Pada perusahaan besar, migrasi cloud menyangkut aplikasi dan sistem yang digunakan setiap hari. Karena itu, perpindahan harus dilakukan bertahap agar layanan tetap berjalan tanpa mengganggu operasional bisnis.
Hal itu terlihat dalam proyek migrasi cloud untuk salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Dalam proyek tersebut, IDstar membantu memindahkan berbagai aplikasi dan sistem penting ke lingkungan cloud.
Baca Juga: Akhir Agustus Bawa Keberuntungan Bisnis, 12 Zodiak Ini Disebut Bakal Melesat
Mengapa perusahaan pindah ke cloud?
Sederhananya, cloud memungkinkan perusahaan menggunakan infrastruktur teknologi tanpa harus selalu menambah dan mengelola sendiri perangkat server. Kapasitasnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Ketika bisnis berkembang dan penggunaan sistem meningkat, kapasitas bisa ditambah. Inilah salah satu alasan cloud semakin banyak digunakan dalam transformasi digital.
Namun, untuk perusahaan besar, proses perpindahannya cukup kompleks karena berbagai aplikasi dan sistem biasanya saling terhubung.
Karena itu, migrasi dilakukan dalam beberapa tahap, termasuk penyesuaian sistem, pengujian, serta memastikan layanan tetap berjalan setelah dipindahkan.
Proyek migrasi tersebut melibatkan hampir 200 profesional IT, mulai dari pengelola proyek, perancang sistem, teknisi hingga tim pengujian.
Keterlibatan banyak tenaga menunjukkan bahwa migrasi cloud bukan sekadar pekerjaan memindahkan data. Setiap sistem harus diperiksa agar tetap berfungsi dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan.
Teknologi cloud juga kini semakin berkaitan dengan perkembangan AI. Infrastruktur yang fleksibel dapat membantu perusahaan menyiapkan kebutuhan teknologi untuk pengembangan layanan digital dan kecerdasan buatan.
CEO IDstar Ferdinand Prasetyo mengatakan, kolaborasi IDstar dan Tencent Cloud dibangun dari kesamaan visi untuk membantu pelanggan memanfaatkan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi bisnis.
"Melalui kombinasi kapabilitas Tencent Cloud di bidang cloud dan AI dengan pengalaman IDstar dalam konsultasi, implementasi, otomatisasi, dan managed services, kami berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia mempercepat transformasi digital dan adopsi AI dengan lebih percaya diri," ujar Ferdinand di Jakarta baru-baru ini.
Ke depan, kolaborasi tersebut akan menyasar kebutuhan perusahaan di sektor telekomunikasi, perbankan dan jasa keuangan, manufaktur, serta berbagai perusahaan enterprise lainnya.
Pengembangan layanan seperti CDN, AI, dan infrastruktur cloud juga akan dieksplorasi sesuai kebutuhan.
Bagi perusahaan, inti dari migrasi cloud bukan sekadar mengganti tempat penyimpanan data. Lebih dari itu, cloud menjadi salah satu fondasi untuk membuat teknologi perusahaan lebih fleksibel, mendukung pertumbuhan bisnis, dan mempersiapkan penggunaan teknologi baru seperti AI.