← Beranda
Gempa NTT Ganggu Setengah Infrastruktur BTS, 85 Persen Jaringan Telkom Sudah Pulih
Rian AlfiantoSenin, 17 Agustus 2026 | 01.03 WIB
Penanganan gangguan insfratruktur telekomunikasi oleh Telkom yang terdampak gempa NTT. (Istimewa).

 

JawaPos.com - Gangguan infrastruktur jaringan telekomunikasi akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) diklaim mulai teratasi. Dari 735 site BTS Telkomsel yang terdampak, 85 persen kini sudah kembali beroperasi, setelah TelkomGroup mengerahkan 300 tim teknis dan mengaktifkan sumber listrik cadangan di sejumlah wilayah.

Gempa yang terjadi pada Jumat (15/8) sempat mengganggu sekitar 50 persen BTS Telkomsel. Dampaknya terasa pada kualitas layanan seluler, fixed broadband, dan sejumlah layanan digital TelkomGroup di wilayah terdampak.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan trafik jaringan kini berangsur normal seiring perbaikan infrastruktur dan pemulihan pasokan listrik.

“Alhamdulillah trafik sudah berangsur normal, walaupun pada awalnya terdapat sekitar 50% BTS Telkomsel terganggu, tapi saat ini sejalan dengan upaya percepatan perbaikan yang kami lakukan dan listrik yang mulai kembali, sebagian besar sudah pulih. Telkom berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara cepat, aman, dan terkoordinasi sekaligus memperkuat ketahanan jaringan melalui backup,” ujar Dian dalam agenda Rakor Penanganan Gempa wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (16/8).

Baca Juga: Bareskrim Tangkap 197 Orang Dalam Penggerebekan Kasino di Batam

400 BTS Dipulihkan Kurang dari 24 Jam
Pemulihan dilakukan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa, termasuk Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Alor, Ende, dan Ngada.

TelkomGroup mencatat sekitar 400 BTS dan 2.600 pelanggan IndiHome yang sempat terdampak pada awal gempa telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Untuk layanan IndiHome, pemulihan bahkan telah mencapai 98,3 persen. Sebanyak 16.788 dari 17.062 pelanggan kini kembali mendapatkan layanan, sedangkan pelanggan lainnya masih dipulihkan secara bertahap.

Kecepatan pemulihan tersebut tidak lepas dari kondisi jaringan backbone TelkomGroup yang masih berfungsi. Jalur cadangan membuat layanan tetap dapat berjalan meski sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.

Namun, putusnya beberapa kabel fiber optik di darat dan laut menyebabkan kapasitas layanan di sejumlah titik mengalami penurunan.

Untuk mengejar pemulihan jaringan, sekitar 300 tim teknis TelkomGroup diterjunkan ke lapangan. Tim tersebut bertugas melakukan asesmen, memperbaiki jaringan, serta menangani infrastruktur pendukung yang terdampak gempa.

Pekerjaan dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan pemulihan segera. Faktor keselamatan personel dan masyarakat juga menjadi pertimbangan dalam setiap proses perbaikan.

TelkomGroup turut mengandalkan genset bergerak dan genset tetap sebagai sumber listrik mandiri. Strategi ini diperlukan untuk mempertahankan layanan di lokasi yang pasokan listriknya belum sepenuhnya pulih.

Pemulihan juga dilakukan bersama Danantara Indonesia, BP BUMN, Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, BUMN, BNPB dan BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, mitra, serta relawan.

Baca Juga: BPBD: Muara Enim Sumsel Berstatus Zona Merah Karhulta

Telkomsel Sediakan Paket Darurat Rp 1
Di tengah proses pemulihan, Telkomsel juga memberikan dukungan komunikasi bagi pelanggan terdampak melalui Paket Darurat seharga Rp 1.

Paket tersebut berisi 3 GB internet, 100 SMS, dan 300 menit telepon dengan masa berlaku tujuh hari. Pelanggan dapat mengaktifkannya melalui 88820#.

Dian menilai keberadaan jaringan komunikasi sangat penting dalam situasi bencana. Konektivitas dibutuhkan bukan hanya untuk menghubungi keluarga, tetapi juga untuk mendapatkan informasi dan bantuan.

TelkomGroup menyatakan proses pemulihan masih berlanjut hingga seluruh layanan di wilayah terdampak kembali optimal.

EDITOR: Sabik Aji Taufan