pemantauan kondisi rumah secara jarak jauh melalui aplikasi.
Bagi lansia, robot ini dapat berfungsi sebagai teman berbicara, pemberi informasi, sekaligus pengingat aktivitas harian. Bagi anak-anak, Mobo menawarkan interaksi bahasa, pembelajaran, dan hiburan yang lebih interaktif.
Meski memiliki kemampuan tersebut, konsepnya bukan untuk menggantikan peran manusia di dalam keluarga. Mobo diposisikan sebagai pendamping dan asisten yang membantu aktivitas sehari-hari.
Demonstrasi Mobo di WRC 2026 menunjukkan bahwa kemampuan robot untuk berinteraksi secara alami semakin penting.
Gerakan tari, mobilitas, hingga interaksi dengan anak-anak bukan hanya menjadi atraksi dalam pameran. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana robot companion perlu beradaptasi ketika ditempatkan di lingkungan yang dihuni manusia.
President of AiMOGA Robotics, Zhang Guibing, mengatakan pengembangan robot rumah tangga juga berkaitan dengan bagaimana masyarakat memahami dan membangun kepercayaan terhadap teknologi tersebut.
“Kami juga terus menyempurnakan produk dan mengembangkan robot cerdas untuk lingkungan rumah yang mudah digunakan dan terjangkau. Tujuan kami adalah mempermudah masyarakat dalam mengenal dan menggunakan teknologi embodied intelligence, sekaligus menghadirkan teknologi cerdas sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari," kata Zhang melalui keterangannya.
Dia meyakini, Mobo mencerminkan perubahan arah dalam pengembangan robot rumah tangga. Robot tidak lagi hanya diposisikan sebagai perangkat yang menunggu perintah, tetapi mulai diarahkan untuk memahami konteks kehidupan manusia.
Kemampuan melihat lingkungan, memahami bahasa, mengingat kebiasaan, bergerak secara mandiri, dan membangun interaksi dalam jangka panjang menjadi bagian penting dari konsep robot companion.
Melalui pendekatan tersebut, robot berpotensi berkembang menjadi pendamping yang semakin terintegrasi dengan kehidupan keluarga. Bukan berarti menjadi pengganti manusia, melainkan hadir sebagai teknologi yang dapat memahami kebutuhan, membantu rutinitas, dan merespons situasi di dalam rumah.
Mobo dijadwalkan memasuki tahap produksi massal pada akhir 2026 dan akan dipasarkan secara online maupun offline untuk pasar domestik dan global.
Jika pengembangan robot companion terus bergerak ke arah ini, rumah di masa depan mungkin tidak hanya dipenuhi perangkat pintar yang bisa diperintah. Akan ada pula robot yang diharapkan mampu mengenali siapa penghuninya, memahami kebiasaannya, dan mengetahui kapan harus membantu.