JawaPos.com - Kepastian regulasi sangat penting untuk menarik investasi di industri baterai Indonesia. Perubahan kebijakan setelah investasi dapat membuat pelaku kembali mempertimbangkan kelanjutan.
Founder National Battery Research Institute (NBRI) dan profesor BRIN Evvy Kartini berkata industri butuh kepastian. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan kebijakan dan insentif yang ada.
Ia menambahkan, jika aturan berubah, perhitungan bisnis awal investor juga ikut berubah.
"Jadi kalau mau kompetitif itu, menurut saya sih environment. Environment itu adalah kebijakan, policy, regulasi. Kenapa kita ini, tadi disampaikan, industri ini perlu kepastian, investasi ini perlu kepastian. Anda nanam, oh iya, nanti ada insentif. Nanti Anda dikasih tax deduction,” kata Evvy saat ditemui JawaPos.com di sela-sela International Battery Summit (IBS) 2026 di Jiexpo Kemayoran, Kamis (27/8).
Namun, seringkali hal ini diiringi ketidakpastian sampai perubahan. Perubahan tersebut jadi masalah karena investor membuat rencana berdasar kebijakan awal. Hilangnya insentif dapat pengaruhi keputusan investasi.
"Padahal dia kan udah mengharapkan ini kan. Itu gimana gitu?" katanya.
Evvy memberi contoh insentif kendaraan listrik untuk jelaskan perubahan regulasi yang memengaruhi pasar dan investasi. Insentif itu mendorong penjualan motor listrik dan program konversi.
"Misalnya dulu ada insentif kendaraan motor ya, Rp 7 juta ya, itu meningkat sekali tuh orang jualan tuh. Orang pada investasi, motor listrik kan, konversi dikasih uang gitu, ada targetnya. Tiba-tiba, hilang itu insentifnya. Turun tuh, penjualan itu. Itu yang berubah apa? Regulasi," jelasnya.
Menurut Evvy, masalah kepastian regulasi juga terkait kebijakan TKDN. Aturan lokal penting agar investasi benar-benar dorong pembangunan industri dalam negeri.
"TKDN lokal konten tuh perlu. Nah, ada yang udah invest, bikin, apa, buat bikin pabrik, atau assembly di sini kan, untuk memenuhi TKDN. Tiba-tiba berubah lagi aturannya. Mereka bilang, akhirnya orang, lebih mudah ‘ngapain bikin’," ujarnya.
Aturan yang berubah membuat pelaku usaha pertimbangkan ulang alasan bangun fasilitas produksi di Indonesia. Padahal, investasi baterai dan kendaraan listrik perlu perencanaan panjang.
Evvy menekankan pentingnya kepastian kebijakan bagi investor baterai Indonesia. Regulasi konsisten harus ada untuk hindari gangguan investasi karena perubahan aturan.
"Makanya itu kepastian daripada regulasi. Masa itu penting. Jadi, environment-nya, untuk menarik investor tuh, sekarang banyak lari," kata Evvy.
Selain perubahan kebijakan, Evvy juga singgung koordinasi pemerintah dalam buat regulasi industri baterai. Aturan harus punya kesinambungan karena melibatkan banyak sektor.
Dia mengatakan persoalan terkait kementerian berbeda buat tantangan bagi pelaku industri. Mereka harus hadapi kebijakan dari banyak pihak.
"Ketika kita bicara tentang kualitasnya, ada di Kemenko Infrastruktur. Ketika kita bicara ini, adanya di SDM. Tapi kalau dulu itu satu koordinasi kementerian, kalau aturan yang keluar itu satu," jelasnya.
Evvy menyebut koordinasi terintegrasi perlu agar kebijakan industri baterai tidak terpisah-pisah.
"Nah ini, membuat akhirnya apa? Semua buat aturan, tidak berkesinambungan," pungkasnya.