JawaPos.com - Sony Semiconductor Solutions Corp. dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) akan menginvestasikan total JPY 747 miliar (setara Rp82,917 triliun, kurs 1 JPY = Rp111) untuk memproduksi massal sensor gambar generasi baru mulai 2029. Fasilitas produksi tersebut akan dibangun di Prefektur Kumamoto, Jepang.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (12/8), kedua perusahaan menandatangani kesepakatan definitif yang mengikat secara hukum pada Selasa untuk membentuk perusahaan patungan bernama Advanced Vision Semiconductor Manufacturing Corp.
Perusahaan patungan tersebut akan berbasis di Koshi, wilayah utara Kota Kumamoto. Fasilitas itu akan menjadi pusat pengembangan dan produksi sensor gambar untuk ponsel pintar menggunakan teknologi proses manufaktur canggih.
Sony akan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 68 persen. Perusahaan patungan tersebut akan menjadi anak perusahaan konsolidasi Sony, sementara TSMC memiliki sisa 32 persen saham.
Pabrik baru milik Sony di Koshi akan dialihkan ke perusahaan patungan. Selanjutnya, perusahaan tersebut akan membangun lini produksi sekaligus lingkungan pengembangan untuk mendukung produksi massal sensor gambar.
Investasi besar tersebut dilakukan ketika industri semikonduktor Jepang menghadapi tantangan akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kumamoto pada akhir Juli. Gempa yang mencapai level maksimum 7 dalam skala intensitas seismik Jepang itu turut berdampak pada industri semikonduktor, termasuk Sony.
Meski demikian, Sony dan TSMC tetap melanjutkan investasi dengan mempertimbangkan meningkatnya permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI).
Pada Mei lalu, divisi semikonduktor Sony dan TSMC telah mengumumkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam pengembangan serta produksi sensor gambar generasi berikutnya. Sony saat ini merupakan produsen sensor gambar terbesar di dunia berdasarkan nilai.
Lima sensor satelit?