← Beranda
Teknologi AI Makin Dibutuhkan di Kampus, Tapi Ancaman Siber Ikut Membesar
Rian AlfiantoSelasa, 25 Agustus 2026 | 02.55 WIB
Ilustrasi Artificial Intelligence. (Freepik)

 

JawaPos.com - Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi bagian dari aktivitas akademik, membawa tantangan baru keamanan jaringan, perlindungan data, dan kesiapan kampus menghadapi ancaman siber.

Besarnya populasi mahasiswa sekaligus menunjukkan skala data dan aktivitas digital yang harus dikelola perguruan tinggi.

Kampus kini tidak hanya dituntut menyediakan koneksi internet dan sistem akademik.

Baca Juga: AMD Tegaskan AI Agent Bukan Lagi Sekadar Chatbot, Kini Bisa Bekerja Sendiri

Infrastruktur komputasi, pusat data, perlindungan informasi, hingga pemanfaatan AI menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah percepatan transformasi digital.

AI Ubah Cara Perguruan Tinggi Bekerja

Perkembangan AI membuat perguruan tinggi berada dalam situasi baru.

Teknologi tersebut semakin banyak digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas akademik, mulai dari pengolahan informasi hingga kebutuhan pembelajaran dan penelitian.

Baca Juga: Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar

Namun, semakin banyak sistem digital yang digunakan, semakin besar pula data yang harus dilindungi.

Informasi mahasiswa, dosen, penelitian, administrasi akademik hingga berbagai dokumen institusi menjadi bagian dari ekosistem digital kampus.

Karena itu, transformasi digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi baru. Perguruan tinggi juga perlu memastikan sistem yang digunakan memiliki perlindungan memadai terhadap ancaman siber.

“Perguruan tinggi tidak boleh lengah mengikuti perkembangan AI karena teknologi ini semakin dibutuhkan dalam berbagai aktivitas akademik. Namun, pemanfaatan AI juga perlu diiringi dengan pemahaman cybersecurity untuk memastikan keamanan jaringan dan data, sekaligus membekali mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Rektor Universitas Parna Raya Rosdiana Simbolon melalui keterangannya.

Pernyataan tersebut menggambarkan dua sisi perkembangan AI di lingkungan pendidikan tinggi.

Di satu sisi, AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung proses akademik.

Baca Juga: Foto WhatsApp Otomatis Masuk Galeri? Begini Cara Menghentikannya

Di sisi lain, kampus perlu memiliki kesiapan keamanan agar penggunaan teknologi tidak menciptakan celah baru.

Tantangan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam forum Telkom Industry Connect yang mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor perguruan tinggi.

Forum yang digelar Telkom Solution di Manado baru-baru ini, membahas sejumlah isu, termasuk transformasi digital, strategic partnership, cybersecurity, perlindungan infrastruktur kampus, serta pemanfaatan AI.

Baca Juga: Apple Pangkas 200 Lebih Karyawan, Tim Vision Pro dan Siri Ikut Terdampak

“Forum ini mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari strategic partnership dan transformasi digital, cybersecurity serta perlindungan infrastruktur kampus, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung perkembangan lembaga pendidikan tinggi,” jelas EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo di kantor Telkom Regional V, Manado melalui kesempatan yang sama.

Peserta forum yang terdiri dari direktur, rektor, dan guru besar dari sejumlah perguruan tinggi mendapatkan gambaran mengenai pentingnya membangun institusi pendidikan yang adaptif terhadap perubahan teknologi sekaligus mampu menjaga keamanan ekosistem digitalnya.

Kebutuhan tersebut semakin relevan ketika kampus mengelola volume data yang terus bertambah.

Baca Juga: Grup WhatsApp Terlalu Berisik? Begini Cara Mematikannya

Sistem akademik, pembelajaran digital, penelitian dan layanan administrasi membuat keberlangsungan operasional perguruan tinggi semakin bergantung pada infrastruktur teknologi informasi.

Keamanan Data Tak Bisa Dipisahkan dari Pemanfaatan AI

Dalam konteks ini, cybersecurity bukan lagi sekadar persoalan teknis yang berada di belakang layar.

Keamanan siber menjadi bagian dari keberlangsungan layanan pendidikan.

Gangguan terhadap sistem atau kebocoran data dapat berdampak langsung terhadap aktivitas mahasiswa, dosen maupun pengelola kampus.

Baca Juga: ChatGPT untuk Remaja Diluncurkan, Pakar Pertanyakan Akurasi Deteksi Usia OpenAI

Karena itu, kesiapan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keamanan digital.

Selain keamanan jaringan, perguruan tinggi juga perlu memperhatikan bagaimana data diproses ketika menggunakan berbagai teknologi berbasis AI.

Penggunaan AI yang semakin luas membuat pemahaman mengenai data, privasi, akses, serta risiko keamanan menjadi semakin penting.

Baca Juga: 100 Persen BTS Terdampak Gempa NTT Pulih, Komdigi Kirim 15 Ton Bantuan dan 20 Starlink

Artinya, kampus menghadapi tantangan ganda: tidak tertinggal dalam adopsi AI, tetapi juga tidak mengabaikan aspek keamanan ketika teknologi tersebut mulai digunakan dalam aktivitas akademik.

Selain itu, gambaran mengenai peran infrastruktur digital tersebut turut diperlihatkan melalui kunjungan peserta ke NeuCentrIX, data center milik Telkom di Manado.

Kunjungan itu memberikan gambaran mengenai bagaimana infrastruktur digital mendukung konektivitas, komputasi dan pengelolaan data di tengah pertumbuhan ekosistem digital.

Baca Juga: Kerja Sama Teknologi Indonesia-Tiongkok Makin Erat, AI dan Transfer Teknologi Jadi Fokus

“Dengan menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia, kami berharap proses pendidikan di Indonesia bisa lebih mudah untuk para civitas akademika, mahasiswa dan juga untuk kemajuan masa depan bangsa Indonesia,” jelas Amin.

Dengan jumlah mahasiswa yang telah mencapai lebih dari 10 juta orang, transformasi digital perguruan tinggi memiliki skala yang tidak kecil.

AI dapat menjadi salah satu teknologi yang mengubah cara kampus menjalankan aktivitas akademik, tetapi manfaat tersebut hanya bisa optimal jika dibarengi kesiapan infrastruktur dan keamanan siber.

Bagi perguruan tinggi, tantangannya kini bukan lagi sekadar memilih apakah akan menggunakan AI atau tidak.

Baca Juga: Apple Music Siapkan Label “Made With AI” untuk Lagu Buatan AI

Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa siap kampus memanfaatkan AI tanpa mengorbankan keamanan data dan keberlangsungan sistem pendidikan.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah