← Beranda
Alibaba Qwen Salip Meta dan Google, Model AI Open-Source Tiongkok Kuasai Pengembang Global
Mellyna Putri DiniarSelasa, 18 Agustus 2026 | 06.48 WIB
Logo Alibaba dan aplikasi model AI Qwen (Global Times)

 


JawaPos.com
- Model kecerdasan buatan (AI) Tiongkok semakin banyak digunakan pengembang di luar negeri. Alibaba Qwen, DeepSeek, Kimi milik Moonshot AI, Zhipu AI, dan MiniMax terus memperluas jangkauan global meski Amerika Serikat menerapkan pembatasan ekspor teknologi.

Dalam enam bulan terakhir, Qwen, model AI open-source yang dapat digunakan dan dikembangkan secara terbuka, mencatat lebih dari 3 miliar unduhan secara global. Laporan Hugging Face pada 14 Agustus menunjukkan model open-source Google meraih 418 juta unduhan, sedangkan model Meta 227 juta. Qwen menjadi model open-source yang paling banyak diunduh di platform tersebut.

Dilansir dari Global Times, Senin (17/8/2026), Tian Feng, mantan dekan SenseTime Intelligence Industry Research Institute, mengatakan, "Angka tersebut memperlihatkan percepatan adopsi model open-source Tiongkok." Perkembangan tersebut tercermin dari langkah Alibaba yang telah membuka lebih dari 460 model Qwen, dengan lebih dari 300.000 model turunan dibangun di atasnya. 

Baca Juga: Apple Rampungkan AI Khusus Tiongkok, Gandeng Alibaba untuk Apple Intelligence

Hugging Face bahkan menyebut Qwen sebagai "salah satu fondasi terbesar dalam ekosistem AI model terbuka" dan mengatakan Qwen "telah tertanam dalam alur kerja standar pengembang ketika menentukan model yang akan disempurnakan dan diterapkan."

Model terbuka dapat diunduh dan disesuaikan melalui fine-tuning untuk menjadi dasar produk AI baru. Hugging Face juga mencatat bahwa hampir setiap bulan pada 2026, model open-source terbesar dan berkinerja tertinggi dari laboratorium Tiongkok memiliki skala lebih besar daripada model Amerika, dengan rentang 754 miliar hingga 2,78 triliun parameter, sementara batas Amerika berada di bawah 130 miliar parameter dalam lima dari tujuh bulan yang diteliti.

Dari sisi adopsi, strategi menyediakan model yang relatif murah dan mudah disesuaikan menjadi keunggulan Qwen. CEO Airbnb Brian Chesky mengatakan perusahaannya "mengandalkan banyak" model Qwen untuk agen layanan pelanggan dan menilainya "sangat bagus serta cepat dan murah." Airbnb menggunakan 13 model AI, termasuk dari OpenAI, Alibaba, dan Google.

Ketua Alibaba Joe Tsai sebelumnya mengatakan pemenang perlombaan AI akan ditentukan oleh "siapa yang dapat mengadopsinya lebih cepat", bukan "siapa yang menghasilkan model AI terkuat." Pernyataan itu memperlihatkan bahwa persaingan AI semakin berkaitan dengan biaya, kemampuan adaptasi, dan luasnya penggunaan, bukan hanya performa model.

Perkembangan tersebut juga diperkuat peluncuran model lain dari Tiongkok. Zhipu AI merilis GLM-5.3, DeepSeek meluncurkan Harness untuk membantu model berinteraksi dengan repositori kode, sedangkan Moonshot AI membuka penuh Kimi K3 dengan total 2,8 triliun parameter. Meta dan Nvidia juga kembali merilis model open-source untuk mempertahankan posisi dalam ekosistem pengembang.

Sementara itu, penggunaan AI global mencapai 69 triliun token pada 3–9 Agustus, naik 21,48 persen secara mingguan, menurut perhitungan National Business Daily berbasis data OpenRouter. Model Tiongkok menyumbang 34,25 triliun token, naik 21,76 persen, dan mengungguli model Amerika selama 15 pekan berturut-turut.

Ekspansi itu juga masuk ke pasar berkembang. Qwen mendukung teks dan tugas multimodal dalam 119 bahasa serta dialek regional, sementara Alibaba mendistribusikan modelnya kepada pelanggan perusahaan di Asia Tenggara dan Afrika melalui layanan cloud. Liu Gang, kepala ekonom China Institute of New Generation Artificial Intelligence Development Strategies, menilai model Tiongkok telah menjadi bagian dari rantai pasok AI global.

Menurut Liu, meluasnya penggunaan model tersebut membantu mempersempit kesenjangan digital melalui penerapan di pertanian, pendidikan, dan layanan kesehatan di negara-negara Global South. 

"Dalam gelombang perkembangan AI global, model open-source Tiongkok memasukkan lebih banyak gen keterbukaan, berbagi, dan saling menguntungkan," katanya. Dominasi Qwen di platform pengembang menjadi sinyal bahwa model AI Tiongkok semakin menentukan arah ekosistem AI terbuka dunia.

Baca Juga: Alibaba Klaim Qwen3.8-Max Bisa Bekerja Mandiri Berhari-hari, Tantang Keunggulan Claude

EDITOR: Candra Mega Sari